
villa
" wow.. pemandangan yang bagus," ucap dewa saat ke luar dari mobil dan melihat ke arah villa dan sekeliling nya lalu berdiri di depan mobil di susul syasa
" kamu pintar memilih lokasi, bukit ..tapi langsung menghadap pantai, so.. beutiful " ucap dewa terpesona dengan pemandangan sekeliling
" sebenarnya dulu.. sebelum aku mengenal Bryan aku ingin membuat resort komersil di sini, karena lokasi nya tergolong menjanjikan " ucap syasa mengenang
" setelah aku mengenal Bryan, diam diam aku membuat vila ini menjadi villa pribadi ku tanpa sepengetahuan opa dan oma,karena oma juga tidak tau jika aku membeli bukit ini , dengan maksud jika nanti aku menikah aku ingin menghabiskan waktu weekend disini dengan nya , tapi setelah aku kembali dari London, kenyataan berkata lain, Bryan menikah diam diam dengan ibu dari anaknya " ucap nya sembari tersenyum kecut
" setelah aku dan Bryan memutuskan tali pertunangan, aku fokus bekerja dan melanjutkan pembangunan villa, setahun kemudian, aku bertemu dengan mu lagi, dengan cara tak terduga dan kemudian menikah tiba tiba dengan mu, " ucap syasa menerawang mengingat kisahnya
" jadi intinya kamu mempersiapkan villa ini untuk Bryan " tanya dewa penasaran
" iya.. itu dulu ,saat aku berangan angan menjadi istri nya tapi sekarang tidak lagi , villa ini untuk kita, aku ingin mengukir kenangan indah di villa ini bersama mu " ucap syasa dan mencium pipi dewa
" aku mencintaimu dewa, hanya mencintai mu " ucap syasa lembut dan memeluk dewa dengan sangat erat.
" aku lebih mencintai mu sayang " jawab dewa sembari membalas pelukan syasa
" ayo kita kesana " ucap syasa mengajak dewa menuju villa yang tinggal 5% lagi selesai.
mereka pun masuk halaman Villa yang cukup luas. villa yang bernuansa klasik moderen adalah pilihan syasa, dengan catatan warna putih dipadukan gold menambah kesana elegan .
" selamat pagi nona " ucap kepala mandor bangunan setelah melihat syasa datang dan menghampiri nya
" pagi.. bagaimana pak, berapa lama lagi finish. " ucap syasa
" mungkin 3 minggu sudah bisa di tempati nona, furniture juga sudah di masukan semua, tinggal merapikan cat bagian depan, tapi untuk bagian dalam sudah finish semua dan Rapi. " jawab kepala mandor menjelaskan
" ok.. aku berharap 2 minggu sudah selesai, tolong di percepat, karena aku ingin mengadakan pesta pernikahan ku disini "
" baik nona, akan saya usahakan sesuai permintaan nona " ucap kepala Mandor
__ADS_1
" oh ya pak.. perkenalkan ini suami saya, kami sudah menikah satu bulan lalu " ucap syasa memperkenalkan dewa
" hallo tuan, saya anton, mandor di sini " ucap kepala Mandor memperkenalkan diri
" dewa " jawab dewa ramah
" oh ya nona, nona sudah di tunggu tuan bani di dalam " ucap kepala Mandor
" ah ya pak.. Terima kasih, kalau begitu saya masuk kedalam " ucap syasa tersenyum, tiba tiba ia melihat pohon yang tak jauh dari villa nya
" pak.. tolong pohon itu di tebang dan ganti pohon mangga saja " ucap syasa sembari menunjuk pohon akasia
" kenapa sayang.. itu nanti bisa buat bermain anak anak " ucap dewa
" tidak dewa aku mau pohon itu di tebang , itu banyak kenangan ku bersama Bryan, aku ingin yang berhubungan dengannya hilang dari hidup ku, kecuali kerja sama perusahaan ku dan perusahaan nya " ucap syasa sembari menatap dewa meminta pengertian
" tebang sekarang, untuk kayunya terserah mau di apakan, lalu ganti dengan pohon mangga dan itu lebih bermanfaat " ucap nya pada kepala Mandor
" baik nona " jawab kepala Mandor, lalu syasa dan dewa pun masuk kedalam
