
meeting pun berlangsung dengan serius, syasa pun hanya bersikap biasa terhadap Bryan, menatap pun hanya sekilas, namun Bryan terus menatap syasa dengan seksama, apa lagi saat melihat tanda merah di leher syasa, hatinya sedikit sakit.
" ceh.. ternyata kamu sudah melakukannya dengan dewa.... , astaga.. apa yang aku pikirkan, sudahlah aku sudah mempunyai sasmi, bian dan anak yang di kandung sasmi " ucap Bryan dalam hati hingga suara syasa mengejutkan nya
" tuan Bryan mungkin ada masukan atau pendapat dari anda " ucap syasa meminta pendapat.
" em.. saya rasa cukup, " jawab Bryan santai
" ok.. kita akhiri meeting hari ini dan selamat siang " ucap syasa mengakhiri meeting, dan duduk sejenak untuk minum karena tenggorokan kering sehabis menyampaikan materi meeting
para dewan direksi dan perwakilan perusahaan lain pun keluar dari ruangan meeting, yang tersisa Bryan dan dicky.
" dicky apa jadwal ku selanjutnya dan untuk seminggu kedepan " tanya syasa
" jadwal anda selama seminggu kedepan bahkan dia minggu tidak ada meeting dan pertemuan apapun nona, hanya pekerjaan biasa " jelas dicky
" baik.. selama dua minggu aku tidak ke kantor, aku akan mengerjakan pekerjaan ku dari rumah saja, aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan suami ku " jelas syasa dengan serius
" oh ya dicky.. jika kamu perlu tanda tangan dan kepentingan yang lain nya untuk urusan kantor dan pekerjaan, datang saja ke rumah, dan hanya kamu saja yang boleh datang kerumah " jelas syasa sekali lagi dan menatap sekilas Bryan, Bryan pun maksud tatapan syasa bahwa ia sudah tidak di izinkan datang kerumah nya
__ADS_1
" baik nona, dan saya sudah mengosongkan jadwal dua bulan kedepan untuk acara resepsi pernikahan anda sesuai yang anda minta " jawab dicky sopan
" good job, dan hendel kantor selama aku tidak datang ke kantor, " perintah syasa pada dicky lalu ia berdiri dari duduknya
" mari tuan Bryan saya permisi " sapa syasa santai dan sekilas tersenyum.
tanpa di sadari syasa dewa sedari tadi menunggu di ambang pintu dan mendengarkan semua apa yang di ucapkan syasa.
"astaga dewa.. kamu membuat ku terkejut " ucap syasa saat syasa hampir menabrak dewa karena syasa berjalan sembari memainkan ponsel nya
" sudah selesai.. ayo makan siang, sudah waktunya makan siang " ucap dewa lembut dan menatap syasa, lalu merangkul pinggang syasa sebelum jauh melangkah dewa melihat Bryan sekilas.
" ayo aku juga sudah lapar "jawab syasa sembari tersenyum dan melangkah bersama dewa.
" pak dicky, kapan rencana pernikahan syasa di adakan " tanya Bryan penasaran
" maaf tuan, saya tidak mengetahuinya, nona syasa hanya meminta mengosongkan jadwal setelah 40 hari meninggal nya nyonya dita itu saja, selebihnyq saya hanya mengurusi urusan kantor. permisi " jelas dicky pada Bryan lalu keluar dari ruangan rapat
" em .. Terima kasih " ucap Bryan sebelum dicky melangkah jauh dari ruang rapat .
__ADS_1
🔸
restaurant mimi
" sayang.. ayo makan. " ucap syasa lembut sambil menyendokan makanan nya.
" iya sayang.. apa benar kamu udah minggu ini tidak ada jadwal pekerjaan penting " ular dewa
" tidak.. memangnya kenapa " tanya syasa.
" mama menyuruh ku membawa mu pulang ke London, keluarga besar di sana ingin tau dirimu, dan ada pesta penyambutan mu sebagai menantu di keluarga ku. " jawab dewa
" baiklah, aku rindu tempat pertama kali kamu menyatakan perasaan mu pada ku, aku ingin kamu mengulangi sekali lagi di sana " ucap syasa
" baiklah,.. dan kamu harus menerima nya karena kali ini tidak ada yang menjadi penghalang bagi ku seperti dia tahun lalu " ucap dewa penuh semangat lalu tersenyum.
" itu sudah pasti suami ku " ucap syasa lalu tersenyum.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote, like, komen
Terima kasih😘💕