
kamar hotel syasa
kruuuukk... suara perut syasa.. dewa pun melihat syasa dengan tatapan heran.
dewa: " apa kamu belum memberikan makan cacing mu haha "
syasa: " aku belum makan apa pun semenjak berangkat ke Jepang.. "
dewa: " ayo kita turun.. kita makan sesuatu, aku juga meninggalkan makan malam ku saat aku mendengar kabar jika kamu ada Jepang "
syasa: " kita pesan saja, aku malas untuk turun "
dewa: " baik lah.. kamu mau makan apa "
syasa: " ramen saja.. " tersenyum
dewa: "Baik lah " sembari mengacak rambut syasa
Bryan pun mengambil gagang telfon, dan menghubungi pegawai hotel dan memesan makanan nya. tak lama makanan mereka pun datang,Bryan dan syasa pun makan bersama, mereka saling bercanda, saling melempar senyum, tak lama mereka pun selesai makan.
dewa: " sya.. apa Bryan juga datang ke acara besok pagi "
syasa: " jangan sebut namanya lagi di depan ku, dan jika besok bertemu dengan nya, lebih baik aku menghindar, aku masih sakit hati dengan nya, " dewa pun menarik lengan syasa dan merangkul nya
dewa: " apa kamu ingin aku menghajar nya " bisik dewa
syasa: " apa kamu ingin membuat keributan " menatap dewa, tatapan mereka saling menyatu, dewa melihat bibir syasa lalu kembali melihat tatapan syasa, dewa memegang dagu syasa dan berlahan mengecup lembut bibir syasa, syasa pun membalas nya. dan memegang rahang dewa. mereka saling memejamkan matanya, tak Lama dewa menyudahi ciuman nya dan melihat syasa yang masih memejamkan matanya
dewa: " sya.." sembari mengusap lembut pipi syasa, syasa lalu membuka matanya
syasa: " kamu melakukan nya dengan sangat lembut dan rasa ramen haha "
dewa: " haha.. kamu bisa saja, memangnya kamu menginginkan rasa apa, "
syasa: " rasamu.. " tersenyum dan menghambur di dada dewa
dewa: " malam ini apa aku boleh tidur di sini "
syasa: " apa..? "
__ADS_1
dewa: " em..maksud ku aku tidur di sofa ini "
syasa: " apa seorang Sadewa balder tidak bisa membayar kamar hotel "
dewa: "aku ingin didekat mu "
syasa: " kamu berlebihan dewa, " tersenyum,
syasa: " baik lah.. aku akan meminta pada petugas hotel untuk mengantarkan selimut tambahan untuk mu "
syasa pun menghubungi petugas hotel untuk mengantarkan selimut tambahan untuk nya. tak lama petugas hotel mengantarkan selimut untuk syasa.
syasa: " dewa ini selimut untuk mu, segera lah tidur ini sudah larut malam " sembari memberikan selimut untuk dewa,
dewa: " Terima kasih.. " tersenyum lalu syasa pun menuju tempat tidur nya dan berbaring. tak lama mereka tidur.
saat menjelang pagi dewa sayup-sayup mendengar syasa mengigau , menyebut sang oma
syasa: " oma.oma..oma jangan pergi.. " syasa pun meneteskan air mata nya, dewa pun langsung menghampiri syasa dan mencoba membangunkannya,
dewa: " sya.. syasa.. bangun.. Hai.. kamu mimpi apa.. " mengguncang tubuh syasa,
syasa: " dewa.., oma dewa.. "
dewa: " kenapa.. kamu mimpi apa " sembari melepas pelukan syasa
syasa: " oma pergi wa.. oma pergi bersama opa " air mata syasa semakin deras
dewa: "itu hanya mimpi sya.. tenang lah.. jangan menangis, "memeluk syasa kembali
syasa: " sekarang jam berapa ? apa sudah masuk subuh? "
dewa: " iya.. ayo bangun lah.. " syasa pun bangun dan mempersiapkan dirinya untuk shalat subuh bersama dewa, setelah selesai syasa membuka tirai jendela.
dewa: " sya.. masih pagi matahari belum terlihat kenapa tirai nya kamu buka "
syasa: " aku sudah terbiasa dewa, mama selalu mengajarkan ku bangun pagi dan membuka tirai jendela " sembari berjalan menghampiri dewa yang sedang duduk di sofa
dewa: " seperti nya aku harus membiasakan kebiasaan di keluarga mu " sembari tersenyum dan mengambil ponsel di meja nya. dewa pun menghubungi Reyhan sedang kan syasa membuat kopi cappucino kesuksesan dewa
__ADS_1
dewa: " hallo Reyhan.. "
Reyhan: " em.. siapa.. pagi pagi sekali sudah menganggu ku " tanpa melihat layar ponsel
dewa: " ini tuan mu..dewa, "
Reyhan: " ah.. maaf tuan.. maaf, ada yang bisa saya bantu tuan "
dewa: " antarkan setelan kemeja ku untuk acara nanti "
Reyhan: " antarkan kemana tuan "
dewa: " di hotel tempat nona syasa menginap, langsung saja antar ke kamar nona syasa"
Reyhan: " hah.. jadi tuan satu kamar dengan nona syasa. jadi..? "
dewa: " astaga Reyhan..kamu jangan berfikir mesum, aku tidak berbuat macam macam "
Reyhan: " ah.. maaf tuan.. kalau begitu saya akan secepatnya mengantarkan setelan kemeja tuan "
dewa: " ya.. cepat lah.. " dewa pun menutup panggilan nya
dewa: " astaga.. kenapa aku mempunyai asisten seperti dirinya haha "
syasa: " siapa..? "
dewa: " Reyhan.. asisten ku "
syasa: " oh.. em.. dewa ini kopi cappucino kesukaan mu " syasa pun meletakkan gelas di meja .
dewa: " Em.. Terima kasih, aku serasa mempunyai istri haha "
syasa: " dewa.. " tersenyum malu
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1