
kediaman syasa
" nona ..tuan.. ini contoh kartu undangan dari WO kami " ucap pemilik WO
" ok.. kamu mau yang mana sayang " ucap dewa pada syasa yang sedang makan buah mangga
" em.. yang ini, simple tapi elegan " ucap syasa menujuk salah satu kartu undangan yang ia minati
" Rani.. aku minta dekorasi sederhana tapi terkesan mewah , aku tidak mau macam macam. dan aku minta acaranya pagi sampai sore saja, karena ini hanya resepsi dan aku sudah menikah sebulan lebih yang lalu, dan aku sudah mengandung, jadi aku tidak mau terlalu lelah , dan jangan banyak acara acara yang tidak penting, aku hanya mengundang kolega penting ku saja dan keluarga besar ku dan keluarga besar suami ku " ucap syasa panjang lebar hingga dewa memandangi nya dan tersenyum gemas dan Rani pemilik WO sedikit sulit mencerna kata kata syasa yang tanpa jeda
" dewa kenapa kamu melihat ku seperti itu " ucap syasa saat kedapatan suaminya memandangi nya dengan tatapan mengemaskan
" kamu cerewet dan itu mengemaskan bagi ku " ucap dewa lalu mencium pipi syasa,
" em.. nona apa itu saja " ucap Rani
" iyah itu saja dan untuk alamat lokasinya nanti aku kirim lewat pesan saja. " ucap syasa santai
"baik.. kalau begitu saya permisi nona, tuan dan nona dan tuan adalah pasangan yang sangat serasi dan romantis, " ucap Rani pamit dan memuji
" yah.. Terima kasih Rani, jangan memuji seperti itu, " ucap syasa malu
__ADS_1
" mari nona tuan " pamit Rani, syasa dan dewa hanya tersenyum
" sayang.. kamu pernah menawari ku untuk menggantikan posisi mu di perusahaan apa itu masih berlaku? tanya dewa saat Rani sudah keluar dari ruang tamu
" yah... kenapa apa kamu mau ? " tanya balik syasa
" setelah aku pertimbangkan dan aku bicarakan dengan papa mu dan juga Reyhan dan papa ku, aku akan menanam saham di perusahaan mu sebesar 50% dari saham mu, tapi pihak pertama tetap diri mu sayang aku hanya mengelola nya , aku tidak mau kamu terlalu lelah, di kantor dan aku ingin kamu fokus untuk kehamilan mu, dan diri ku saja " ucap dewa menjelaskan
" ok.. nanti kita buat perjanjian nya bagaimana semestinya, setelah acara resepsi kita selesai, dan dewa Terima kasih, aku memang ingin pensiun dini dari rutinitas ku di kantor, aku ingin seperti mama mu yang fokus mengurusi papa mu dan anak anak " ucap syasa, lalu memeluk dewa
" dewa aku mencintaimu, sangat mencintaimu " ucap syasa yang memandang wajah dewa lalu mencium bibir dewa
" aku mau banyak anak dari mu seperti mama mu " ucap dewa pada syasa
" kamu berlebihan dewa, aku hanya ingin tiga saja " ucap syasa dan mencubit hidung dewa
" kita lihat saja nanti " jawab dewa lalu tertawa
" dewa.. " ucap syasa manja lalu mereka saling berpelukan.
" dewa aku mau menelfon mama " ucap syasa lalu mengambil ponsel nya
__ADS_1
🔸
"mas.. syasa hamil.. " ucap Wina pada Bram saat Wina mengakhiri panggilan nya dengan syasa
" benarkah.. akhirnya aku akan di panggil opa " ucap Bram kegirangan
" dan aku akan di panggil oma, oma Wina " jawab wina antusias
" ternyata kita semakin tua sayang.. " ucap Bram lalu memeluk Wina dari belakang
" tua tua tapi mau punya anak lagi " ucap Wina di iringi tawa
" aku harap anak kita yang terakhir ini nanti laki laki sayang " ujar Bram
" dan aku akan menamakannya Arjuna, "
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih
__ADS_1