
" shit.. Kepala ku.. shhttt ah..sial ! " umpat Agnes pada dirinya sendiri karena merasa pusing saat bangun tidur dan buru buru ke kamar mandi dan ingin muntah karena perutnya yang tiba tiba-tiba mual , setelah itu ia pun kembali ke kamar nya dan duduk di tepi tempat tidur
"minumlah ini, agar mengurangi rasa mabuk mu " ucap dewa yang tiba tiba masuk kedalam kamar Agnes dan memberikan air Lemon hangat untuk mengurangi rasa mualnya
" Terima kasih " ucap Agnes datar
" dewa apa aku tadi malam berbuat aneh aneh " tanya Agnes
" iya kau hampir mencium Reyhan secara paksa " jelas dewa
" shit.. !! " umpat nya pada dirinya sendiri sendiri
" jangan minum lagi, kalau tidak mau kejadian masa lalu mu terulang, " ucap dewa mengingatkan
" jangan mengingatkan kejadian masa lalu ku " ucap Agnes lirih dan tak terasa bulir air matanya menetes
" maaf.. aku hanya tidak ingin kamu mengulangi kesalahan yang sama, kita memang hidup di tengah marak nya pergaulan bebas di sini tapi, ini pelajaran buat mu " ucap dewa menjelaskan sambil memeluk kakaknya
" pelajaran yang membuat ku menyesal seumur hidup, yah.. mungkin sebagian banyak orang disini itu sangat wajar, tapi aku sadar mama mendidik kita agar menjunjung tinggi kehormatan dan menjaga nya , tapi. aku sudah tidak memiliki nya dan tidak bisa menjaganya " ucap Agnes dalam tangis nya
" sudah.. ayo turun, adik ipar mu sudah memasak sup untuk mu " ucap dewa menenangkannya dan melepas pelukan nya
"Duluanlah.. aku mau mandi terlebih dahulu " ucap Agnes sembari mengusap air matanya
" aku tunggu dibawah " ucap dewa lalu keluar dari kamar Agnes
" dewa mana kak Agnes.. " tanya syasa saat dewa sudah berada di ruang makan dan duduk di sebelah syasa
" sedang mandi, " jawab dewa singkat
" sudah ..kita sarapan terlebih dahulu, " ucap mira santai " bukankah kalian ingin kerumah satya " sambung nya lagi
" iya ma... " ucap dewa lalu tersenyum
" tuan maaf menganggu, ini pesanan tuan " ucap Frans tiba tiba menghampiri dan memberikan paper bag pada dewa
" ah.. iya Terima kasih " ucap dewa dan menerima paper bag nya dan frans pun meninggalkan ruang makan
__ADS_1
" ini sayang.. untuk mu " ucap dewa memberikan paper bag pada syasa
" Terima kasih " jawab syasa di iringi senyum.
dan mereka pun melanjutkan sarapan pagi nya. setelah nya dewa dan syasa pun pamit untuk kerumah satya,
setelah dewa dan syasa pergi, Agnes pun turun dari kamar nya dan mendapati Reyhan sedang membahas pekerjaan dengan Frans di ruang santai dekat ruang makan,
" pagi Nes.. " sapa Reyhan saat Agnes melewati nya
" pagi " jawab Agnes santai namun tidak berani melihat ke arah Reyhan
" apa kamu baik baik saja " ucap Reyhan menanyakannya keadaan Agnes
" seperti yang kamu liat " jawab Agnes, sembari duduk dan mulai makan sup buatan syasa, dan Reyhan pun meneruskan pembicaraan nya dengan Frans
" lumayan rasanya, pintar juga memasak " ucap lirih Agnes memuji masakan syasa
" Frans, dewa dan syasa mana, kenapa rumah sepi " tanya Agnes tiba tiba karena tidak menemukan keberadaan syasa, dan dewa serta orang tua nya
" oh.. " ucap Agnes santai lalu melanjutkan sarapan nya
" Rey.. aku pamit, aku harus ke kantor, Terima kasih bantuan nya " ucap Frans tiba tiba
" ya.. sama sama, jika butuh bantuan datang saja pada ku, kita sama sama asisten tuan dewa " ucap Reyhan di iringi tawa
" pasti, " ucap Frans lalu pergi meninggalkan Reyhan dan Agnes berdua.
" Nes boleh aku bertanya, maaf jika aku lancang " tanya Reyhan tiba tiba saat menghampiri Agnes di meja makan
" kamu mau menanyakan apa, soal perkataan ku waktu mabuk tadi malam " jawab Agnes seolah tau apa yang akan di tanyakan Reyhan
" ya.. " jawab Reyhan singkat
" itu bukan urusan mu, dan aku minta maaf soal kejadian tadi malam ,aku yang tidak bisa mengontrol diri ku " ucap Agnes
" ya tidak masalah, aku justru yang minta maaf sudah lancang menanyakan nya "
__ADS_1
" jangan pernah menanyakan nya lagi, aku tidak mau mengingatkannya " jawab Agnes sedikit kesal
" maaf.. " ucap Reyhan merasa bersalah. tiba tiba Agnes menangis dan itu membuat Reyhan terkejut
" Nes kamu kenapa.. " tanya Reyhan kebingungan
" tidak.. tidak apa apa, " ucap Agnes berusaha menghentikan tangis nya, namun air mata nya semakin deras
" menangis lah, supaya hati mu lega " ucap Reyhan khawatir
" Rey.. apa wanita seperti ku masih ada laki laki yang mau menerima ku apa adanya "
" maksud mu,? " tanya Reyhan penasaran
" aku sudah tidak suci lagi Rey, " ucap Agnes lirih
" apa.. ?" ucap Reyhan terkejut
" ya.. semua itu hilang gara gara minuman sialan itu, dan bodoh aku mau bergabung di pesta seperti itu "
" apa laki laki itu tidak bertanggung jawab" Ujar Reyhan sangat hati hati
" tidak, dia pergi begitu saja entah kemana, aku tidak mengenal nya, aku bertemu di pesta itu " ucap Agnes dalam isak tangis nya yang semakin menjadi hingga Reyhan mendengar nya pun terasa pilu.
Reyhan reflek mendekati Agnes dan memeluk nya agar Agnes tenang
" sudah.. jangan mengingat nya, semua orang mempunyai masa lalu, tinggal kamu sendiri mau berdamai atau tidak dengan masa lalu mu, "
" Terima kasih Reyhan, entah kenapa aku begitu percaya pada mu, setelah adikku dewa, bahkan orang tua ku pun tidak mengetahui nya " jelas Agnes sembari melepaskan pelukan Reyhan
" sudah habiskan sarapan mu " ucap Reyhan dan tersenyum,
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih
__ADS_1