Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 74


__ADS_3

bandara London


" mama papa.. syasa pamit pulang ke Indonesia " ucap syasa pada kedua mertuanya


" iya.. kalian hati hati, jangan lupa mama tunggu kabar bahagia dari mu " Jawab mira dan memeluk syasa


" maksud mama "? tanya syasa polos


" astaga syasa.. otak kamu cerdas tapi hal begini kamu seperti orang bodoh, mama itu Minta cucu dari mu " Ucap Agnes menimpali dan tertawa


" ah.. iya ma.. doakan saja , semoga secepatnya " jawab syasa malu dan melirik dewa dan ikut menahan tawa nya


"tenang saja ma.. doakan segara ada dewa junior di sini " jawab dewa sambil mengusap perut syasa


" doa saja tidak cukup dewa, usaha mu harus lebih keras lagi " ucap Albert mengoda


" itu sudah pasti pa,.. setiap malam dewa berusaha " jawab dewa diiringi gelak tawa semua


" dewa.. " pekik syasa menahan malu


" tuan pesawat anda sudah menunggu " ucap Frans saat menghampiri dewa


" iya.. " jawab dewa " baiklah ma.. pa.. nes.. kita berangkat " ucap dewa pamit


" iya kalian hati hati " jawab mira dan memeluk syasa dan dewa bergantian


" Nes.. sampai ketemu lagi " ucap Reyhan tiba tiba


" iya.. cepatlah kembali, aku menunggu mu " jawab Agnes lirih seakan tidak mau di tinggal


" pasti .. aku mencintaimu.. " ucap Reyhan di telinga Agnes ,Agnes pun terseyum malu


" rey.. boleh aku memeluk mu " ucap Agnes ragu


" tentu kemari lah.. " jawab Reyhan dan merentangkan tangan nya


" cepatlah kabali dan bawa orang tua mu untuk melamar ku "


" pasti, jika tidak terjadi, aku bisa di bunuh adik mu " jawab Reyhan di iringi tawa


" Rey.. ayo..kita sudah di tunggu " ucap dewa


" Agnes lepaskan pelukan mu " ucap Albert pada Agnes yang memang sudah tau hubungan Agnes dan Reyhan


" papa mengganggu saja " ucap Agnes sedikit kesal


" sampai ketemu ..jaga dirimu baik baik " ucap Reyhan sembari mengecup kening Agnes

__ADS_1


" bye.. " ucap Agnes dan tersenyum


πŸ”ΈπŸ”Έ


Surabaya


" mas.. aku pengen mangga muda " ucap Wina pada Bram


" astaga sayang ini sudah malam, " ucap Bram terkejut


" mau mas.. anak kamu ini " jawab wina manja


" dimana jam segini ada mangga sayang.. " jawab Bram sedikit kesal namun berusaha bersikap lembut


" di depan rumah " jawab Wina santai


"apa mangga di depan rumah sudah berbuah" tanya Bram


" sudah.. " jawab Wina singkat


" ya sudah ayo.. " ucap Bram lalu bangkit dari tempat tidur di ikuti Wina


" mama ..papa.. kalian mau kemana " tanya abi


" mau mengambil mangga muda " jawab Bram sembari melangkah keluar di ikuti


" apa.. mama muda " ucap abi, yang tidak terlalu mendengar jawaban Bram


" putra putri.. " teriak abi memanggil kakak kembarnya


" putra.. putri.. kamari ada hal penting " panggil nya sekali lagi


" berisik bi.. " jawab putra dari lantai atas


" hal penting apa? " jawab putri yang keluar dari dapur


" papa punya mama muda " ucap abi sedikit ragu


" apa... ! " teriak putra dan Putri, , putra pun langsung turun dari lantai atas, sedangkan putri langsung mengambil pisau di meja makan


" abi.. apa benar apa yang kamu ucapkan tadi, " tanya putri kesal


" hem.. papa bilang begitu, terus papa sama mama keluar " jawab abi meyakinkan


" tidak bisa di biarkan ' ucap putri geram sembari memegang pisau


tak lama Bram dan Wina masuk dan membawa mangga muda di tangan nya

__ADS_1


" papa.. ! mana mama muda yang papa maksud " tanya putri menginterogasi


" mama muda.. ? mama muda apa, siapa? " tanya Bram balik


" jujur saja pa.. " jawab abi penuh keyakinan


" mas.. !! jelaskan, apa benar yang di katakan abi " ucap Wina sedikit kesal


" papa !!! " ucap putra geram


" sebenarnya yang kalian maksud apa? " jawab Bram kebingungan


" sayang.. itu tidak benar, tidak ada mama muda " jelas Bram pada Wina agar tidak salah paham


" bukankah papa tadi mengatakan ingin mengambil mama muda " jawab abi penuh keyakinan, seketika Wina pun tertawa


" astaga... !! abi, kamu punya telinga jangan selalu mendengarkan musik lewat earphone, biar tidak tuli jika papa bicara dengan mu " ucap Bram sedikit kesal namun ingin tertawa


" papa keluar mengambilkan mangga muda untuk mama kalian "


" hah..mangga muda, abi kira papa punya mama muda " jawab abi sedikit malu


" abi.. !! ucap putra geram serta menatap nya dan langsung meninggalkan ruang keluarga, abi hanya menyunggingkan senyuman nya


" abi.. !! sebaiknya kamu masuk ke kamar, sebelum pisau ini mengarah pada mu " ucap putri geram dan menatap tajam abi serta mengarahkan pisau di wajah abi, abi pun berlari menuju lantai atas dan masuk kedalam kamarnya


" sudah, putri tolong kamu cuci mangga nya " perintah Bram


" mas gak mau, harus mas yang cuci " ucap Wina sembari Mengerlingkan matanya ke arah putri


" putri sih mau pa tapi mama seperti nya ingin papa sendiri yang mencuci dan mengupasnya " jawab putri santai dan menaikkan alis nya pada Wina. dan Wina hanya tersenyum dan memberikan jempol pada putri tanpa sepengetahuan Bram


" iya iya, biar papa yang mencuci nya " ucap Bram sembari melangkah menuju dapur


" maka nya pa, jangan buat mama hamil lagi , biar gak repot malam malam begini " ucap putri santai sembari berjalan menuju lantai atas


" putri kamu sama saja seperti kakak mu syasa " jawab Bram sedikit geram namun sedikit tertawa atas sikap anak anak nya


" ayo mas.. jangan berdebat dengan anak anak, anak kamu yang di dalam perut udah protes " ucap Wina sembari duduk di sofa ruang keluarga


" iya sayang tunggu.. " jawab Bram di iringi senyum


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή


jangan lupa vote, like komen


Terima kasihπŸ˜˜πŸ’•

__ADS_1


'


__ADS_2