
Merupakan sebuah mimpi besar bagi setiap orang untuk lahir dikeluarga Mahaputra, keluarga yang begitu kaya di negeri ini bahkan hampir mencapai dunia, keluarga yang sangat baik dan dermawan, siapapun akan menjadi beruntung jika kita menjadi anaknya, keberuntungan itu telah aku rasakan, aku Afnan Frizal Mahaputra merupakan putra angkat dari keluarga Malik Mahaputra, aku yang dulunya hidup hanya menjadi seorang pengamen jalanan, sampai akhirnya aku bertemu dengan mereka hidupku menjadi sangat berubah drastis, dikeluarga ini aku mendapat cinta dan kasih yang tak pernah aku rasakan, dikeluarga ini aku tak pernah kekurangan apapun, termasuk cinta, cinta yang diharapkan semua anak dari orang tua kandung mereka, disini bahkan aku lupa untuk memikirkan orang tuaku siapa?
Meski kini tidak ada lagi sosok ibu yang hadir dalam keluarga ini, karena beliau meninggal Lima tahun lalu akibat penyakit yang dideritanya, tapi ayah angkat ku selalu menjadi sosok yang terbaik, ia menjadi sosok ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya, bagi kedua sodari angkatku, Kayra Alviani Mahaputri dan Akira Alviani Mahaputri.
Kedua kakak beradik memiliki sifat yang berbanding terbalik, Kayra merupakan wanita cantik yang kasar nan jutek, tidak suka diatur dan pembangkang, sedang Akira, ia memiliki sikap yang lembut, penurut, dan sangat sabar
Sebuah keterpaksaan yang harus membuatku menikahi salah satu dari mereka, mengharuskan ku hidup harus terikat dalam sebuah belenggu, permainan takdir yang begitu rumitdan skenario alam yang sangat menyedihkan bagiku, jika bukan karena jasa mereka aku tak ingin hidup seperti ini, kini aku harus menikmati dan meratapi segala jalan hidup yang ku rasakan, pahit manis aku telan demi sebuah hubungan janji dan cinta.
***
"Selamat pagi" sapaku sambil menuruni anak tangga
"Pagii" jawab ayah dan Akira bersamaan, Kayra hanya memutar bola matanya malas sambil menyuapkan sandwich kedalam mulutnya
"Mau kemana pagi-pagi udah rapih gini?" tanya Akira saat melihatku telah duduk bergabung dimeja makan
"Ada pertemuan dengan klien penting" jawabku sambil mengunyah sandwich "Ayah sepertinya aku akan oulang terlambat hari ini, perusahaanku sedang mengadakan event untuk menyambut para klien klien dan investor baru" ujarku
"Ah, baiklah semoga usahamu sukses nak" balas ayah dengan senyum ramahnya
"Pasti sukses lah, orang dibantu sama ayah!" celetuk Kayra ketus, membuatku sedikit kikuk dibuatnya
"Kayra!" sentak Ayah
"Apa?! emang bener kan? ayah naruh saham besar disana?" ujarnya lagi
"Ka-"
"Sudahlah ayah, tidak perlu dipermasalahkan" ujarku menenangkan ayah yang mulai marah "Oh iya, kapan kamu akan lulus Kira?" tanyaku pada Akira untuk mengalihkan pembicaraan
"Sekitar dua minggu lagi" jawabnya sambil meminum susu
"Cepatlah lulus dan menikah nak ayahmu ini sudah tak muda lagi" canda ayah
"Ayah apaan sih" elak Akira malu-malu sambil melirik kearahku
Tak...
Kayra menghentakkan pisaunya saat memotong sandwich
"Aku berangkat kuliah dulu!" ujarnya ketus, lalu meraih tasnya dan pergi meninggalkan kami, semua yang ada disana memandang kearah Kayra yang mulai melangkah jauh
"Sudahlah, ayo lanjutkan saja makan" ujar ayah
"Ayah aku harus berangkat sekarang, investor baru itu sebentar lagi akan sampai, aku juga harus pergi kebandara untuk menjemputnya" pamitku sambil menciumi punggung tangan ayah angkatku itu
"Baiklah nak, semoga sukses" ujarnya sambil menepuk punggungku, akupun pergi dari pandangan mereka untuk kekantor.
