
" selamat ulang tahun kakak syasa.. " ucap serentak keluarga Bram saat syasa menuruni tangga
Bram: " selamat ulang tahun sayang.. " memeluk syasa
syasa: " Terima kasih pa.. "
Wina: " syasa.. selamat ulang tahun, ternyata mama juga semakin tua "
syasa: " mama.. tapi mama terlihat sangat muda, lihat papa setiap hari jatuh cinta sama mama haha "
Wina: " syasa.. " melihat ke arah Bram dan tersipu malu
Bram: " haha.. kamu bisa saja sya.. " mendekati Wina dan merangkul Wina
syasa: " aku ingin mempunyai suami seperti papa, yang selalu menjaga mama, mempunyai banyak waktu untuk mama, serta melindungi mama dari orang-orang jahat "
Wina: " semoga Bryan yang terbaik untuk mu, karena dia pilihan mu "tersenyum
dan adik adik syasa serta para oma opa pun mengucapkan selamat ulang tahun pada syasa. setelah nya syasa meniup lilin dan memotong kue dan di bagi bagi. kemudian syasa mengutarakan niat nya untuk kembali kejakarta bersama bu Dita
syasa: " ma.. pa.. siang nanti syasa dan oma Dita kembali ke Jakarta, "
Wina: " apa tidak sebaik mama tinggal di sini saja, di jakarta syasa sibuk di kantor, mama tidak ada yang menemani, " menghampiri bu Dita
Dita: " tempat ku bukan di sini Wina, mama ingin menghabiskan sisa umur mama di rumah mama sendiri, ada mbok titin yang menemani mama "
Wina: " tapi ma.. ? "
syasa: " ma jangan paksa oma sebisa mungkin syasa akan meluangkan waktu untuk oma " tersenyum
Wina: " baik lah.. ".
syasa: " pa..kenapa banyak pekerja bangunan, di luar "
Bram: " papa mau buat kamar untuk Bianca, karena adik kecil mu sudah tidak mau tidur dengan putri, Bianca minta kamar sendiri, dan kamar sudah penuh , bahkan kamar tamu sudah menjadi kamar pribadi si kembar bayu dan banyu, terpaksa ruang kerja papa, papa ubah menjadi kamar Bianca "
syasa: " ck.. papa terlalu banyak anak haha " berlari menuju lantai atas kamar nya dan semua orang pun tertawa.
Bram: " anak itu.. " tersenyum
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
jakarta. kediaman Herman
syasa: " oma.. oma pasti lelah.. sehabis perjalanan surabaya jakarta, oma istirahat di kamar ya.. "
Dita: " iya.. sayang.. oma juga mengantuk, " syasa pun mengantarkan bu Dita ke kamar dan membantunya berbaring kemudian syasa keluar dari kamar bu Dita.
syasa pun menuju ayunan tempat favorit nya, syasa duduk diayunan sembari menikmati udara sore hari,
syasa: " Bryan kamu kemana ? ,apa kamu sudah lupa dengan ulang tahun ku ? " memejamkan matanya
syasa: " sudah 3 hari kamu belum menemui ku ,setelah kepulangan ku dari London " mengayunkan ayunan nya
syasa: " dewa.. andai aku bertemu dirimu terlebih dahulu.. ah..astaga..! apa yang aku pikirkan " menghentikan ayunan nya
πΈπΈπΈπΈπΈ
Jepang π―π΅
__ADS_1
dewa: " sya.. sedang apa kamu sekarang.. aku merindukan duduk berdua dengan mu di kafe, menikmati cappucino dan kamu menikmati susu coklat kesukaan mu " menyandarkan punggung nya di kursi kerjanya
dewa: " banyak yang mengatakan jika kita pasangan serasi, dan kita berdua hanya tersenyum hah.. " mengingat kenangan saat bersama syasa lalu menyunggingkan senyuman
dewa: " aku harap kamu tidak ceroboh makan roti yang ada selai kacang nya , nanti kamu alergi sya.. " memejamkan matanya
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
malam hari kediaman pak Herman, syasa makan malam berdua dengan bu Dita,
Dita: " sya.. kenapa murung.. "
syasa: " tidak oma.. " tersenyum
Dita: " Bryan sudah menghubungi mu " syasa hanya menggelengkan kepala nya
syasa: " sudah lah oma.. biarkan saja, Bryan sibuk dengan pekerjaan nya "
