
bandara..
Bram: " hati hati.. salam sama opa satya dan tente nandi mu " memeluk syasa dan mencium kening nya,
syasa: " iya pa nanti syasa sampai kan kepada mereka "
Wina: " syasa.. jaga dirimu, jangan melirik bule bule disana, ingat kamu sudah bertunangan " memeluk syasa
syasa: " iya ma.. doakan syasa agar semua nya lancar "
Wina: " pasti sayang.. adik adik mu titip salam, mereka tidak bisa ikut mengantarkan mu sampai sini "
syasa: " iya ma syasa mengerti, mereka harus sekolah " tersenyum sembari meneteskan air mata
syasa: " mama dan papa apa langsung ke Surabaya "
Wina: " iya sayang.. kasian adik adik mu "
Bram: " kenapa kamu murung.. "
syasa: " Bryan pa.. syasa menunggu Bryan "
Bram: " apa dia tidak bisa mengantarkan mu sampai Bandara "
syasa: " tadi pagi pagi sekali dia ada urusan mendadak di kantor nya "
tiba tiba Bryan dari kejauhan berlari menghampiri syasa sembari berteriak
Bryan: " syasa...!! berlari ke arah syasa dan syasa pun berlari ke arah Bryan
syasa: " Bryan.. " berlari dan langsung memeluk Bryan hingga syasa terangkat dan berputar putar
__ADS_1
syasa: " aku akan selalu merindukan kamu.. " meneteskan air mata dan masih memeluk Bryan
Bryan: " aku juga akan selalu merindukan mu sya.. " melepas pelukan nya dan menatap syasa
Bryan: " kabari jika sudah sampai.. "
syasa: " ya pasti, aku akan diam diam selalu menghubungi mu " tersenyum
Bryan: " sudah jangan menangis " menguap air mata syasa
syasa: " kamu juga jangan menangis " mengusap air mata Bryan lalu syasa pun memeluk Bryan kembali.
syasa: " berjanji lah kamu akan menunggu ku "
Bryan: " ya aku berjanji sayang.. cinta ku hanya untuk mu " mengecup kening syasa
Bram dan Wina hanya menyaksikan mereka, dan tak lama pramugari jet pribadi syasa pun menghampiri syasa
syasa: " ya.. baik tunggu sebentar "
syasa: " Bryan.. aku mencintaimu " mencium pipi Bryan dan menangis,
Bryan: " aku juga mencintai mu "
berlahan syasa melangkah mundur, sembari Masih mengenggam jemari Bryan, hingga akhir nya jari mereka saling terlepas dan syasa pun langsung membalikkan badan dan menangis,
syasa: " aku mencintaimu Bryan.. aku mencintaimu.. "ucap nya lirih dan menangis tanpa suara sembari berjalan
Bryan hanya memandang punggung syasa dan meneteskan air mata
Bryan: " aku akan menunggu mu sya.. aku mencintaimu.. aku mencintaimu.. " membalikkan badan nya dan mengusap air matanya
__ADS_1
tiba tiba syasa berbalik badan dan berlari ke arah Bryan dan memanggil Bryan
syasa: " Bryan.... !! " Bryan pun membalikkan badan nya dan menyambut syasa dan memerluk nya
syasa: " aku mencintaimu.. " makin deras air mata syasa dan Bryan
Bryan: " aku mencintaimu sya.. " melepaskan pelukan nya lalu mengecup kening syasa begitu lama hingga syasa memejamkan matanya
Bram dan Wina dan semua orang yang ada di bandara pun ikut meneteskan air mata nya dan ada juga yang mengambil video syasa dan Bryan
Bryan: " pergi lah.. pesawat mu sudah menunggu "
syasa: " tunggu aku Bryan.. "
Bryan: " ya sayang.. pasti.. " syasa pun melangkah dan berlari menyusul pramugari yang sedari tadi menunggu nya "
Bryan: "semoga cita cita mu tercapai sya.. aku akan menunggu mu " Bram pun menghampiri Bryan
Bram: " bersabarlah.. satu tahun hanya sebentar.. " menepuk pundak Bryan
Bryan: " iya om.. " tersenyum
Wina: " kalau begitu, kami juga langsung terbang ke Surabaya, salam untuk papa mu "
Bryan: " iya tante, nanti saya sampai kan, tante dan om hati hati.. , " Bram dan Wina hanya tersenyum
Bryan pun kembali kekantor nya
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