Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 13


__ADS_3

acara wisuda syasa pun tiba dan Bryan pun sudah 5 hari menjadi asisten syasa,dan hubungan nya pun berjalan lancar,dan nampak biasa saja karena mereka sepakat untuk bersikap seperti layak nya tuan dan majikan saat di rumah dan di kantor ,


di rumah pak Herman pun begitu riuh karena anak anak Wina dan Bram ikut serta,apa lagi si kembar bayu dan banyu, tidur bersama Bryan.


syasa: " Bryan.. apa bayu dan banyu sudah selesai bersiap siap


Bryan: " masuk lah.. dan lihat lah mereka.. " syasa pun masuk ke kamar Bryan


syasa: " good job boy.. sudah keluar lah biarkan Bryan juga bersiap siap, dan Bryan ini kemeja batik untuk mu, " si kembar pun keluar dari kamar


Bryan: " Terima kasih.. " tersenyum dan mengenakan kemeja batik pemberian syasa


Bryan: " apa kamu tidak mau mengancing kan kemeja kekasih mu ini " bisik Bryan pada syasa


syasa: " Bryan.. jangan berlebihan saat di rumah, cepat kenakan, aku juga akan bersiap siap " tersenyum dan keluar dari kamar Bryan


syasa pun bersiap siap ia mengunakan kebaya yang senada dengan Bryan dan keluarga, semua pun sudah menunggu syasa dan Bryan turun,


Bram: " kenapa mereka berdua lama " melihat jam tangan nya


Wina: " putri panggil kan kakak mu, "


putri: " baik ma... " putri pun hendak naik tangga namun syasa sudah berdiri ujung anak tangga dan mulai menuruni tangga tak lama Bryan pun menyusul menuruni tangga "


para orang tua dan adik adik hanya melihat syasa dan Bryan yang begitu serasi


Bianca: " kakak dan kakak Bryan seperti suami istri hihihi.."


syasa: " caca..!! melotot ke arah Bianca , Bryan hanya Berpura pura tidak mendengar

__ADS_1


Bram: " ayo.. kita semua berangkat "


Bryan syasa, bu dita, dan pak Herman satu mobil, sedangkan rombongan Bram satu mobil di mobil lain nya


Bryan: " opa.. oma sudah siap.. "


Herman: " siap.. " tersenyum


syasa: " ayo jalankan mobil nya, papa sudah semakin jauh " Bryan pun melihat syasa dari kaca mobil, karena syasa duduk di belakang kemudi bersama bu dita sedangkan pak Herman duduk di sebelah Bryan


sepanjang perjalanan Bryan sesekali melihat syasa dari kaca mobil, dan tersenyum sedangkan syasa tak memperdulikan kan nya, karena syasa sengaja berlaku acuh agar tak di ketahui oma opa nya walapun ia tahu jika Bryan melirik nya


sesampainya di perkiraan, rombongan Bram dan syasa pun memasuki ruang auditorium kampus tempat di mana acara di mulai,


syasa pun bergabung dengan teman teman nya, sedangkan rombongan nya duduk di tempat yang sudah di sediakan, sedangkan Bryan mengabadikan momen tersebut.


Wina: " mas.. apa itu putri kita, ini seperti mimpi " mengusap air mata nya


Bram: " iya.. syasa putri kita, syasasudah dewasa sayang ..lihat lah.. " merangkul Wina dan tersenyum


hingga akhir nya acara pun selesai dan mereka semua pun berkumpul di pelataran auditorium kampus, dan berfoto bersama, tak ketinggalan sahabat syasa yaitu Sinta


Sinta: " syasa ayo kita foto bersama, "


syasa: " boleh ayo.. ini untuk menjadi kenangan kita nanti " tersenyum


syasa pun mendekati Bryan dan meminta tolong untuk memfoto dirinya dan Sinta


syasa: " Bryan tolong foto kami berdua "

__ADS_1


Bryan: " ok.... " tersenyum .. Bryan pun memotret mereka,


Sinta: " ok.. sekarang giliran kalian berdua " merebut kamera dari tangan Bryan


syasa: " em.. " melirik Bryan dan Bryan hanya tersenyum


syasa dan Bryan pun berpose bersama, dan nampak mesra. Bram dan Wina hanya memandang dari kejauhan..


Bram: " mas merasa mereka sedang jatuh cinta "


Wina: " dari mana mas tau "


Bram: " dari sorot mata mereka berdua "


Wina: " syasa masih 18 tahun mas "


Bram: " jatuh cinta tidak memandang usia sayang, dan mereka hanya berbeda usia 7 tahun "


Wina: " anak muda jaman sekarang.. huh.. entah lah.. "


Bram: " kita juga pernah muda sayang "


kini adik adik syasa pun ikut berfoto bersama


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2