
jakarta.
syasa dan dewa pun sudah sampai jakarta,mereka tidak langsung pulang kerumah namun langsung menuju kantor ,dewa setia menemani syasa menuju kantor.
syasa sampai kantor jam 11 siang, itu artinya masih jam kerja, dan dewa baru dua kali menemani syasa ke kantor. tak sengaja saat syasa berjalan menuju lobby syasa mendengar beberapa karyawan nya membicarakan dewa, ada yang mengatakan jika dewa laki laki pengangguran, hanya menumpang hidup dengan syasa, dan menikahi syasa hanya untuk harta,syasa pun langsung menghampiri nya,
" ahem.. apa kalian sendang membicarakan suami ku " ucap syasa begitu serius dan menahan emosi dan para karyawannya pun terkejut dan menunduk takut
" apa kalian tau nama lengkap suami ku " ucap syasa yang masih menahan emosi,
" sayang.. sudah.. tidak perlu di ambil hati " ucap dewa mencoba meredam emosi syasa sembari menarik lembut lengan nya namun di tepis syasa
" jawab !" bentak syasa pada karyawan nya penuh emosi. dewa pun terkejut mendengar suara syasa yang tak pernah ia dengar
" tau nona.. " jawab salah satu karyawan
" mana ponsel kalian..!? " ucap syasa sedikit meninggi dan karyawan nya pun buru buru mengeluarkan ponsel nya
" ponsel kalian ada internet nya ,? " ucap syasa penuh penekanan
__ADS_1
a.. ada nona " jawab salah satu karyawan ketakutan
" baik , carilah nama Sadewa Balder di internet yang ada di ponsel kalian, jika kalian sudah menemukan nya, besok pagi temui aku di ruangan ku, "
" sayang.. sudah.. " ucap dewa lembut dan merangkul syasa " dan kalian kembali lah bekerja " ucap dewa pada karyawan syasa lalu menuju lift
" apa pak dicky tidak menyampaikan perintah ku untuk menyampaikan jika aku sudah menikah dengan mu dewa " grutu syasa saat di dalam lift
" sudahlah sayang.. jangan ambil hati, wajar jika mereka sebagian tidak ada yang tau tentang ku, yang terpenting kamu tau tentang ku " ucap dewa berusaha menenangkan syasa dan memeluknya
" tapi saat kamu marah menakutkan sayang tapi terlihat lebih cantik .. " goda dewa agar syasa tersenyum
" ceh.. bukan aku yang mengoda mu tapi kamu yang mengoda ku, nona syasa " ucap dewa, lalu meraih pinggang syasa dan mencium bibirnya.
ting.. suara pintu lift terbuka, karena ada yang ingin masuk tapi dewa dan syasa masih berciuman, dan orang tersebut pun mengurungkan niatan nya untuk masuk ke dalam lift. dan pintu lift pun tertutup kembali lalu dewa menekan tombol lantai tempat syasa bekerja, dewa menyadari jika ada seseorang yang ingin masuk, namun ia memilih pura pura tidak mengetahui dan tetap melanjutkan ciuman nya .
tak lain tak bukan yang ingin masuk ke dalam lift adalah Bryan, yang memang ada meeting dengan syasa, , yah.. mereka masih berhubungan soal pekerjaan, karena memang ada kontrak kerja sama yang belum selesai.
" sial ! " ucap Bryan mengumpat saat pintu lift tertutup, " kenapa aku harus menyaksikan nya " grutu nya lagi.
__ADS_1
Bryan memang sudah merelakan syasa, untuk dewa, dan dia sadar ia bukan siapa-siapa lagi bagi syasa, namun ia tidak bisa membohongi hatinya sendiri , ia masih ada rasa cinta untuk syasa, hati nya sakit saat melihat kemesraan syasa bersama dewa.
tak lama syasa dan dewa sudah berada di ruang nya,
" dewa kamu tunggu saja di sini, aku akan langsung ke ruang meeting, dicky mengirim kan pesan jika aku sudah di tunggu di ruang meeting " ucap syasa lembut dan mencium pipi dewa
" iya.. semoga lancar meeting nya, jika sudah, cepat lah kembali, aku tidak mau kamu berlama-lama bertemu dengan Bryan. " ucap dewa sedikit cemburu
" tidak perlu cemburu, cinta ku hanya untuk mu, hanya untuk suami ku, rasa ku untuk Bryan sudah tidak ada, sudah aku ikhlas kan dia untuk sasmi, aku ingin bahagia dengan mu dewa " jelas syasa penuh kejujuran, dan tersenyum ke arah dewa. dan langsung memeluk dewa
" aku mencintaimu " ucap lirih syasa
" aku juga mencintai mu sayang.. " balas dewa dan mengeratkan pelukan nya.
" sudah, aku sudah di tunggu di ruangan meeting " jawab syasa lalu melepaskan pelukan nya dan langsung keluar ruangan menuju ruang meeting
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like, komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