tiba tiba Bryan datang dan langsung bergabung di ruang makan
Bryan: " sayang... " menghampiri syasa dan mencium keningnya dan menyalami bu Dita
syasa: " duduk lah.. apa kamu sudah makan " tersenyum
Bryan: " sudah.. makan di tempat.. em.. maksud ku di rumah.. " tersenyum dan sedikit gugup
syasa: " kamu membawa apa.. " melihat bingkisan
Bryan: " roti bakar buat oma dan kamu "
syasa: " roti.. ? "
syasa: " tapi aku sudah makan nasi.. "
Bryan: " coba lah sedikit saja "
syasa: " baiklah... " tersenyum
syasa: " tunggu...ini pakai selai apa.. ? "
Bryan: " kacang.. "
syasa: " apa.. ? kacang.. ? tidak tidak tidak.. aku alergi kacang "
Bryan: " oh ya.. maaf aku baru mengetahui nya, ya sudah untuk oma saja "
syasa: " oma juga alergi kacang Bryan.. dan itu menurun ke aku "
Bryan: " buat mbok titin saja "mengharukan tengkuk nya
tak lama syasa dan bu Dita pun selesai makan, bu Dita langsung ke kamar nya , syasa dan Bryan duduk di ruang keluarga
syasa: " Bryan malam ini kamu mau menginap di sini "
Bryan: " maaf sayang.. aku tidak bisa, ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesai kan malam ini "
syasa: " apa kamu tidak merindukan ku.. "
Bryan: " aku merindukan mu " meraih jemari syasa, dan syasa pun memperhatikan jemari Bryan dan ada yang aneh di jarinya
__ADS_1
syasa: " Bryan, mana cincin pertunangan kita "
Bryan: " hah... em.. itu.. waktu mandi aku lepas jadi aku lupa memakai nya lagi "
syasa: " ceroboh.. " tersenyum sembari menepuk lembut pipi Bryan
Bryan: " aw.. sakit sayang.. " memeluk syasa
syasa: " kamu masih mencintai ku.. " masih memeluk Bryan
Bryan: " tentu.. " tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah syasa, mencium bibir syasa
Bryan: " aku merindukan saat seperti ini.. " lalu memeluk syasa
syasa: " kamu merayu ku hem.. " tersenyum di pelukan Bryan
syasa: " Bryan kenapa bau parfummu tidak seperti biasa nya, ini seperti parfum perempuan "
Bryan: " em.. ini parfum baru ku, kamu suka..? "
syasa: " suka.. " tersenyum
tiba tiba ponsel Bryan berdering, lalu Bryan menjawab nya
Bryan: " Hallo.. " berdiri sedikit menjauh dari syasa
Bryan: " iya.. aku segera kesana.. " mematikan sambungan telepon nya
Bryan: " syasa maaf aku harus pergi, ada keperluan mendadak "
syasa: " Bryan kenapa sekarang berubah " menatap tajam Bryan
Bryan: " sayang.. aku tidak berubah, aku hanya sedikit sibuk dengan pekerjaan ku "
syasa: " pekerjaan ? bahkan pekerjaan ku lebih banyak dari pada pekerjaan mu Bryan? " triak syasa..
Bryan: " sya.. !! teriak Bryan
syasa: " bahkan sekedar ucapan selamat atas kelulusan ku saja kamu tidak mengucapkan, hari ulang tahun ku kamu lupakan, dan semenjak oma di surabaya, kamu pun tidak pernah menjenguk nya, calon cucu mantu seperti apa kamu " ucap syasa penuh emosi sembari meneteskan air mata
Bryan pun binggung ingin menjawab apa, ia pun memeluk syasa lalu mengecup keningnya dan berkata
Bryan: " maafkan aku , aku memang harus pergi " mengecup kening syasa kembali lalu pergi meninggalkan syasa.
syasa hanya terdiam, sembari melihat punggung Bryan dan menangis
syasa: " bahkan kamu pergi meninggalkan ku begitu saja " lalu syasa duduk di sofa, bu Dita yang mendengar pun ikut menangis di kamar nya, syasa pun tak tinggal diam, lalu syasa memanggil Rendi
syasa: " Rendi..!! Rendi..!! " sembari mengusap air matanya tak lama Rendi pun menghampiri
rendi: " iya nona.. "
syasa: " ikuti dia.. jangan sampai dia mengetahui jika kamu mengikuti nya "
Rendi: " baik nona.. " Rendi pun mengikuti Bryan
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
vote like komen
__ADS_1
Terima kasihπππ