
dua hari syasa tidak keluar kamar, makanan yang setiap hari di antar mbok titin pun hanya sedikit ia makan, bahkan terkadang tidak ia sentuh sama sekali, bu Dita yang mengetahui nya pun ikut sedih dan cemas, lalu ia menghubungi Bram dan Wina, walaupun sebenarnya syasa melarang nya, Bram dan Wina pun lalu bergegas ke Jakarta menemui syasa.
Bram: " syasa... " menghampiri syasa yang duduk di bawah dekat jendela kamar nya sembari menangis
Syasa: " papa.. " syasa langsung memeluk Bram
syasa: " papa.. dada ku sesak pa.. sakit pa.. "
Bram: " sabar sayang.. papa ada di sini.. " memeluk syasa
Wina: " sya.. jadi semua benar apa yang di katakan oma tentang Bryan "
syasa: " iya ma.. " Wina pun memeluk syasa
Bram: " kurang ajar Bryan.. aku akan memberi nya pelajaran "
tak lama Bryan pun datang, karena Bram menyuruh nya ,
Bryan: " sya.. " tanpa aba aba Bram pun bangkit dan menghajar Bryan tanpa ampun
Bram: " laki laki brengsek, berani nya kamu menyakiti anak ku ! " sembari mendaratkan pukulan ke wajah Bryan tanpa ampun
syasa: " papa..!! stop..! papa sudah pa.. !! " menarik lengan Bram
Bram: " dia pantas mendapatkan nya sya.." " buk.. " satu pukulan mendarat kembali di wajah Bryan, Bryan pun tersungkur
Bryan: " iya om.. aku memang pantas mendapatkan nya " memegang pipinya
syasa: " papa sudah.. Bryan bisa mati pa..jika papa menghajar nya "
__ADS_1
Bram: " kamu masih membela nya hah.. ! "
syasa: " pa tolong jangan.. " syasa memeluk Bram
syasa: " Bryan kenapa kamu kemari aku sudah bilang jangan menampakkan wajah mu di depan ku, "
Bram: " papa yang menyuruh nya, karena papa ingin menghajar nya " menatap Bryan penuh emosi
Wina: " Bryan pulang lah.. jangan pernah datang kemari lagi, pergi.. !!!! triak Wina
Bryan: " om, tante ..Bryan minta maaf.. "
Wina: " pergi.. !!! bentak Wina penuh emosi,
syasa: " Bryan cepat lah pergi, kamu sudah membangunkan pasangan singa di sini. cepat pergi ..! " mendorong tubuh Bryan agar segera pergi, karena syasa takut jika ke dua orang tua nya sudah marah. lalu Bryan pun pergi meninggalkan rumah syasa.
Bram: " sya sudah.. jangan menangis lagi.. " memeluk tubuh syasa
Wina: " menangis lah.. sampai hati mu lega.. " Wina pun memeluk syasa
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
sasmi: " astaga mas.. mas kenapa.. ? " melihat Bryan pulang dalam keadaan babak belur
Bryan: " aku gak papa.. " Bryan pun duduk di sofa
sasmi: " tidak apa apa bagaimana, lihat wajah mu "
Bryan: "kamu bisa diam tidak.. cerewet.. ! "
__ADS_1
sasmi: " maaf, aku akan ambilkan obat " sasmi pun pergi ke dalam untuk mengambil kotak obat, lalu menemui Bryan untuk mengobati luka nya
sasmi: " sini biar aku obati.. " Bryan pun sedikit mendekat dan sasmi mulai mengobati luka di wajah Bryan
sasmi: " katakan siapa yang menghajar mu "
Bryan: " papa nya syasa.. aw.. sakit.. "
sasmi: " mas.. maaf karena aku, hubungan mu dengan nona syasa menjadi hancur "
Bryan: " sudah.. jangan menyalahkan dirimu, lebih baik hancur sekarang dari pada aku tetap melanjutkan hubungan ku dengan syasa, dia gadis baik, tidak pantas bersanding dengan laki laki brengsek seperti ku " memegang tangan sasmi
Bryan: " mana bian ? "
sasmi: " ada di kamar nya. mas sudah makan.? "
Bryan: " belum.. ? "
sasmi: " ayo makan aku sudah masak buat kamu "
Bryan: " nanti saja, aku mau menemui bian "
sasmi: " baik lah.. "
Bryan pun menemui anak nya yang sedang tidur di kamar nya.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote like komen
__ADS_1
Terima kasihππ