Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 90


__ADS_3

satu tahun kemudian..


" laras... " panggil dewa lembut pada putri kesayangan nya, yang sedang bermain di lantai di ruang keluarga bersama syasa, bocah kecil itu pun merangkak mendekati dewa


" anak papa.. kesayangan papa.. kamu mengemaskan sayang.. " ucap dewa saat sudah memangku laras dan menciumi pipinya yang chubby.,


" pa..pa.. " ucap laras terdengar samar dan membuat dewa antusias ingin mendengarnya lagi


" hah.. ayo ucapkan lagi.. pa.. pa.. " ucap dewa mengajari anak nya


" pa.. pa.. " ucap laras dengan sangat lucunya


" dewa anak kita sudah bisa menyebut kata papa " ucap syasa tidak percaya


" ma.. ma.." ucap laras, sontak dewa dan syasa pun saling memandang,


" kata kata ini yang aku tunggu.. " ucap syasa yang langsung mencium anak nya


" eum.. seperti nya aku ingin memberi nya seorang adik. " ucap dewa yang mengoda syasa.


" dewa.. astaga.. anak mu masih kecil " ucap syasa yang menebar matanya, dan tersenyum


" sayang, usia ku sudah 30 lebih, aku ingin sebelum usia 35 tahun sudah mempunyai 2 atau 3 anak dari mu "


" usia mu masih muda sayang tunggu 2 atau 3 tahun lagi, kita program bayi kembar laki laki eum.. bagaimana, seperti mama program bayi kembar banyu dan bayu, " jelas syasa


" ide bagus.. , aku sudah tidak sabar ingin mempunyai bayi laki laki dari mu, " ucap dewa yang langsung mencium kening syasa, syasa yang merasa sangat di inginkan dewa menjadi ibu dari anak anak nya hanya tersenyum manis, dia tidak menyangka dewa sangat mencintai nya, tak lama suara bel rumah terdengar, mbok Titin yang juga mendengar pun langsung membuka pintu nya, dan mempersilahkan masuk sang tamu,


" nona.. tuan..ada tamu.. " ucap mbok Titin memberitahu syasa dan dewa


" siapa mbok.. " ucap syasa


" eum.. itu nona.. eum..tuan Bryan dan juga anak istri nya "


" apa..? " ucap syasa terkejut dan memandang dewa


" untuk apa dia datang kemari, " ucap syasa kesal


" sudah ayo kita temui, mungkin ada sesuatu yang ingin ia sampaikan, "

__ADS_1


" tapi dewa..? "


" ssstttt.. dia kemari bersama istri nya, mungkin ada niatan baik dari nya, jangan emosi terlebih dahulu " ucap dewa berusaha meredam emosi syasa,


" kamu terlalu baik dewa " ucap syasa sedikit kesal.


" ayo kita temui mereka " ucap dewa yang tersenyum ke arah syasa dan mengusap pipi nya. syasa dan dewa pun menemui Bryan, dewa pun menggendong laras


" ada perlu apa kamu datang kemari " ucap syasa ketus " saat sudah sampai di ruang tamu Bryan dan sasmi pun berdiri


" sayang.. " ucap dewa pada syasa agar syasa tidak emosi


" eum.. maaf mungkin kedatangan ku mengganggu keluarga kalian , " ucap Bryan


" duduk lah.. dan katakan ada perlu apa kalian datang kemari " ucap dewa seramah mungkin , mereka pun duduk


" dewa.. aku datang kemari untuk meminta maaf soal kejadian di villa " ucap Bryan penuh penyesalan


" hanya itu, jika hanya itu aku sudah memaafkan mu, tapi jika terulang lagi, aku tidak segan segan menghabisi mu " ucap dewa memperingati.


" maaf tuan, eum.. sebenarnya saya yang meminta Bryan kemari karena saya ingin berbicara berdua dengan nona syasa " ucap sasmi. " apa nona bersedia berbicara berdua dengan saya? " ucap nya lagi


" bicaralah, kenapa harus berdua, ? " ucap syasa yang tidak ada senyum sama sekali.