" Hai sya.. apa kabar, " jawab beni dan memeluk syasa sekilas
" baik om.. om bagaimana kabar nya ? " tanya syasa balik dan melepas pelukan beni
" seperti yang kamu lihat, sehat, segar bugar " jawab beni diiringi tawa kecil
" oh ya om.. ini suami syasa Sadewa dan dewa ini om beni, rekan bisnis papa. om beni ini Arsitek yang mendisain villa ini " ucap syasa memperkenalkan
" dewa om.. " ucap dewa dan mengulurkan tangan nya dan di sambut beni
" yah.. aku tau banyak tentang dewa dan hubungan kalian dari papa minta Bram " jawab beni dewa hanya tersenyum
" oh ya, ayo om tunjukkan kamar mu dan ruangan lainnya, " ajak beni, untuk melihat ruangan dan mereka pun berjalan menuju lantai atas
__ADS_1
" nah ini kamar kamu, , interior nya sudah om sesuaikan seperti permintaan mu, dan lihat view nya dari jendela, langsung menghadap Laut dan jendela bagian sini menghadap kolam renang, " ucap beni menjelaskan, syasa dan dewa hanya melihat takjub karya beni
" wow om... perfect " jawab syasa takjub
" di atas ini kamar nya ada 4, tapi kamar kamu saja yang luas , yang lainnya standar, untuk kamar di bawah ada 7 sesuai permintaan mu, om tau kamu pasti memikirkan adik adik mu " ucap beni
" om bisa saja, padahal mereka jarang tidur di kamar, yah seenggaknya kakaknya ini sudah menyiapkan " jawab syasa di iringi gelak tawa
" ok.. kalau begitu om pamit, om masih ada janji dengan klien baru, mari dewa " pamit beni dan dewa hanya tersenyum
" iya om.. hati hati " Jawab syasa
" ok , jika ada yang kurang, hubungi om " jawab beni , beni pun langsung meninggalkan dewa dan syasa.
" hem.. kamar ini akan menjadi kamar pengantin kita " ucap syasa pada dewa saat Beni sudah pergi
" jadi kamu serius ingin resepsi di sini " tanya dewa
" iya aku ingin acara resepsi kita hanya keluarga saja menghadiri dan beberapa rekan bisnis yang benar benar penting saja, dan aku mau acaranya out door , karena di atas bukit dan menghadap ke laut, itu pasti akan sangat romantis " jawab syasa ber angan.
" yah.. kamu boleh menentukan pesta keinginan mu " ucap dewa sembari memeluk syasa yang berdiri di dekat jendela yang mengarah ke laut
" dewa aku ingin makan roti bakar ku " ucap syasa yang teringat roti bakar yang ia bawa di tas nya, lalu ia membuka tasnya yang ia letakan di tempat tidur.
" hem.. roti bakar buatan mbok Titin emang paling enak " ucap syasa saat sudah memakan roti bakar nya dengan lahap nya, dewa yang melihat pun menjadi heran karena tidak biasanya ngemil di jam menjelang makan siang "
" pelan pelan sayang makan nya, aku tidak akan meminta nya " ucap dewa sembari tersenyum, syasa pun hanya tersenyum sembari mengunyah roti nya
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote like komen
Terima kasih
__ADS_1
mohon maaf jika author tidak membalas komenΒ² nya ya, bukan nya gak mau balas, atau sombong,atau gimana,tapi terkadang setelah author up,author langsung melanjutkan aktivitas, ngurus anak, ngurus mertua dan kerjaaan lainnya ( duh jadi curhat , ketahuan author nya satu rumah sama bumer π) ya karena bumer author sudah tidak bisa beraktivitas seperti orang biasanya , semua harus di bantu dan di layani, alhamdulillah author ada adik ipar yang super baik kami saling membantu mengurus beliau ( nah kan malah curhat π) tapi ketahuilah author seneng bgt setiap episode ada yang komen, dan maaf jika ketikan author banyak yang typo, dan Terima kasih banyak sudah mengingatkan, jadi author bisa perbaiki ππ
salam hangat dari author ππππππ