Cinta Untuk Syasa

Cinta Untuk Syasa
episode 15


__ADS_3

sebulan berlalu, sebulan itu pula pekerjaan syasa begitu padat, bahkan disaat weekend pun terkadang ia masih bekerja, dan itu membuat sedikit menganggu kesehatan nya.dan pagi ini ia begitu telihat tak bersemangat seperti biasanya.


ruang makan


bu dita, pak Herman, dan Bryan duduk di ruang makan, syasa baru saja turun dari lantai atas, dengan lesu nya, ,


syasa: " Bryan.. ini gaji pertama mu "menyerah kan amplop berisi uang, sekilas melihat Bryan.


Bryan: " Terima kasih nona " tersenyum dan syasa pun kembali menaiki tangga, namun saat melangkah tiba tiba " bruuuuk " tubuh syasa jatuh pingsan


Bryan: " nona... !! langsung berdiri dan menghampiri syasa dan mengangkat tubuh syasa ke pangkuan nya


dita: " syasa..!! menghampiri


Bryan: " syasa demam oma.. "


dita: " ya Tuhan.. " cemas


Herman: " Bryan.. angkat syasa ke kamar nya, opa akan menghubungi dokter ardan


Bryan: " baik opa.. " membopong syasa dan membawa nya ke kamar syasa


di letak kan nya syasa di tempat tidur dengan sangat hati hati, seraya terus memanggil nama syasa


Bryan: " syasa.. bangun sayang.. syasa.." mengusap lembut pipi syasa kemudian Bryan pun memgopres dahi syasa


bu Dita dan pak Herman sudah tak bisa menaiki tangga, karena usia nya, otomatis hanya Bryan yang bisa mengurus nya, sedangkan para asisten rumah tangga sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.tak lama dokter ardan sampai dan pak Herman menyuruh nya naik ke atas


tok tok.. suara pintu kamar syasa,


Bryan: " masuk.. "


Ardan: " permisi saya dokter Ardan "


Bryan: " mari dok tolong priksa nona syasa "


Ardan: " baik.. anda siapa nona syasa.. ? kekasih nya? " sembari memeriksa syasa


Bryan: " asisten pribadi nya dok. "


Ardan: " oh.. iya.. kondisi nona syasa baik baik saja hanya saja ia kelelahan dan stress dan harus banyak istirahat, saran saya Selama dua hari ini istirahat total dan jangan memikirkan pekerjaan terlebih dahulu "


Bryan: " iya dok.. Terima kasih "


Ardan: " ini resep obat dan vitamin untuk nona syasa " memberikan catatan resep kepada Bryan


Bryan: " iya dok secepatnya nanti akan saya tebus ke apotik "


Ardan: " kalau begitu saya permisi "


Bryan: " iya dok.. Terima kasih "

__ADS_1


Ardan pun keluar dari kamar syasa bersama Bryan, dan turun ke lantai bawah,


Herman: " ardan bagaimana keadaan syasa "


ardan: " hanya kelelahan, dan stress, nona syasa butuh istirahat, "


dita: " anak itu memang gila bekerja, " terlihat cemas


ardan: " baik tuan nyonya, Saya permisi "


Herman: " iya.. " dokter ardan pun pulang


Herman: " Bryan.. kamu mau kemana.. ? "


Bryan: " menebus obat ke apotik opa.. ? "


Herman: " mari biar hadi saja yang menebus nya, kamu jaga syasa saja "


Bryan: " baik opa.. " Bryan pun menuju kamar syasa


bryan pun duduk di tepi tempat tidur syasa, di pandangi nya wajah cantik syasa yang nampak letih, diusap nya rambut syasa dengan lembut, beruntung nya hari ini adalah hati Sabtu, hari dimana hari libur syasa.


Bryan: " kamu terlalu ambisius sayang.. sampai lupa akan kesehatan mu sendiri " mengecup kening syasa.


Bryan: " entah apa jadi nya jika aku tidak di samping mu," mengusap pipi syasa


syasa pun berlahan membuka matanya, di dapati Bryan yang duduk di samping nya,


Bryan: " syasa..! kamu sudah sadar.. kamu membuat ku khawatir " mencium tangan syasa


syasa: " aku gak papa.. hanya sedikit letih " tersenyum


syasa: " Terima kasih.. sudah merawat ku dan menjaga ku sebulan ini "


Bryan: " makan ya.. kamu belum memakan apapun pagi ini "


syasa: " tapi aku tidak berselera "


Bryan: " tolong makan lah sedikit saja.. " mengusap lembut pipi syasa


syasa: " baik lah.. "


Bryan: " tunggu aku ambilkan.. " mengecup kening syasa


Bryan pun turun ke bawah, untuk mengambil makanan untuk syasa


Herman: " Bryan.. apa syasa sudah sadar? "


dita : " bagaimana kondisi nya


Bryan: " sudah opa, kondisi nya sudah membaik oma, ini Bryan paksa untuk makan, "

__ADS_1


Herman: " ini obat nya.. tolong rawat dan jaga cucu ku dan ini amplop mu tertinggal di meja makan "


Bryan: " iya opa pasti.. Terima kasih, Bryan ambil makanan untuk syasa dulu " Herman pun hanya mengangguk


Bryan pun mengambil makanan untuk syasa lalu membawa nya ke kamar syasa


Herman: " untung saja ada Bryan ma.. yang mengurus syasa


Dita: " iya pa.. sudah berapa asisten yang bekerja dengan syasa dan hanya Bryan yang sanggup menghadapi sikap dingin cucu mu itu "


Herman: " papa rasa mereka saling jatuh hati ma.. "


Dita: " entah pa.. tapi sikap dingin syasa terhadap Bryan masih begitu terlihat, apa mungkin? kalau Bryan sudah pasti ia terlihat menaruh hati pada cucu kita pa.. "


Herman: " papa juga kurang tahu ma.. sikap dingin syasa di dapat dari Alfin, sedangkan sifat kerja keras nya ia dapat dari Wina,


*****


kamar syasa


Bryan: " sayang makan.. aku akan menyuapi mu " membatu syasa bersandar di sandaran tempat tidur


syasa: " Bryan.. Terima kasih.. " tersenyum


Bryan: " jangan berterima kasih pada kekasih mu, " sembari menyuapi syasa..syasa pun makan sampai tak tersisa "


Bryan: " sekarang minum obat nya.. " memberikan obat pada syasa


Bryan: " sekarang istirahat, aku ada di kamar ku, jika membutuhkan sesuatu panggil aku hem.. " mengusap rambut syasa


syasa: " di sini saja, temani aku, " menepuk tempat tidur, dan syasa pun menggeser tubuh nya


syasa: " berbaring lah di samping ku aku ingin tidur di pelukan mu "


Bryan: " tapi sya.. "


syasa: " jangan membantah perintah bos kecil mu " menarik tangan Bryan, agar berbaring di samping nya


Bryan: " baik lah.. " Bryan pun berbaring di sisi syasa, dan syasa pun menenggelamkan wajah nya di dada Bryan


syasa: " jangan pergi.. "


Bryan: " iya.. aku akan di samping mu, tidur lah " mencium pucuk rambut syasa


syasa pun tidur di peluk Bryan dan Bryan pun tak terasa juga ikut memejamkan matanya


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


***vote, like, komen


Terima kasih 😘💕***

__ADS_1


__ADS_2