
bandara London
" mama papa.. syasa pamit pulang ke Indonesia " ucap syasa pada kedua mertuanya
" iya.. kalian hati hati, jangan lupa mama tunggu kabar bahagia dari mu " Jawab mira dan memeluk syasa
" maksud mama "? tanya syasa polos
" astaga syasa.. otak kamu cerdas tapi hal begini kamu seperti orang bodoh, mama itu Minta cucu dari mu " Ucap Agnes menimpali dan tertawa
" ah.. iya ma.. doakan saja , semoga secepatnya " jawab syasa malu dan melirik dewa dan ikut menahan tawa nya
"tenang saja ma.. doakan segara ada dewa junior di sini " jawab dewa sambil mengusap perut syasa
" doa saja tidak cukup dewa, usaha mu harus lebih keras lagi " ucap Albert mengoda
" itu sudah pasti pa,.. setiap malam dewa berusaha " jawab dewa diiringi gelak tawa semua
" dewa.. " pekik syasa menahan malu
" tuan pesawat anda sudah menunggu " ucap Frans saat menghampiri dewa
" iya.. " jawab dewa " baiklah ma.. pa.. nes.. kita berangkat " ucap dewa pamit
" iya kalian hati hati " jawab mira dan memeluk syasa dan dewa bergantian
" Nes.. sampai ketemu lagi " ucap Reyhan tiba tiba
" iya.. cepatlah kembali, aku menunggu mu " jawab Agnes lirih seakan tidak mau di tinggal
" pasti .. aku mencintaimu.. " ucap Reyhan di telinga Agnes ,Agnes pun terseyum malu
" rey.. boleh aku memeluk mu " ucap Agnes ragu
" tentu kemari lah.. " jawab Reyhan dan merentangkan tangan nya
" cepatlah kabali dan bawa orang tua mu untuk melamar ku "
" pasti, jika tidak terjadi, aku bisa di bunuh adik mu " jawab Reyhan di iringi tawa
" Rey.. ayo..kita sudah di tunggu " ucap dewa
" Agnes lepaskan pelukan mu " ucap Albert pada Agnes yang memang sudah tau hubungan Agnes dan Reyhan
" papa mengganggu saja " ucap Agnes sedikit kesal
" sampai ketemu ..jaga dirimu baik baik " ucap Reyhan sembari mengecup kening Agnes
__ADS_1
" bye.. " ucap Agnes dan tersenyum
πΈπΈ
Surabaya
" mas.. aku pengen mangga muda " ucap Wina pada Bram
" astaga sayang ini sudah malam, " ucap Bram terkejut
" mau mas.. anak kamu ini " jawab wina manja
" dimana jam segini ada mangga sayang.. " jawab Bram sedikit kesal namun berusaha bersikap lembut
" di depan rumah " jawab Wina santai
"apa mangga di depan rumah sudah berbuah" tanya Bram
" sudah.. " jawab Wina singkat
" ya sudah ayo.. " ucap Bram lalu bangkit dari tempat tidur di ikuti Wina
" mama ..papa.. kalian mau kemana " tanya abi
" mau mengambil mangga muda " jawab Bram sembari melangkah keluar di ikuti
" apa.. mama muda " ucap abi, yang tidak terlalu mendengar jawaban Bram
" putra putri.. " teriak abi memanggil kakak kembarnya
" putra.. putri.. kamari ada hal penting " panggil nya sekali lagi
" berisik bi.. " jawab putra dari lantai atas
" hal penting apa? " jawab putri yang keluar dari dapur
" papa punya mama muda " ucap abi sedikit ragu
" apa... ! " teriak putra dan Putri, , putra pun langsung turun dari lantai atas, sedangkan putri langsung mengambil pisau di meja makan
" abi.. apa benar apa yang kamu ucapkan tadi, " tanya putri kesal
" hem.. papa bilang begitu, terus papa sama mama keluar " jawab abi meyakinkan
" tidak bisa di biarkan ' ucap putri geram sembari memegang pisau
tak lama Bram dan Wina masuk dan membawa mangga muda di tangan nya
__ADS_1
" papa.. ! mana mama muda yang papa maksud " tanya putri menginterogasi
" mama muda.. ? mama muda apa, siapa? " tanya Bram balik
" jujur saja pa.. " jawab abi penuh keyakinan
" mas.. !! jelaskan, apa benar yang di katakan abi " ucap Wina sedikit kesal
" papa !!! " ucap putra geram
" sebenarnya yang kalian maksud apa? " jawab Bram kebingungan
" sayang.. itu tidak benar, tidak ada mama muda " jelas Bram pada Wina agar tidak salah paham
" bukankah papa tadi mengatakan ingin mengambil mama muda " jawab abi penuh keyakinan, seketika Wina pun tertawa
" astaga... !! abi, kamu punya telinga jangan selalu mendengarkan musik lewat earphone, biar tidak tuli jika papa bicara dengan mu " ucap Bram sedikit kesal namun ingin tertawa
" papa keluar mengambilkan mangga muda untuk mama kalian "
" hah..mangga muda, abi kira papa punya mama muda " jawab abi sedikit malu
" abi.. !! ucap putra geram serta menatap nya dan langsung meninggalkan ruang keluarga, abi hanya menyunggingkan senyuman nya
" abi.. !! sebaiknya kamu masuk ke kamar, sebelum pisau ini mengarah pada mu " ucap putri geram dan menatap tajam abi serta mengarahkan pisau di wajah abi, abi pun berlari menuju lantai atas dan masuk kedalam kamarnya
" sudah, putri tolong kamu cuci mangga nya " perintah Bram
" mas gak mau, harus mas yang cuci " ucap Wina sembari Mengerlingkan matanya ke arah putri
" putri sih mau pa tapi mama seperti nya ingin papa sendiri yang mencuci dan mengupasnya " jawab putri santai dan menaikkan alis nya pada Wina. dan Wina hanya tersenyum dan memberikan jempol pada putri tanpa sepengetahuan Bram
" iya iya, biar papa yang mencuci nya " ucap Bram sembari melangkah menuju dapur
" maka nya pa, jangan buat mama hamil lagi , biar gak repot malam malam begini " ucap putri santai sembari berjalan menuju lantai atas
" putri kamu sama saja seperti kakak mu syasa " jawab Bram sedikit geram namun sedikit tertawa atas sikap anak anak nya
" ayo mas.. jangan berdebat dengan anak anak, anak kamu yang di dalam perut udah protes " ucap Wina sembari duduk di sofa ruang keluarga
" iya sayang tunggu.. " jawab Bram di iringi senyum
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
jangan lupa vote, like komen
Terima kasihππ
__ADS_1
'