Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 94


__ADS_3

" oma.. oma.. oma!! teriak syasa saat terbangun dari tidur nya dewa yang mendengar dari ruang kerja nya pun datang menghampiri


" sayang kamu kenapa.. kenapa pagi pagi mengigau " ucap dewa panik


" Dewa mimpi itu datang lagi, mimpi 4 tahun yang lalu, sama persis dewa " ucap syasa panik


" mimpi apa sayang.. eum.. " tanya dewa memandang syasa dan merangkul nya


" oma mila pergi bersama opa, kali ini mimpi ku sangat jelas dewa " jelas syasa, tiba-tiba suara ponsel dewa berdering dan ternyata Wina yang menelfon


" ya..hallo ma.. " ucap dewa


" dewa cepat lah ke Surabaya, oma kalian sudah tiada? ' ucap Wina yang menahan tangisnya


" apa.. ? " ucap dewa terkejut saat mendengar kabar dari Wina


" baik ma kami akan segera ke sana " ucap dewa lalu mematikan sambungan ponsel nya


" dewa mama mengatakan apa? " ucap syasa penasaran dan melihat wajah dewa yang berubah sedih


" dewa katakan.. " ucap syasa sedikit meninggi karena dewa hanya diam saja


" oma.. oma meninggal , mimpi mu benar " ucap dewa lirih


" tidak mungkin dewa.., dewa oma.. " ucap syasa yang sudah histeris.


" tenang sayang, jangan seperti ini, ayo bersiap kita ke Surabaya sekarang, " ucap dewa menenangkan syasa , syasa pun bergegas bersiap dan mempersiapkan keperluan laras. dewa pun segera menghubungi pak dicky untuk menyiapkan penerbangan nya


" hallo pak dicky, siapkan pesawat pribadi milik nona syasa "


" baik tuan, saya akan mengurusi nya "


" baik lah tunggu saya di bandara " ucap dewa lalu memutuskan sambungan ponsel nya


🔸


" sayang.. sudah.. ikhlaskan mama eum.. " ucap bram menenangkan wina yang menangis di samping jenazah bu mila


" mama mas... " ucap Wina lalu menghambur kepelukan bram


" mama don't cry anymore " ucap bianca lalu memeluk wina .bram pun meninggalkan wina karena harus mengurusi pemakaman bu mila bersama para tetangga sedangkan pak Bima duduk di sebelah jenazah istrinya di temani putra dan putri


" mama.. " ucap abi yang juga langsung memeluk wina


" kita semua menyayangi oma, tapi Tuhan lebih sayang kepada oma, mama ikhlas ya ma, masih ada kami di sisi mama " ucap abi dan melihat kakak dan adik adiknya

__ADS_1


" dan lihatlah juna ma, kasihan sedari tadi tidak mau makan karena dia ingin mama yang menyuapi " ucap abi yang menunjuk juna sedang duduk sendiri di pojok ruangan bersama reza bodyguard Bianca.


" astaga jadi adik mu belum memakan apa pun " tanya wina


" belum ma " jawab abi, wina bergegas menghampiri juna yang berusia 5 tahun


" reza, biarkan juna bersama ku, " ucap wina


" baik nyonya " ucap reza dan wina langsung menggendong juna dan membawanya ke dapur dan menyuapi juna


" caca sudah jangan menangis, kamu menyuruh mama untuk tidak menangis lagi tapi kenapa kamu sekarang begini " ucap abi yang merangkul Bianca


" oma kak.. oma.. " ucap bianca menahan tangis nya, karena memang ia sangat dekat dangan sang oma tiba tiba ia pun pingsan,


" astaga.. caca.." ucap abi menopang tubuh bianca


" reza tolong.. " panggil abi pada reza, reza pun datang menghampiri bianca dan abi


" tolong bawa caca ke kamar nya, tolong jaga dia, sadarkan dia


" baik tuan.. " ucap reza lalu membopong bianca menuju kamarnya, gadis manja usia 14 tahun itu pun pingsan dan tidak sadar jika sudah di bawa ke kamar nya


" nona pasti sangat terpukul " ucap reza yang melihat bianca lali menyelimuti kakinya kemudian ia mencari sesuatu untuk menyadarkan bianca.


" papa.. oma.. " ucap syasa yang sudah menangis sejadi jadinya.


" sudah.. temui mama mu, mama pun sangat terpukul atas kepergian oma mu , dewa berikan laras pada abi biar dia menjaga nya


" baik pa.. " ucap dewa lalu masuk bersama syasa dan laras.


" abi tolong kamu jaga laras "


" kak dewa.., baik kak... laras sama om ya, " ucap abi saat melihat dewa datang bersama syasa lalu mengajak laras


" opa.. ucap syasa pada pak bima


" opa tidak apa apa sayang, opa sudah ikhlas " ucap pak bima namum dalam hatinya remuk redam karena ditinggal sang istri yang sangat ia cintai.


" opa.. " ucap syasa yang langsung memeluk pak bima


" sudah jangan menangis, jika opa nanti menyusul oma kalian, opa harap kalian tidak menangisi kepergian opa, " ucap pak bima lalu tersenyum tipis dan mengecup kening syasa.


" mama, tunggu aku, aku akan menyusul mu, aku sangat mencintai mu " ucap pak bima dalam hati dan tiba tiba memegang dadanya


" opa.. " ucap syasa yang melihat pak bima menahan sakit di dadanya

__ADS_1


" papa.. mama.. " teriak syasa


" opa " ucap putri


" opa.. apa yang terjadi " ucap putri,


" opa.. bangun opa.. " ucap putra yang menopang tubuh pak bima


" opa.. " ucap, dewa mendekati pak bima


" putra suruh orang papa untuk menyiapkan ambulan, di luar ada ambulan " perintah dewa, lalu putra menyuruh orang kepercayaan keluarganya


" dewa apa yang terjadi " ucap bram mendekati pa bima


" seperti nya jantung opa kambuh pa " ucap dewa


" ayo segera bawa ke rumah sakit, dewa tolong kamu urus opa, papa di rumah mengurus pemakaman oma kalian, syasa temani dewa "


" biak pa.. " ucap syasa lalu dewa dan Bram membawa pak bima ke mobil ambulans yang sudah siap membawa pak bima, sementara bianca masih tidak sadarkan diri dan membuat reza panik, apa lagi ia mengetahui pak bima di larikan ke rumah sakit


" nona, bangun nona.. jangan membuat ku panik " ucap reza yang sudah beberapa kali mencoba menyadarkan bianca dengan minyak gosok yang ia oleskan pada hidung bianca lalu menepuk nepuk pipi nya


" eum.. " ucap bianca lalu membuka matanya,


" reza.. apa yang kamu lakukan di kamar ku " ucap bianca yang langsung duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur.


" maaf nona, nona tadi pingsan dan tuan abi menyuruh saya untuk membawa nona ke kamar nona " ucap reza sopan


" opa.. " ucap bianca teringat pak bima dan turun dari tempat tidur


" maaf nona, tuan besar di larikan ke rumah sakit " ucap reza


" apa.. ! " ucap bianca dan " bruukkk " tubuh bianca jatuh di tempat tidur tidak sadarkan diri kembali


" astaga.. kenapa selalu merepotkan, " ucap reza sedikit kesal dengan situasi saat ini , namun ia membenarkan posisi bianca ke tempat tidur, lalu memandangi wajah pucat bianca


" apa yang harus aku lakukan " ucap reza lalu mengoleskan minyak gosok pada hidung bianca.


" semoga saja tidak ada kabar buruk lagi " ucap reza yang berusaha menyadarkan bianca kembali.


🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2