
2 minggu kemudian.
syasa kini sedang di rawat di rumah sakit karena kesehatan nya menurun, menjalani masa masa kehamilannya yang kedua ini syasa merasa tidak dapat memakan apa pun, sehingga badan nya kurang asupan makanan dan cairan. dewa pun setia selalu di samping nya sedangkan laras untuk sementara bersama baby sister.
"sayang.. bagaimana keadaan mu " ucap dewa
" sudah lebih baik dewa, Terima kasih kamu sudah merawat dan menjaga ku" ucap syasa pada dewa
" tidak perlu berterima kasih, aku suami mu, " ucap dewa lalu mengecup kening syasa dan mengusap lembut perut syasa, syasa pun hanya tersenyum
"kalau begitu, aku keluar sebentar, aku mau mencari makanan " ucap dewa pada syasa, lalu tersenyum
" iya.. dan tolong belikan aku buah apel, " ucap syasa lirih
" iya sayang.. " jawab dewa tersenyum lalu meninggalkan syasa seorang diri.
" hamil kedua ini kenapa serasa berat, cepat lelah, dan dewa sebenarnya sangat sibuk tapi dia selalu menyempatkan waktu untuk merawat ku. " ucap syasa dalam hati sembari memejamkan mata. tiba tiba ponsel syasa berdering dilihat nya layar ponsel nya ternyata adalah dewa yang menghubungi nya
" ya dewa.. " ucapnya lirih
" sayang.. maafkan aku, aku harus pergi menghadiri rapat mendadak., aku sudah menghubungi dokter yang menangani mu, untuk memberimu satu perawat agar menemani mu " ucap dewa tergesa-gesa.
" iya dewa tidak apa apa, "
" maaf sayang, setelah selesai nanti aku langsung ke rumah sakit " ucap dewa
" iya.. aku akan menunggu mu " jawab syasa lirih lalu tersenyum dan mematikan sambungan ponsel nya.
" jauh dari mama papa, dan tidak mempunyai saudara di sini rasanya seperti ini, " ucap syasa lirih,
__ADS_1
" pantas saja papa mempunyai banyak anak, agar anak anak yang lain nya tidak kesepian, rasanya ingin pindah ke Surabaya, di sana banyak adik adik yang super konyol terlebih abi " ucap syasa lagi lalu tersenyum membayangkan adik adik terutama abi.
" permisi.. " sapa suster di ambang pintu lalu masuk kedalam
" ya Sus.. " jawab syasa
" maaf nyonya saya di minta dokter rahmat untuk menjaga dan menemani nyonya selama tuan sadewa berada di luar. " ucap suster
" iya Sus Terima kasih.. " jawab syasa lirih
" apa nyonya sudah makan, atau membutuhkan sesuatu, " tanya suster sopan
" sudah sus.. , Suster duduk saja nanti jika saya membutuhkan sesuatu saya akan meminta tolong suster " jawab lembut syasa lalu tersenyum kepada suster yang menjaganya.
" baiklah nyonya, saya akan duduk di sana " ucap suster menunjuk sofa, syasa pun hanya mengangguk.tiba tiba ada yang mengetuk pintu " tok..tok "
" Sus seperti ada yang mengetuk pintu.. ? " ucap syasa
" permisi.. " ucap nya meminta izin
" Bryan.. ? " ucap syasa terkejut
" maaf jika kedatangan ku mengganggu istirahat mu " ucap Bryan yang menghampiri syasa,
" nyonya sebaiknya saya keluar, jika memperlakukan sesuatu nyonya pencet tombol saja " ucap suster, lalu pergi dari ruangan syasa. syasa hanya mengangguk.
" dari mana kamu tahu aku masuk rumah sakit " tanya syasa
" dari laras anak mu, waktu di sekolah aku melihat laras diantar baby sister nya jadi aku bertanya pada baby sister anak mu , jadi aku sempatkan untuk menjenguk mu, ,dan mana dewa " jawab Bryan lalu tersenyum tipis.
__ADS_1
" oh.. eum.. dewa sedang ada meeting mendadak " ucap syasa
" eum..bagaimana keadaan mu dan ini aku bawakan buah kesukaan mu " tanya Bryan
" iya Terima kasih.. ya begini lah.. hamil kedua membuat ku lemah, mual nya luar biasa " jawab syasa apa adanya.
" Bryan.. kenapa sampai sekarang kamu belum menikah lagi? " tanya syasa melihat Bryan duduk di kursi di sebelah brankar tempat syasa berbaring
" aku menunggu mu " ucap Bryan bercanda di iringi tawa.
" bercanda mu terlalu lucu Bryan " jawab syasa yang ikut tertawa
" tidak.. maaf hanya bercanda," jawab bryan dan masih tertawa " aku sudah tidak memikirkan itu, aku hanya ingin fokus membesarkan siena " ucap Bryan menatap syasa lalu tersenyum tipis
" kamu jangan egois Bryan anak mu juga butuh sosok ibu "
' ya aku tahu itu, tapi aku tidak mau asal mencari ibu sambung untuk Siena, biar lah begini, kami sudah bahagia " ucap Bryan sambil mengupas buah apel.
" apa kamu tidak tertarik satu pun dengan wanita cantik di kantor mu? " tanya syasa sembari menerima buah apel yang di berikan Bryan
" wanita cantik banyak, dan bahkan banyak yang mendekati ku, tapi mencari yang tulus dan menerima Siena itu tidaklah mudah " ucap bryan menerawang.
" ya kamu benar bryan.. " ucap nya lalu tersenyum tipis
" baiklah, aku permisi, aku juga harus ke kantor dan ini buah apel sudah aku kupas untuk mu, habiskan " ucap bryan sambil memberikan piring kecil berisi potongan buah apel yang sudah di kupas Bryan.
" ya terima kasih, " jawab syasa lalu tersenyum tipis lalu bryan pun keluar dari ruangan syasa.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih 😘💞