Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 98


__ADS_3

"sayang maaf aku terlalu lama meninggalkan mu " ucap dewa saat baru sampai. lalu mengecup kening syasa


" tidak apa apa, aku mengerti " ucap syasa lalu tersenyum


" ini aku belikan buah pesanan mu, " ucap dewa


" eum.. iya tolong kupaskan untuk ku " ucap syasa


" ini ada buah apel dari siapa? " tanya dewa


" itu tadi pagi waktu kamu keluar, Bryan datang menjenguk ku, dan dia membawakan buah apel " ucap syasa Santai


" dari mana dia tau kamu di rumah sakit " tanya dewa sedikit cemburu


" siapa lagi kalau bukan dari putri kesayangan mu, " ucap syasa


"ah sudah lah.. eum.. bagaimana apa masih mual? " tanya dewa duduk di kursi di samping syasa dan sedang mengupas apel untuk syasa


" Hai.. kamu cemburu..? " tanya syasa mengangkat dagu dewa lalu tersenyum


"eum.. sedikit " jawab dewa lalu melanjutkan mengupas apel,


" dewa kemari aku mau membisikkan sesuatu, " ucap syasa menarik pergelangan tangan dewa, dewa pun memajukan wajahnya, lalu syasa bukan nya membisikkan sesuatu melainkan mengecup bibir dewa, dan tersenyum


" aku suka jika kamu cemburu " ucap syasa lalu mengusap lembut pipi dewa


" kamu memang tidak pernah bisa membuat ku marah sayang " jawab dewa lalu mencium kening syasa. dan mereka berdua pun tersenyum


" dewa tanyakan pada dokter kapan aku bisa pulang, aku sangat merindukan laras" ucap syasa sambil menerima potongan buah apel dari dewa

__ADS_1


" iya, nanti aku tanyakan, " jawab dewa lalu tersenyum.


🔸


" astaga.. kenapa aku teringat perlakuan syasa pada tadi pagi " ucap Bryan lirih lalu menyandarkan punggungnya di sofa kamar nya dan memejamkan matanya


" tok tok " suara pintu di ketuk


" permisi tuan ada yang ingin bertemu dengan anda " ucap asisten rumah tangga Bryan


" siapa? " ucap Bryan dingin tanpa ekpresi


" tuan dicky " ucap orang tersebut


" ya aku akan menemuinya " jawab Bryan lalu bangkit dari duduknya dan keluar kamar dan menemui dicky


" maaf tuan, saya diperintah tuan dewa untuk menyampaikan ini "jawab dicky dan menyerahkan dokumen, lalu Bryan pun menerima dan membacanya


" kontrak kerja sama? " tanya Bryan


" iya tuan.. untuk lebih lanjutnya tuan bisa tanyakan langsung pada tuan dewa, beliau sendiri yang akan menjelaskan nya "


" baiklah.. akan aku pikirkan " jawab Bryan


"kalau begitu saya permisi tuan, Sudah malam" pamit dicky lalu berdiri, Bryan pun berdiri dan mereka saling bersalaman.


🔸


" kenapa susah sekali botol ini di buka" grutu bianca sambil membuka botol air minum nya, reza yang melihat pun menghela nafas panjang pasal nya sedari tadi reza sudah berniat menolong untuk membuka botol nya namun bianca menolak karena masih kesal dengan sikap reza

__ADS_1


" sini " ucap reza lalu merebut botol minuman bianca dan membuka nya, bianca pun hanya menatap nya kesal


" ini.. minum lah dan ayo segera pulang, ini sudah larut malam " ucap reza, bianca hanya merebut botol tersebut secara kasar


" hem.. " jawab bianca singkat lalu meminum minuman nya kemudian bianca melangkah menuju mobil dan meninggal reza begitu saja, reza yang melihat menggelengkan kepala nya lalu menyusul langkah bianca menuju mobil


" pak rudi jalan pak "ucap reza saat sudah berada di dalam mobil.


" pak rudi kira kira berapa lama perjalanan? " tanya bianca


" dua sampai tiga jam nona " jawab pak rudi sopan


" baiklah aku mau tidur, reza bangunkan aku jika sudah sampai rumah " ucap bianca yang langsung mengambil bantal yang ia letakan di belakang kursi mobil tempat ia duduk , lalu meletakkan bantal tersebut dipangkuan reza ia pun tidur dipangkuan reza tanpa permisi, great yang melihat tingkah bianca pun hanya tersenyum.


" reza mana tangan mu " ucap bianca menarik pergelangan tangan reza dan memegangnya seperti guling. reza hanya menurut saja, selang beberapa menit bianca pun terlelap tidur dipangkuan reza serta memegang pergelangan tangan reza


" za.. awas takutnya nona caca ketergantungan dengan diri mu " ucap pak rudi tiba tiba


" tidak mungkin lah pak, tugas saya tinggal satu setengah tahun lagi , nanti jika dia masuk SMA saya sudah tidak menjaga nya dan saya kembali mengajar sekolah bela diri, dia bersikap seperti ini karena dia memang manja, "


" tidak ada yang tidak mungkin za... " jawab pak rudi lalu tersenyum


" bapak bisa saja " jawab reza lalu tersenyum dan melihat wajah polos bianca yang tertidur lelap.


🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2