
" dari mana mas.. " tanya sasmi pada Bryan karena di lihat nya Bryan teramat sedih semenjak pulang dari rumah sakit
" dari makam oma dita, oma nya syasa "jelas Bryan malas
" oh jadi kamu juga bertemu mantan kamu " selidik sasmi
" sudahlah sasmi semua sudah berlalu, aku tidak mau lagi berdebat denga mu apa lagi menyangkut syasa, syasa juga sudah menikah dengan dewa di rumah sakit tadi, kamu jangan terlalu cemburu,toh aku sudah menjadi suami mu, sudahlah.. aku mau mandi " Bryan pun berlalu dari hadapan sasmi
" Bryan.. apa kamu bahagia menikahi ku " tanya sasmi pada Bryan saat Bryan belum masuk kamar mandi
" menurut mu,? tanya balik Bryan "seharusnya tidak perlu kamu tanya kan lagi, janin yang ada di kandungan mu itu sudah menjawab semua nya " jawab Bryan meyakinkan sasmi agar sasmi tak mengajaknya bertengkar hanya gara gara syasa, karena Bryan juga memikirkan kandungan istri nya. lalu ia pun masuk ke dalam kamar mandi
" aku tau kamu masih mencintai Nona syasa, kamu hanya tidak mau berdebat lagi denganku, maka nya kamu berbicara seperti itu " ucap sasmi lirih sembari mengusap perut nya yang sedikit membuncit karena sudah memasuki usia 4 bulan.
πΈπΈπΈ
kediaman syasa
setelah acara tahlilan selesai, semua keluarga berkumpul di ruang keluarga, tiba tiba satya dan Nindy datang, bersama orang tua dewa dan kakak dewa, Agnes
" opa satya.. " ucap syasa saat melihat satya memasuki ruang keluarga dan semua pun menoleh ke arah yang di maksud syasa
__ADS_1
" mama papa " ucap dewa saat melihat sang mama dan papa nya ikut masuk satya, Albert pun langsung menghampiri dewa
plaaak.. satu tamparan mendarat di pipi dewa, semua orang pun terkejut tidak hal nya dengan satya yang memang sudah tau karakter Albert
" anak durhaka.. kenapa kamu menikah tidak mengabari ku dan juga mama mu, malah menyuruh Frans untuk mengurus dokumen mu hah.. " palak.. satu tamparan lagi berhasil mendarat kembali di pipi dewa dan semua yang duduk di sofa langsung berdiri
" aw.. sakit pa.. " Pekik dewa sembari mengusap pipinya " mana menantu ku " tanya Albert sedikit geram " apa yang ini " menujuk Bianca, sontak semua orang pun tertawa, dan Bianca pun bersembunyi di pelukan Wina
" pa disini bukan tempat untuk pertunjukan komedi, di sini sedang berduka pa.. " jelas dewa pada Albert agar tidak bercanda lagi
" sayang kemari lah sebelum aku menjadi karung tinju papa ku " panggil dewa pada syasa, syasa pun menghampiri dewa sembari menundak takut melihat Albert.
" lihat aku menantu ku, apa aku menakutkan bagi mu " ucap Albert pada syasa yang masih menunduk lalu syasa pun memberanikan dirinya untuk melihat wajah Albert.
" apa om marah dewa menikahi ku secara mendadak " tanya syasa lirih sedikit takut dan melepas pelukan albert
" tidak.. nak.." ucap nya lembut pada syasa " dan panggil aku papa.. " melihat syasa dan tersenyum " kenalkan aku pada orang tua mu " sambung nya lagi
" baik pa.. " syasa pun memberikan senyuman pada papa mertua nya . "ma.. pa.. kemarilah.. " panggil syasa pada Bram dan Wina, lalu Bram dan Wina pun menghampiri Albert.
" hallo tuan Bram.. " sapa Albert ramah sembari mengulurkan tangan nya lalu disambut Bram " hallo tuan Albert maaf aku sudah memaksa anak mu untuk menikah dengan putri ku " jawab Bram
__ADS_1
" memang dia harus di paksa, jika tidak dia tidak akan menikah, " sembari melirik dewa dan syasa
" nyonya.. apa kabar " albert pun menyalami Wina dan di sambut Wina " kabar baik tuan Albert. " ini istri ku Miranti dewangga, dan ini Agnes kakak dewa " Albert memperkenalkan istri nya dan kakak dewa , Bram pun menyalami mira dan Agnes , begitu juga Wina
" hallo nyonya sanjaya.. senang berkenalan dengan anda " ucap mira memperkenalkan diri " saya juga nyonya Balder senang berkenalan dengan anda, dan kita sudah menjadi besan " jawab Wina sopan
" kami turut bela sungkawa atas meninggal nya nenek syasa " ucap mira turut bersedih atas meninggalnya bu dita " iya Terima kasih " jawab Wina sembari tersenyum sekilas
' Bram..maaf om telat datang karena saat syasa mengabari kami masih tidur dan pagi nya aku baru membuka ponsel ku " ucap satya. " dan aku juga langsung mengabari Albert waktu dewa dan syasa menikah karena permintaan terakhir mbak dita. " sambung nya lagi.
" tidak apa apa om.. semua sudah Bram urus.. " jawab Bram " ayo semua duduk biar mbok Titin menyiapkan kamar untuk kita semua " sambung Bram.
" putra, putri, abi, banyu, bayu, kalian masuk lah kekamar kalian masing masing " printah Bram pada ke lima anak nya karena jika sudah menunjukan pukul 10 malam,
sedangkan para orang dewasa masih berbincang si ruang keluarga, tak lama Bianca pun meminta untuk tidur
" mama caca mengantuk " ucap Bianca pada Wina yang sedari tadi berglayut di pelukan wina " ya sudah ayo kita ke atas, tidur sama mama " jawab Wina, dan Wina pun pamit untuk menidurkan Bianca. tak lama semua pun ke kamar masing masing, beruntung rumah almarhum pak Herman mempunyai banyak kamar tamu.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih