Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 85


__ADS_3

" kelakuan mu sungguh memalukan Bryan, gara gara ulah mu, syasa memutuskan kerja sama, dan sekarang lihat dirimu, babak belur, gara-gara kamu selalu mengintai syasa di villa pribadinya nya, pantas saja dewa menghajar mu, beruntung kamu tidak di bunuh nya " ucap ridwan emosi pada Bryan


" kamu memang anak tak tau diri Bryan.. bagaimana jika istri mu tahu suami nya masih terobsesi dengan matan kekasih nya hah,! pikirkan perasaan nya, dan calon bayi mu itu , dan sebaiknya kamu ke Bandung, ketempat nenek mu, jernih kan otak mu itu agar tidak terobsesi dengan istri seseorang " ucap ridwan sekali lagi


" maaf pa, aku memang belum bisa melupakan syasa, aku sudah berusaha tapi hati ku tidak bisa berbohong " jawab Bryan


lalu Bryan masuk kedalam kamar nya, dan menghubungi sasmi jika malam ini ia tidak pulang, dan beralasan ada pekerjaan ke luar kota mendadak.


🔸


" dewa.. coba lihat, sudah ada pergerakan di perut ku, " ucap syasa memanggil dewa saat ia duduk di sofa sembari memegang perutnya, dan dewa sedang membuat susu untuk syasa di dapur


" em.. benarkah..? " tanya dewa lalu mendekati syasa,


" sini " syasa pun meraih tangan dewa, dan dewa pun duduk di sebelah syasa, tangan dewa memegang perut syasa dan mengusapnya


" wow.. ini bayi kita sayang.. , " ucap dewa tak percaya merasakan pergerakan bayinya


" Hai.. sabar lah papa akan sabar menunggu mu saat kamu lahir, " ucap dewa saat pergerakan perut syasa terasa ketika ia mengusap perut syasa


" dewa apa kamu sudah menyiapkan nama untuk bayi kita " tanya syasa


" jika nanti perempuan aku akan memberi nama " dewi Larasati balder " "


" jika laki laki? "tanya syasa

__ADS_1


" Arya kusuma balder "ucap dewa menerawang


" em.. tidak buruk, ada nama dari keluarga ku " ucap syasa setuju.


" sudah.. ini minum susu nya selesai ini kita pulang kerumah " ucap dewa lembut dan menyodorkan gelas ke mulut syasa. lalu syasa meminum nya sampai habis tak tersisa


" dewa ..berarti kita tidak bisa menghadiri pernikahan kak Agnes dan Reyhan " tanya syasa saat ia selesai meminum susunya


" mau bagaimana lagi, sebenarnya aku saja yang hadir tidak apa apa, tapi aku tidak mungkin meninggalkan mu dalam keadaan hamil seperti ini, dan tidak memungkinkan untuk dirimu naik pesawat dalam waktu berjam jam " jelas dewa


" sudah jangan memikirkan hal ini, mereka tau kondisi mu " jelas dewa lagi dan merangkul syasa.


🔸


" belum.. mungkin bermain di taman komplek kita tunggu saja di sini, " jawab Bram yang sedang duduk di teras rumah sembari mengusap lembut perut Wina yang sudah terlihat membuncit


" Hai Arjuna.. kamu senang ya menjadi anak bungsu papa dan mama " ucap Bram pada perut Wina


" iya papa, " ucap Wina yang menirukan suara anak kecil dan sedikit tertawa melihat Bram berbicara dengan perutnya


" mas.. ? " panggil Wina, Bram pun mengangkat Kepala nya dan memandang Wina


" ada apa sayang.. " tanya Bram lembut dan mengusap pipi Wina, Wina pun melihat raut wajah Bram yang sudah mulai sedikit berkeriput, umban pun mulai tumbuh menghiasi rambut Bram dan juga bulu halus di rahang nya


" tak terasa 18 tahun kita menikah , semakin hari semakin aku mencintai mu mas.. walau uban mu sudah mulai tumbuh, tapi bagi ku kamu suami ku yang paling tampan " ucap Wina sembari mengusap lembut pipi Bram

__ADS_1


" dan kamu istri ku yang paling cantik " ujar Bram memuji wina


" papa dan mama selalu romantis " ucap abi tiba tiba yang baru saja datang bersama putra dan putri


" astaga kamu mengagetkan mama abi.. " ucap Wina terkejut


" darimana kalian, jam 4 sore baru pulang " tanya Wina menginterogasi ketiga anaknya


" latihan ma.. " ucap putra yang langsung masuk kedalam rumah


" latihan karate di taman komplek " jelas putri sembari tersenyum lalu masuk kedalam rumah


" ma.. abi juga masuk ya ma.. oh ya caca mana? " pamit abi dan menanyakan Bianca


" ada sama mbak nya sedang mandi, tadi habis bermain dengan papa, lalu katanya berkeringat, akhirnya minta mandi " jelas Wina


" oh.. ya sudah ma.. abi juga mau mandi dan Ashar " ucap abi yang langsung masuk ke dalam


" ayo sayang, kita juga belum mandi " ' ajak Bram masuk kedalam rumah.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2