Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 54


__ADS_3

saat dewa membopong syasa, secara tidak sengaja Bryan dan istri nya sedang berada di rumah sakit memeriksakan kandungan sang istri ,karena istri nya sedang mengandung anak ke duanya dan melihat keributan dari kejauhan karena Bryan tidak tau jika ruangan yang ia lihat begitu ramai adalah ruangan dimana syasa terbaring tak sadarkan diri , ia pun bertanya kepada salah satu suster yang melewatinya


" Sus..maaf di ruangan sana kenapa ramai sekali apa ada yang meninggal " tanya Bryan penasaran


"iya tuan dan cucu almarhum pak Herman kusuma menikah di ruang rawat dengan kekasih nya sadewa Balder karena permintaan terakhir nyonya dita, dan nyonya dita sekarang sudah tiada " jelas sang suster


" apa..! Bryan pun tak percaya jika syasa dan dewa akan secepatnya itu menikah dan lebih tak percaya lagi bu dita sudah tiada, Bryan pun berlari menghampiri ruangan rawat yang di dalam nya ada syasa yang tengah terbaring tak sadar diri


"syasa.. bangun sya.. jangan seperti ini sya..aku takut jika kamu seperti ini sya .." ucap dewa khawatir, tiba tiba suara Bryan terdengar " syasa..! " teriak Bryan di ambang pintu ruang rawat


"kau.." ucap dewa geram sembari menhapus air matanya sendiri dan masih di samping syasa yang tengah terbaring di brankar, dan semua orang pun menoleh ke arah pintu.


"dewa ..sudah. tante maksud ku mama tidak mau ada keributan, " Wina pun menghampiri Bryan


" tante apa benar oma dita meninggal dan syasa sudah menikah dengan dewa " tanya Bryan penasaran


" mama sudah tiada dan pernikahan syasa dan dewa bukan urusan mu " jawab Wina sedikit sinis " dan dari mana kamu tau jika mama sudah meninggal " sambung Wina lagi

__ADS_1


" dari suster..kebetulan saya sedang menemani istri ku untuk cek up kandungan dan saya melihat keributan di sini jadi saya bertanya pada suster " jelas Bryan


" ceh.. cinta mu omong kosong pada kakak ku Bryan, ternyata istri mu mengandung anak mu , cinta mu menggelikan " cerca putra yang memang memgetahui kisah cinta kakaknya bersama Bryan. putra memang tidak menyukai Bryan sejak pertama kali berkenalan, entah apa yang membuat nya tidak menyukai nya,


" putra henti kan kita sedang berduka jangan membuat keributan " ucap Wina pada putra padahal dalam hati Wina mengiyakan ucapan putra nya itu. tak lama syasa pun sadarkan diri


" oma.. " ucapnya lirih seraya membuka matanya " syasa.. kamu sudah sadar sayang " dewa pun mengusap lembut rambut syasa dan mencium keningnya.


" dewa.. oma sudah pergi " tangisan syasa pun pecah " oma...! teriak syasa.


" syasa.. " ucapnya dalam hati tak terasa bulir matanya keluar di sudut matanya seraya menghampiri istrinya namun ia buru buru menghapus nya


" mama.. jenazah oma sudah siap di bawa ke pemakaman " ucap putri menghampiri wina karena putri sedari tadi putri ikut Bram mengurus pemulangan jenazah bu dita


" ayo semua.. dan dewa bantu syasa.. " ucap Wina sembari menggandeng Bianca , mereka semua pun menuju pemakaman.


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ

__ADS_1


pemakaman


" oma.. kenapa oma secepat ini meninggalkan syasa. " Ucap nya lirih di hadapan makam oma nya sembari menangis


" jadi mimpi itu pertanda bahwa oma akan pergi untuk selamanya, serindu itukah oma pada opa, sampai oma benar benar pergi meninggalkan syasa sendiri dan menyusul opa dan papa " ucap syasa dalam isak tangis nya. dewa pun setia di samping syasa yang sangat terpukul atas kepergian sang oma,


" sudah ayo kita pulang, mama dan papa dan adik adik sudah pulang, ayo.. biarkan oma dan opa melepas rindu, oma pasti sangat merindukan opa dan papa kamu " ucap dewa lembut, dewa pun tak kuasa menahan air matanya dan ikut menangis " ayo.. " ajak dewa pada syasa agar beranjak dari makam oma dan opa nya. syasa pun hanya menurut ajakan dewa.


setelah dewa dan syasa pergi dari makam oma nya, Bryan datang ke makam seorang diri.


" oma.. maafkan Bryan yang sudah menyakiti hati syasa, maaf oma.. semoga oma dan opa tenang di sana, mungkin dulu opa berharap aku yang akan menjaga syasa, tapi takdir berkata lain syasa sudah ada yang menjaga dan orang yang tepat yaitu dewa. selamat jalan oma.. "


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή


Terima kasih


vote like komen

__ADS_1


__ADS_2