Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 57


__ADS_3

seminggu berlalu, keluarga sanjaya dan keluarga Albert pun pulang ke London sedangkan satya pulang terlebih dahulu ke Surabaya, kerumah Reni dan doni


kini tinggal syasa dan dewa beserta asisten rumah tangga mereka yang menempati rumah almarhum Herman kusuma. dan seminggu itu pula dewa belum mendapatkan hak nya sebagai suami syasa, karena banyak gangguan dari adik adik syasa .


dan malam ini adalah kesempatan dewa karena sudah tidak ada lagi yang menganggu.di lihat syasa yang sedang sibuk di depan leptop nya karena sudah seminggu ia tidak masuk kantor, dan syasa mencoba menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin, ia sadar sekarang ia sudah Bersuami dan harus melayani suami nya apa pun itu,.


" sayang.. apa sudah selesai pekerjaan mu.. " ucap dewa dan menghampiri syasa yang duduk di sofa kamar nya lalu mencium tengkuk syasa " sebentar dewa, aku sedang meneliti pekerjaan ku " jelas syasa, sembari matanya masih memperhatikan leptop, lalu dewa pun duduk di sebelah syasa


" ok.. selesai.. " ucap syasa penuh kepuasan karena pekerjaan nya sudah selesai, lalu menatap dewa yang sedari tadi duduk di samping nya


" dewa aku tau kamu meminta hak mu? " ucap syasa pada dewa sembari mengusap lembut pipi dewa lalu syasa pun mengecup bibir dewa. " ya.. aku meminta hak ku sayang.. " jawab dewa sembari membopong syasa menuju tempat tidur,


" lakukan lah dewa aku milik mu, hanya milik mu " ucap syasa penuh cinta dewa pun langsung ******* bibir syasa begitu juga dengan syasa, tangan mereka tak tinggal diam, melepas semua yang ada di tubuhnya,


" apa kamu siap sayang.. ini akan terasa sakit.. " jelas dewa dalam hasrat nya yang memburu, " lakukan lah dewa " jawab syasa penuh hasrat


dewa pun tanpa aba aba langsung menyerah syasa, hingga permainan semakin panas dan dewa pun berhasil meminta hak nya, suara kesakitan syasa berubah menjadi suara desahan yang membuat sepasang pengantin ini terbakar api asmara , berulang kali syasa menyebut nama dewa itu semakin membuat dewa bergairah, karena perrtanda syasa menjadi milik nya dan dirinya lah yang diinginkan syasa tak lama permainan mereka pun berakhir


" dewa kamu membuat ku gila, " ucap syasa sembari memeluk tubuh dewa yang kekar


" aku lebih tergila gila pada mu sayang ternyata kamu menjaga nya, dan Terima kasih sudah memberikannya pada ku " jawab dewa

__ADS_1


"aku memang menjaganya untuk suami ku " jelas syasa dengan bangga sembari memberikan seulas senyum untuk suami nya, dewa pun mendaratkan ciumannya di kening syasa


" sudah ayo tidur.. " ajak dewa, " iya." sambung syasa, lantas mereka berdua pun tidur bersama ,


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


pagi hari.


"sya.. syasa sayang.. ayo bangun.. kita sudah melewatkan subuh kita.. " bisik dewa mencoba membangunkan syasa karena mereka melewatkan subuh nya


" em.. aku masih mengantuk dewa.. ini semua ulah mu meminta sampai tiga kali, " jawab syasa yang masih memejamkan matanya, dan dewa pun tertawa.


" astaga dewa.. aku tidak memakai apapun kenapa kamu membuka selimut nya


" aku sudah melihat nya semuanya sayang, jadi tidak perlu malu " jawab dewa sembari akan membopong syasa untuk ke kamar mandi


" lepaskan dewa jangan mengendong ku, aku bisa sendiri " ucapan nya dengan percaya diri


" yakin kamu bisa sendiri.. "


" iya.. " syasa pun turun dari tempat tidur namun saat hendak melangkah ada yang terasa sakit di pangkalan paha nya, " aw.. ssttt sakit.. " pekiknya lalu ia terduduk di tempat tidur dan dewa pun tertawa dan langsung menghampiri syasa tanpa menggunakan apa pun dan itu membuat syasa terkejut dan malu

__ADS_1


" astaga dewa.. kamu tidak memakai apapun " ujar syasa sabari menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan nya " kamu juga sudah melihat nya sayang, bahkan kamu pandai memainkan nya " bisik dewa mengoda syasa lalu membopong syasa menuju kamar mandi


" dewa.. kamu membuat ku malu " jawab syasa sembari menepuk dada dewa, dewa pun hanya tertawa.


selang satu jam mereka mandi akhir nya mereka pun keluar dari kamar mandi.


"dewa kamu benar benar membuat ku tidak bisa berjalan, bagaimana aku kekantor bahkan saat mandi pun kamu meminta lagi " ucap syasa saat dewa mendudukkan nya di atas tempat tidur


" sudah diam.. ini baju kerjamu, nanti aku antar kamu sampai ke kantor, dan segera lah kamu atur pekerjaan mu setelah nya kita bicarakan resepsi pernikahan kita " ucap dewa sembari memakaikan baju kemeja syasa. syasa hanya tersenyum memandang dewa yang begitu cerewet saat memakaikan bajunya


" kenapa kamu memandang ku seperti itu, "


" kamu tampan dewa.. " puji syasa sembari tersenyum " kamu baru menyadari " sambung dewa dan menatap syasa dan tersenyum


" sudahlah ayo kenakan baju mu, lalu kita harus menganti shalat subuh kita yang kita lewatkan, terus kita sarapan, dan antar aku ke kantor, kamu harus bertanggung jawab sudah membuat ku tidak bisa berjalan " ucap syasa lalu mencium pipi dewa, dewa pun hanya tersenyum lalu ia pun bersiap siap memakai kemejanya.


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή


vote, like, komen


Terima kasihπŸ˜˜πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2