Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 37


__ADS_3

kediaman satya


Wina: " om.. mana syasa.."


satya: " ada di kamar, bersama Nindy, dua hari dia tidak keluar dari kamar nya, " Wina dan Bram pun langsung naik ke lantai atas dan menuju kamar syasa


Wina: " syasa..! wina dan Bram menghampiri syasa


syasa: " mama.. " memeluk Wina dan menangis


Wina: " apa yang sebenarnya terjadi hem.. " tangisan syasa pun semakin menjadi


Bram: " sayang.. katakan apa yang terjadi.. ? apa semua benar yang di katakan opa satya " duduk di sebelah syasa


Nindy: " jangan paksa syasa untuk bercerita Bram , win , biarkan dia meluapkan semua nya "


syasa : " iya pa.. apa yang di kata kan opa satya benar " kini syasa memeluk Bram,


syasa: " pa..dada syasa rasanya sesak pa.. sesak.. sakit pa.." semakin erat memeluk Bram dan tangisan pun semakin menjadi


Bram: " menangis lah.. biar hati mu lega " mengusap punggung syasa


syasa: " pa.. cinta sejati itu seperti apa, apa hanya kagum dengan paras saja atau sikap nya terhadap kita pa, aku mencintai Bryan karena dia tampan dan perlakuan manis nya pada ku, " masih meneteskan air matanya


Wina: " menurut mu? " tangisan syasa pun makin menjadi


Bram: " kamu masih terlalu muda sayang.. " memeluk syasa


syasa: " tindakan dewa terhadap ku, artinya apa pa.. "


Bram: " dewa sangat mencintai mu sya, walaupun kamu tidak membalas nya, itulah cinta sebenarnya, cinta tanpa syarat, "


syasa: " artinya..apa aku harus membalas cinta dewa "

__ADS_1


Bram: " turuti kata hati mu " menujuk dada syasa


syasa: " Bryan.. ? "


Bram: " papa sudah mengatakannya turuti kata hati mu "


syasa: " dewa.. " tangisan syasa pun semakin menjadi hingga syasa tidak sadarkan diri


Bram: " ya Tuhan syasa.. " tubuh syasa terjatuh di pelukan papa nya


Wina: " mas baringkan syasa " Bram pun membaringkan syasa,


Nindy: " aku akan panggilkan dokter "


Wina: " tidak perlu kak, yang ia butuhkan dewa "


Nindy: " aku akan menghubungi dewa, " Nindy pun menyuruh satya untuk menghubungi dewa.


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Frans: " tuan.. apa anda membutuhkan sesuatu ?"


dewa: " tolong ambil kan saya minum aw.. sttt" menahan sakit di pundak nya karena tertembak


Frans: " baik tuan.. " mengambil kan air minum untuk dewa


dewa: " Frans apa mama papa tau jika aku kemarin malam menghabisi Richard,? "


Frans: " tidak tuan, hanya nona Agnes mengetahui nya


dewa: " semoga saja Agnes tidak menceritakan nya pada mama dan papa "


tiba tiba Agnes datang..

__ADS_1


Agnes: " berengsek kamu wa.. apa kamu mempunyai nyawa sembilan hah..! menampar lembut pipi dewa


dewa: " aw.. sakit Nes.. "


Agnes: " mau aku tambah hah..! gadis mana yang membuatmu gila, sehingga kamu mempertaruhkan nyawa mu yang hanya satu, kamu mau mati konyol hah.. "


dewa: " apa kamu tidak pernah merasakan jatuh cinta Nes.. "


Agnes: " sudah jangan membahas percintaan ku, yang tidak jauh beda dengan mu dengan merli, gadis rambut pirang menyebalkan "


tiba tiba ponsel dewa berdering, Frans pun mengambil kan untuk dewa


Frans: " tuan maaf.. tuan satya menelfon "


dewa: " ada apa om satya menelfon ku ?"


dewa: " hallo om.. "


satya: " dewa..syasa tidak sadarkan diri, dia menyebut nama mu "


dewa: " apa ? .. saya akan segera kerumah om.. "


dewa pun mencabut infus nya dan masih mengenakan pakaian rumah sakit, ia nekat menuju rumah satya demi syasa


Agnes: " dewa kamu gila hah.. kamu masih belum pulih "


dewa: " aku memang gila nes " turun dari brankar dan langsung menyambar kunci mobil dan berlari menuju parkir,


dewa tak menghiraukan luka nya yang mulai mengeluarkan darah kembali,


Agnes: " Frans ayo ikuti dewa " Agnes dan Frans pun mengikuti dewa


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή

__ADS_1


vote, like, komen


Terima kasihπŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2