
" halo.. siapa ini.. " tanya syasa di balik telepon nya sembari duduk di sofa ruang keluarga
" ini aku Bryan.. , aku hanya ingin memberitahu jika sasmi sudah pergi .." ucap Bryan ambigu
" maksud mu? " tanya syasa heran
" sasmi meninggal.. " ucap Bryan dengan suara menahan tangis.
" apa.. bukankah 3 hari yang lalu kalian datang ke rumah ku apa yang terjadi " ucap syasa cemas dan melihat dewa sedang menggendong laras
" serangan jantung mendadak, dan tidak bisa di selamat kan " ucap Bryan yang masih menahan tangis nya.
" ya Tuhan sasmi.. " ucap nya lirih lalu mematikan ponsel nya
"ada apa sayang, kenapa kamu begitu cemas " tanya dewa yang langsung duduk di sebelah syasa
" sasmi meninggal mas.. serangan jantung " ucap syasa
" ya Tuhan.. apa kamu ingin melayat, ? " tanya dewa
" tapi bagaimana dengan laras.. "
" ya sudah.. biar aku aku saja yang datang melayat kamu di rumah saja " ucap desa dan memberikan laras pada syasa
__ADS_1
" baik lah.. kamu hati hati.. " ucap syasa melihat dewa berjalan ke luar.
" astaga.. kasian anak anak sasmi, mereka masih butuh sosok ibu.. " batin syasa,
🔸
" mas.. kenapa lama pulang nya.. aku kewalahan menjaga juna, " ucap Wina saat Bram baru datang dari kantor dan bergabung di ruang keluarga
" maaf sayang, tadi ada meeting mendadak di kantor cabang, dan aku harus menanganinya sendiri, ucap Bram yang melihat juna tidur di boxs bayi,
" damai nya melihat mu tidur nak.. " ucap Bram melihat juna sedang tertidur
" ya.. damai ..tapi asal mas tahu, uuhhh semenjak juna bisa berjalan dia tidak mau diam, dan dia tidak mau sama mbak nya, maunya sama mamanya saja " ucap Wina seolah bercerita tentang kelelahan nya, Bram hanya tersenyum dan membalikkan badan Wina lalu memijit pundak Wina,
" iya aku tahu kamu sangat kelelahan, bagaimana pijitan ku.. sudah mendingan " tanya Bram yang masih memijit pundak dan punggung Wina,
" mas.. juna mas.. " ucap Wina pada Bram agar mendiamkan juna, Wina pun menghampiri bianca dan abi
" astaga.. kenapa adik mu bisa seperti itu " ucap Wina gemas dan ingin tertawa melihat bianca penuh lembur di tubuh nya
" caca ikut main bola ma di lapangan di kampung sebelah, dan dia terjatuh di lumpur karena habis hujan " jawab abi sedikit takut tapi Wina malah tertawa melihat bianca Bram pun tak kuasa menahan tawa sedari tadi dan ikut tertawa,
" astaga, kamu perempuan kenapa main bola " ucap Wina dan membawa bianca ke kamar mandi dekat ruang makan dan menyuruh asisten rumah tangga nya untuk membersihkan lumpur di lantai bekas jejak bianca dan abi
__ADS_1
" abi bersihkan badan mu di kamar mandi didapur belakang, " perintah Wina pada abi
" baik ma.. " jawab abi singkat
" mama marah.. ? " tanya bianca takut
" tidak sayang.. untuk apa mama marah, toh kamu sudah begini " ucap Wina sedikit tertawa.
" eum.. jadi besok boleh main bola lagi di kampung sebelah " tanya bianca,
" ya tentu saja boleh, tapi jika pulang seperti ini jangan langsung masuk ke rumah ya, bersihkan dulu badan mu di tempat cuci mobil lalu masuk lewat pintu samping ok.. " ucap Wina lembut dan sudah selesai memandikan bianca.
setelah selesai bianca langsung ke kamar nya dan Menganti bajunya sendiri, sedang Wina menghampiri Bram yang masih menggendong juna dan berusaha menidurkan juna.
" anak anak yang lain mana sayang " ucap Bram, karena belum melihat ke empat anak nya
" si kembar, bayu dan banyu masih di tempat les, putri sama putra, pergi Ke perpustakan.
" eum.. baiklah ayo ke kamar " ajak Bram dan masih menggendong juna
" ngapain mas.. " tanya Wina
" sayang.. mas mau mandi, memangnya mau apa? " jawab Bram melihat Wina heran, Wina hanya menyunggingkan senyum nya dan mengikuti langkah Bram menuju kamar
__ADS_1
🔹🔹🔹🔹🔹
Terima kasih😘💕