" baiklah.. , dewa tolong bawa laras ke dalam " ucap syasa pada dewa agar anak nya di bawa masuk kedalam


" baiklah.. Bryan sebaik nya kamu ikut dengan ku, bawa anak mu, biar bermain di dalam " ucap dewa pada Bryan agar mengajak anak nya Siena dan bian bermain bersama laras,


" apa yang ingin kamu bicarakan " tanya syasa santai


" nona, saya minta maaf, secara tidak langsung saya dulu merebut kebahagiaan nona dengan Bryan, saya tiba tiba hadir di saat kalian ingin merencanakan pernikahan, " ucap sasmi penuh penyesalan


" sasmi, aku sudah melupakan itu semua, dan sekarang aku bahagia dengan suami ku dan juga anak ku, " jelas syasa


" ada hal yang harus nona tahu, sebenarnya bian bukan lah anak kandung Bryan, saya hanya memanfaatkan nya karena saya dan Bryan dulu pernah melakukan kesalahan " ucap sasmi yang sudah berlinang air mata


" apa.. ? " jawab syasa terkejut dan matanya sudah berkaca kaca,


" kamu tega sasmi, dulu aku sangat mencintai nya, amat sangat mencintai nya, dan kamu merusak semua nya, kamu tega sesama perempuan " jelas syasa tanpa sadar menetes air mata nya

__ADS_1


" tapi sudah lah.. aku sudah tidak ada rasa apa pun pada nya, " ucap syasa yang sudah menghapus air matanya, " aku menangis karena sakit hati telah dihianati dan di bohongi Bryan, di tambah apa yang barusan kamu katakan " jelasnya lagi


" apa Bryan mengetahui jika bian bukan darah daging nya? " tanya syasa


" sudah.. awalnya dia marah besar, tapi dia mencoba untuk menerima nya dan ikhlas menerima ku karena demi Siena "


" saya meminta maaf pada nona karena saya tidak pernah tenang selama menjalani rumah tangga dengan Bryan , saya sangat bersalah dengan anda nona " jelas sasmi penuh dengan penyesalan. " maafkan saya " ucap sasmi yang sudah berlutut di hadapan syasa


" sudahlah sasmi, kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing, kamu tidak perlu khawatir kalau aku akan kembali dengan Bryan, itu tidak mungkin, karena aku sangat mencintai suami ku dewa, , aku memaafkan mu, bangun lah.. " ucap syasa meyakinkan sasmi


" Terima kasih.. anda sangat baik nona, tuan dewa sangat berutang memiliki istri seperti anda " jawab sasmi. syasa pun hanya tersenyum


" saya sekarang bisa tenang untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan Bryan nona " ucap sasmi, " kalau begitu kami permisi, maaf sudah mengganggu istirahat nona dan tuan dewa " ucap nya lagi, syasa hanya tersenyum dan melihat dewa dan laras, lalu berjalan ke ruang keluarga di ikuti sasmi


" mas.. sebaiknya kita pulang, " Ucap sasmi mengajak Bryan pulang.


" mama.. bian masih ingin main " ucap bian yang tidak ingin pulang


" sayang.. kita pulang ya, kasian opa sendiri di rumah eum.. " ucap sasmi


" mama.. " Rengengek bian


" Hai.. siapa nama mu " ucap syasa pada bian sembari mensejajarkan tingginya pada bian


" bian tante.. " ucap bian lembut


" ini untuk mu, dan kamu harus janji menemani opa ridwan di rumah, kasian opa eum.. " ucap syasa pada bian selembut mungkin dan memberikan mainan laras pada bian


" baik tante.. Terima kasih, bian janji akan menemani opa " ucap bian kegirangan dan mencium pipi syasa


" anak baik.. " ucap syasa dan tersenyum sembari mengusap lembut Kepala bian dan tersenyum


" syasa.. maafkan aku, maaf.. kamu memang pantas bersanding bersama dewa " ucap Bryan dalam hati dan tersenyum melihat bian dan syasa.


" ayo kita pulang " ucap Bryan pada Siena dan bian


Bryan dan sasmi pun berpamitan dan bersalaman dengan syasa dan dewa, kini sasmi tidak lagi di hantui perasaan bersalah.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote, like, komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2