
" oma... !! " ucap syasa dalam tidur nya
" sayang.. hai.. " ucap dewa mencoba membangunkan syasa
" oma..!! " teriak syasa saat sudah terbangun dan melihat dewa
" Oma dewa.. oma.. " ucap nya lagi dan terlihat binggung
" kenapa oma sayang.... "
" oma mila dewa.. " ucap syasa yang nampak panik dan binggung dengan mimpinya
" oma Mila kenapa..? " dewa mulai ikut panik
" oma mila pergi jauh bersama opa Bima " ucap syasa " astaga.. itu hanya mimpi sayang.. " ucap dewa, dan memandang syasa
" sudah.. berbaring lah.. oma dan opa tidak akan pergi kemana mana eum.. " jelas dewa menenangkan syasa, syasa pun menurut dan kembali berbaring. dan memeluk dewa
" ya Tuhan.. semoga ini bukan pertanda buruk " ucap syasa dalam hati dan semakin mempererat pelukan pada dewa
__ADS_1
entah kenapa mimpi nya terhadap sang oma dan opa tirinya itu seakan nyata sama seperti saat oma dita akan pergi meninggalkan nya.
pagi hari syasa masih teringat akan mimpi nya, namun ia berusia menepis nya dengan cara menyibukkan diri mengurus laras dan suami nya,
" sayang.. sarapannya sudah siap, bekal mu sudah aku siapkan juga " ucap syasa menghampiri dewa yang sedang menggunakan sepatu
" Baik lah.. apa putri cantik ku sudah sarapan? " tanya dewa sembari berjalan menuju meja makan diikuti syasa. lalu duduk di kursi meja makan
" sudah.. pagi pagi sekali aku sudah menyuapinya " jawab syasa sambil mengambilkan makanan untuk dewa dan tersenyum
" Terima kasih sayang... " ucap dewa saat syasa sudah mengambilkan sarapan nya dan melihat wajah cantik istri nya.lslu tersenyum
" kenapa bisa seperti itu ' tanya dewa menggoda " karena kamu pasti akan tergoda dengan ku " jawab syasa tak kalah menggoda,
" eum.. baik nya aku di rumah saja, di rumah ada makhluk yang sangat menggoda " kata dewa menghentikan aktivitas sarapan nya
" dewa.. " ucap syasa membesarkan bola matanya lalu tersenyum malu
" sayang.. " ucap dewa menimpali lalu mereka tertawa kecil secara bersamaan
__ADS_1
🔸
" aku sudah kehilangan semuanya karena kebodohan ku, " ucap Bryan merutuki dirinya sendiri
" kehilangan cinta, kepercayaan, dan disaat aku mulai mencintai istri ku dan memaafkan semua nya, ternyata takdir berkata lain, dan bian pun sudah ikut ayah kandang nya, dan itu permintaan sasmi, " ucap nya lagi sembari melihat putri kecilnya siena yang bermain sendiri di dekat nya
" papa.. " ucap siena polos, lalu Bryan mendekati anaknya yang sedang bermain, sembari meneteskan air mata melihat putri semata wayangnya, yang masih kecil sudah tidak lagi mendapatkan kasih sayang sang ibu
" iya sayang.. " jawab lembut Bryan. " mamamam.. " ucap siena meminta makan, " astaga.. kamu belum makan sayang, maaf.. ayo papa buatkan " ucap Bryan merasa bersalah, karena ia lupa memberikan makan anaknya, , dengan cekatan ia pun membuat makanan untuk siena, beruntung ia sering melihat sasmi membuatkan siena makanan jadi ia tinggal mempraktekan nya. , setelah nya ia pun menyuapi siena dengan telaten, sesekali ia tersenyum, walau harus menahan pedih di hatinya membayangkan anaknya tumbuh tanpa seorang ibu.
" sasmi kenapa kamu begitu cepat meninggalkan kami, anak kita masih membutuhkan mu " ucap nya dalam hati sembari menyuapi siena, tak terasa air matanya meleleh.
" papa janji akan membesarkan mu dengan kasih sayang yang tak pernah terbagi dengan siapa pun, . prioritas papa sekarang adalah dirimu nak.. " ucap Bryan dalam hati dan meneteskan airmata nya
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like, komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1