Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 33


__ADS_3

hari ini adalah hari syasa dan dewa kembali ke London, dan hanya Bryan yang bisa mengantarkan ke bandara,


syasa: " Bryan.. maaf aku harus kembali ke London, tunggu aku " tersenyum dan meraih kedua jemari Bryan


Bryan: " iya sayang.. aku akan menunggu mu, cepatlah selesai kan tugas akhir kuliah mu dan segera kembali menemui ku " mengecup kening syasa lalu memeluk nya,


dewa yang melihat nya pun hanya membuang muka, seolah tak melihat apa apa, dan menahan perih di hati nya.


syasa: " kalau begitu aku pamit.. jaga dirimu baik baik.. " tersenyum lalu melepas pelukan nya


Bryan: " ya kamu juga.. aku akan selalu merindukan mu "


syasa pun melangkah menghampiri dewa, namun saat dewa dan syasa hendak masuk ke dalam Bryan memanggil dewa


Bryan: " dewa.. bisa bicara sebentar.. " dewa pun melihat syasa sekilas lalu menghampiri Bryan


dewa: " katakan, apa yang ingin kamu bicarakan "


Bryan: " aku tau kamu menyukai syasa, tapi kamu jangan berharap untuk memiliki nya, karna syasa hanya mencintai ku " ucap lirih Bryan pada dewa


dewa: " hah..! Bryan, kamu tenang saja, aku tidak mungkin masuk ke dalam hubungan kalian, karena aku tau syasa sangat mencintai mu dan aku bukan laki laki yang suka merusak hubungan seseorang, terlebih orang yang aku sukai " menatap tajam Bryan, dan tatapan Bryan pun tak kalah tajam


Bryan: " bagus kalau begitu.. "


dewa: " ya..! kecuali takdir berkata lain.. " dewa pun langsung meninggalkan Bryan, dan berjalan masuk bersama syasa.


Bryan hanya memandang punggung keduanya sampai menghilang dari pandangan Bryan.


batin Bryan: " kamu benar dewa kecuali takdir berkata lain, bisa saja syasa berbalik mencintai mu, aku juga tidak mau egois " lalu Bryan pun meninggalkan Bandara


πŸ”Έdalam pesawat πŸ”Έ


syasa: " apa yang kamu bicarakan dengan Bryan? " tanya syasa penasaran

__ADS_1


dewa: " tidak.. dia hanya menyuruh ku untuk menjaga mu, saat diperjalanan " tersenyum


syasa: " oh.. " lalu melihat ponsel nya


dewa: " sya.. kapan rencana pernikahan mu dengan Bryan? "


syasa: " belum tau.. karena aku harus menyelesaikan kuliah ku terlebih dahulu, liat saja nanti, jika kuliah ku selesai, urusan kerja sama kita selesai, mungkin baru aku merencanakan untuk menikah " tersenyum


dewa: " semoga lancar, dan sesuai harapan mu" tersenyum


syasa: " Terima kasih..."


dan kemudian mereka pun saling diam, sesekali saling memandang dan tersenyum hingga kedua nya tertidur di kursi masing-masing hingga sampai ke tempat tujuan yaitu London.


sang pramugari pun membangunkan dewa dan syasa, namun syasa tak kunjung bangun, akhirnya dewa yang membangunkan syasa


dewa: " syasa.. bangun.. sudah sampai Bandara " memegang lengan syasa


dewa: " sudah.. ayo.. dan priksa barang bawaan mu takut ada yang tertinggal "


syasa: " haha.. aku tidak membawa apa apa dewa, bahkan kita ke Jakarta saja hanya membawa badan "


dewa: " haha.. iya juga..aku bahkan mengenakan baju ku lagi " dewa pun melangkah turun dari pesawat di ikuti syasa


saat syasa hendak turun tangga pesawat dewa pun membantu nya dengan memegang tangan nya


dewa: " hati hati.. "


syasa: " Terima kasih "


mereka berdua pun menuruni anak tangga pesawat ,di bawah sudah ada orang kepercayaan dewa yang menunggu.


Frans: " selamat malam nona, selamat malam tuan.. " syasa dan dewa hanya mengangguk dan sedikit tersenyum dan melangkah ke pintu keluar Bandara

__ADS_1


batin Frans: " apa nona syasa ini kekasih tuan dewa yang katanya pengusaha termuda dari Indonesia, kalau iya, benar benar pasangan yang akan di segani dan di takuti banyak orang, melihat senyuman kedua nya sama saja, sama sama dingin " mengikuti langkah dewa dan syasa


sesampainya di mobil syasa dan dewa duduk di jok belakang kemudi sedangkan Frans duduk di sebelah sopir, sang sopir pun melajukan mobil nya, dewa juga memberitahu sang sopir agar mengantarkan syasa ke rumah satya,


dewa: " Erick.. antarkan nona syasa terlebih dahulu di kediaman tuan satya "


Eric: " baik tuan.. "


mobil pun melaju, dengan kecepatan sedang, tak terasa syasa pun tertidur, dewa yang melihat nya pun hanya tersenyum, di lihat nya posisi syasa yang tidak nyaman, dewa menarik kepala syasa dengan lembut di letakan nya kepala syasa dipundak nya, syasa pun masih mencari kenyamanan hingga dewa pun reflek merangkul syasa dan syasa tidur di dada dewa, hingga frans pun bertanya.


frans: " tuan, apa nona syasa kekasih tuan..? "


dewa: " menurut mu..? " melihat wajah syasa


Frans: " menurut saya, nona syasa adalah kekasih Anda tuan "


dewa: " hah..! aku berharap seperti itu Frans, tapi kenyataan nya syasa adalah tunangan seseorang " menghembus kan nafas nya kasar


Frans: " apa.. ,? em.. tapi anda terlihat seperti pasangan serasi tuan "


dewa: " sudah lah Frans, jangan membahas nya, "


Frans pun diam dan semua nya diam , hanya deru suara mobil yang terdengar.


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή


vote, like, komen


Terima kasih


note: " mohon maaf buat para readers jangan paksa author untuk merubah jalan cerita yang sudah ada di kepala author ya.. biarkan author berkarya sesuai apa yang ada di pikiran author, jika tidak suka boleh skip saja


Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2