
kediaman satya
Nindy: " syasa sayang.. kamu baik baik saja .." tanya Nindy cemas
syasa: " aku baik baik saja tante.. " jawab nya lesu
satuan: " istirahat lah di kamar mu, tenang kan dirimu " syasa pun ke kamar nya sedangkan satya dan Nindy terlihat khawatir.
Nindy: " mas sebenarnya apa yang terjadi? "
satya: " ini menyangkut masa lalu Wina, dan syasa terbawa bawa, intinya motif balas dendam anak burhan j " sembari duduk di sofa ruang keluarga di ikuti Nindy
Nindy: " lantas kenapa orang kepercayaan dewa mengetahui nya "
satya: " nindy kamu tau sendiri siapa keluarga sadewa Balder ,mata mata nya begitu banyak, dan anak burhan j bersengkokol dengan musuh keluarga dewa, dan aneh nya dewa sudah mengetahui semuanya, dewa tidak menceritakan nya pada syasa, agar syasa fokus dengan kuliah nya dan satu lagi.., kecurigaan ku selama ini benar jika dewa mencintai syasa, dia rela bertaruh nyawa untuk melindungi syasa "
Nindy: " lantas syasa tahu kalau dewa mencintai nya "
satya : " ya.. dewa juga tahu kalau syasa hanya mencintai Bryan, tapi entahlah, sekarang hati syasa sedang bimbing "
tiba tiba jeritan syasa terdengar menyebut nama dewa.
syasa: " dewaaaaaaa... " menangis sejadi jadi nya
satya: " syasa... !! "
Nindy: " mas ayo kita lihat.. " Nindy dan satya pun bergegas ke kamar syasa, di lihat nya syasa yang terduduk di dekat tempat tidur sedang menangis, Nindy pun menghampiri syasa dan memeluk syasa
__ADS_1
Nindy: " sya.. tenang sya.. " satya yang menyaksikannya pun hanya bisa terdiam, tidak bisa berbuat banyak
syasa: " dadaku sesak tante.. sangat sesak..kenapa dewa rela melakukan semua nya pada ku, perlakuan nya membuat hati ku sesak tante..., apa yang harus aku lakukan.. dan bahkan dewa mempertaruhkan nyawa nya, hanya untuk melindungi ku, kata kan tante...! apa yang harus aku lakukan.. " semakin deras air mata syasa
Nindy: " turuti kata hati mu, biar hati mu yang memutuskan, tante tidak bisa membantu apa apa, karena di sisi lain ada yang sudah terikat dengan mu "
syasa: " tante apa cinta seperti ini, begitu rumit, tante aku butuh mama tante. mama.... " memeluk Nindy dan menangis,teramat pilu tangisan syasa hingga satya pun ikut meneteskan air mata
Nindy: " iya.. opa mu akan menghubungi Wina dan Bram, " melihat ke arah satya
satya: " aku akan menghubungi Bram.. " satya pun menghubungi Bram.
πΈπΈπΈπΈπΈ
kediaman dewa
Frans: " tuan..sebaik nya kita atur strategi terlebih dahulu "
dewa: " itu sudah pasti Frans, dan aku akan memastikan tidak ada lagi yang mengganggu syasa.. " mengepalkan tangan nya
dewa: " siapkan semua keperluan ku "
Frans: " baik tuan.. "
dewa pun turun dari lantai atas rumahnya.. di dapati nya sang mama dan papa serta kakak perempuan nya sedang bersenda gurau di ruang keluarga,
mira : " dewa.. tangan kamu kenapa nak.." tanya sang ibu
__ADS_1
Albert: " dewa habis baku tembak siang tadi "
agnes: " sudah biasa ma.. anak kesayangan mama itu terlalu banyak musuh "
mira: " masalah apa lagi wa.. "
dewa: " Richard mengincar syasa ma.. "
mira: " syasa.. wanita mu itu "
dewa: " mama syasa bukan wanita ku, hanya sekedar teman "
agnes: " tidak ada yang rela bertaruh nyawa hanya sekedar temen jika tidak ada sesuatu "
dewa: " diam kamu Nes..! "
Agnes: " apa yang ku katakan benar dewa. "
dewa: " terserah... !! " dewa pun menuju ruang makan untuk mengisi perut nya
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote, like komen
Terima kasihππ
Terima kasih yang sudah mendukung author, , πππ
__ADS_1