
Surabaya _ kediaman keluarga sanjaya
" mama.. lihat siapa yang datang, " teriak Bianca pada Wina yang sedang menyiram bunga, seketika Wina pun menoleh kearah gerbang dan mendekati Bianca
" siapa ca.. ?" jawab wina penasaran, Bianca pun hanya menggelengkan kepala nya karena ia pun tak tahu siapa yang datang
mobil taksi yang masuk di pelataran rumah sanjaya itu pun berhenti di dekat Wina, tak lama orang yang di dalamnya pun keluar
"syasa " ucap Wina lirih sembari menghampiri syasa yang sudah keluar di ikuti dewa ,
" mama " ucap syasa kegirangan dan langsung memeluk Wina, tak lama taksi yang syasa dan dewa tumpangi pun pergi.
" tante " sapa dewa sopan sembari menyalami Wina
"kenapa tidak memberi kabar jika sore ini kalian akan datangi kemari dan kenapa dewa bisa datang bersama mu " cerca Wina pada syasa
" mama...mama bertanya atau menginterogasi ku " jawab syasa manja sembari Bergelayut di pundak Wina dan dewa hanya tersenyum melihat sikap syasa yang ternyata sangat manja terhadap mama nya.
" kakak.. ini siapa kak.." ujar bianca karena sedari tadi bianca memperhatikan dewa yang tersenyum melihat syasa
"Hai adik kecil " sapa dewa pada Bianca sembari membungkuk dan mencubit lembut pipi bianca
"kakak siapa.. em.. tunggu kakak pasti kak dewa ? " tebak Bianca
"ingatan mu bagus ca, kamu memang cerdas seperti kakak " sambung syasa sembari mengacak rambut bianca dewa pun hanya tersenyum
" ayo masuk " ajak wina pada syasa dan dewa serta Bianca dan mereka pun masuk kedalam rumah lalu menuju ruang keluarga,
" ma.. papa dan adik adik yang lain mana "tanya syasa pada Wina karena papa dan adik adik nya tak terlihat.
" ada di kamar sedang mandi, papamu baru pulang kantor adik adik masih mengikuti les tambahan " jawab Wina sembari duduk di sofa di ikuti syasa dan dewa sedangkan Bianca memilih untuk ke kamar
__ADS_1
" oh.. anak papa datang " sapa Bram yang baru keluar dari kamar dan langsung bergabung di ruang keluarga
" papa ! " syasa pun berdiri dan memeluk papa nya sekilas dan tersenyum
" om.. apa kabar " sapa dewa yang sudah berdiri dan langsung menyalami Bram ketika syasa melepaskan pelukan pada papa nya
" kabar om sangat baik.. kita bertemu lagi wa.. om harap ini bukan kebetulan melainkan takdir " jawab Bram sembari tersenyum dan duduk di sofa di sebelah Wina.
tak lama siti sang asisten rumah tangga Wina pun datang membawakan minuman karena mengetahui ada tamu yang datang.
" maaf permisi nyonya,tuan ,non syasa dan juga aden.. ini minuman nya " ucap siti sembari meletakkan minuman dan tersenyum sopan .
" Terima kasih mbok " jawab syasa dan tersenyum
" permisi "pamit sang asisten rumah tangga untuk kembali ke dapur, Bram dan Wina hanya mengangguk
"jadi kalian bertemu di Jepang " tanya Bram pada syasa dan dewa
" dicky " jawab Bram santai
" astaga.. selain menjadi asisten di perusahaan ternyata kamu menjadi mata mata papa ku dicky " grutu syasa
" om.. tante.. maaf mungkin ini terlalu cepat tapi saya tidak mau menunggu lagi " ucap dewa pada Bram dan Wina
" maksud mu " jawab Wina penasaran
" saya ingin melamar syasa untuk menjadi istri saya om tante " jelas dewa, Bram dan Wina pun saling melempar pandangan.
" dewa.. secepatnya ini kah? " tanya syasa pada dewa
" apa kamu ragu " sambung dewa pada syasa
__ADS_1
" tidak.. aku tidak meragukan mu, maksud ku, apa kamu tidak mau istirahat terlebih dahulu baru nanti malam menyampaikan maksud kedatangan mu " jelas syasa sembari menatap dewa
"aku tidak mau menunggu lagi " ucap dewa
"kamu yakin dengan anak ku, " jawab Wina
" aku tidak mau dia kecewa untuk ke dua kali nya " sambung nya lagi
"yakin tante.. karena aku memang mencintai syasa " jawab dewa penuh keyakinan
"semua aku serahkan pada syasa, syasa apa kamu menerima lamaran dewa, " tanya Bram serius, syasa hanya mengangguk sembari tersenyum malu.
" jadi lamaran ku di Terima " tanya dewa pada syasa, syasa pun mengangguk dan tersenyum malu
" yes.. !! ucap dewa penuh kebahagiaan di ikuti tawa Bram dan Wina lalu dewa mengeluarkan cincin dari saku jaket nya
" ini untuk simbol bahwa aku mengikat mu " ucap dewa pada syasa lalu menyematkan cincin di jari manis syasa
" dewa dari mana kamu mendapat cincin, sedangkan dari Jepang kamu selalu bersama ku dan tidak ada persiapan apa pun " tanya syasa penasaran
" Reyhan " jawab dewa santai dan tersenyum
" astaga, aku lupa kamu mempunyai asisten yang begitu patuh dan menuruti semua keinginan dan kebutuhan mu " Jawab syasa sembari memegang dahinya dan tersenyum
" segera rencanakan pernikahan kalian, dan dewa hubungi keluarga mu, dan persiapkan semuanya " jelas bram, karena bram tidak ingin masa lalu syasa terulang. dan memang bram sangat yakin jika dewa yang terbaik untuk syasa.
" baik om, segera akan dewa urus " jawab dewa antusias.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Terima kasih😘💕
__ADS_1
vote like komen 🤗🤗🤗