Tak butuh waktu lama bagiku akupun kini tengah sampai di Bandara untuk menjemput para investor baruku
"Hallo Good morning sir" sapaku setelah melihat tiga orang bersetelan formal yang berdiri dihadapanku
"Hai, mr. Afnan? Good morning, how are you to day?" balas investor yang bernama Chadwik
"Im fine thank you" jawabku dengan senyum ramah
"Oh sory, can you speak indonesian?" tanyaku ragu
"Sure!" seru mereka bersamaan
"Ah baiklah, apakah kalian ingin pergi beristirahat terlebih dahulu? mungkin kalian lelah setelah melakukan perjalanan panjang?" tanyaku
"Tidak, kami ingin melihat terlebih dulu kantor mu" jawab investor yang bernama Luis
"Ah baiklah jika begitu, mari" ujarku, sambil mengarahkan mereka pada mobil jemputan yang telah ku persiapkan lalu melajukannya menuju kantor ku.
Sementara itu dilain tempat, tepatnya di universitas terbesar dinegara ini seorang gadis nampak sedang duduk mesra bersama seorang pria layaknya sepasang kekasih
__ADS_1
"Sayang, kita jalan yuk!" ujar Kayra
"Memangnya kamu tidak ada mata kuliah?" tanya Allandra yang biasa dipanggil Allan
"Ada sih, tapi aku malas" jawabnya dengan wajah cemberut
"Ihh kamu itu menggemaskan sekali" ujar Allan sambil mencubit gemas hidung mancung Kayra
"Iiih sakit tau!" rengeknya
"Manja bangett sih kamu" balasnya dengan tawa khasnya
"Biarin toh manjanya cuman sama kamuu" ujar Kayra sambil bergelayut manja ditangan Allan
"Yasudah kamu mau kemana?" tanya Allan
"Aku mau ke mall! aku traktir deh yuk!" serunya sambil menggandeng lengan Allan.
Sesampainya di Mall Kayra langsung berhambur mengarah ke stand pakaian disana dan memilih-milih pakaian yang menurutnya bagus
"Sayang ini bagus gak?" tanya nya sambil menunjukkan dress berwarna biru dongker
"Kamu pakai apapun akan tetap bagus dan cantik" puji Allan sambil membelai lembut pipi kekasihnya itu
"Aaa kamu sosweet banget sih" balasnya "Kalau ini gimana?" tanyanya lagi sambil menunjukkan dress berwarna merah
"Cantik" jawab Allan dengan senyum manis nya
"Oke aku mau yang ini, sama ini aja deh, kamu mau yang mana?" ujarnya
"Aku nggak dulu deh, aku laper kita makan yuk!" sahut Allan sambil menggandeng tangan kekasihnya menuju restoran di Mall itu.
"Aku, aku mau eum tortila espanolla, fruit smoothies, sama tea juice aja" ujar Kayra
"Saya mau Tortila espanola 2, Tea juice satu, fruit smoothies , sama orange juice nya satu" ujar Allan pada pelayan itu
"Baik silahkan ditunggu pesanannya" ujar pelayan itu lalu berlalu meninggalkan mereka berdua.
Direstoran yang sama Afnan dan ketiga investornya ditemani sekretaris nya baru saja tiba untuk melangsungkan makan siang karena memang kebetulan ini waktunya jam makan siang.
"Maaf dimana manejer anda?" tanya sekretaris Afnan yang bernama Shira pada salah satu pelayan disana
"Sebentar akan saya panggilkan" ujar pelayan itu, mata Afnan berkeliling mengamati sekitar, manik matanya kini berhenti menatap sepasang kekasih yang sedang berbahagia bersama saling menyuapi satu sama lain
"Kayra? dia disini? dengan siapa dia?" gumam Afnan
"Presdir Afnan" seru Shira membuat Afnan tersentak
"Ah iya?" sahutnya kikuk
"Saya sudah memesan ruangan VIP di restoran ini, mari mereka sudah pergi mendahului anda" ujar Shira sambil menunjuk kearah para investor yang sudah memasuki ruangan yang dipesan Shira
"Ah iya, baiklah" balasnya lalu berlalu meninggalkan tempat itu untuk menyusul para investornya.
***
# 21.45 Kediaman Mahaputra
"Wleeek" ledek Akira yang sedang berlari sambil menjulurkan lidahnya kearahku
"Awas kamu ya!" ujarku sambil berlari mengejar Akira yang mengelilingi sofa diruang keluarga
"Ah lelet banget sih larinya hahaha" ledeknya lagi sambil terus berlari
__ADS_1
"Kalian ini sedang apa?!" tanya Ayah "Kalian ini sudah besar masih saja suka bermain seperti ini" lanjutnya yang mulai pusing melihat aksi kami yang berkejar-kejaran mengelilinginya, Akira berlari kearah ayah dan bersembunyi
"Itu yah, bang Afnan yang mulai" adunya
"Nggak yah, awas kamu ya Kira!" elaknya lalu nerjalan kearah Akira dan menggelitikinya "Rasakan ini"
"Ahh gelii bang udah, udah hahaha, bang geli bang udag yaampun aku pengen pipis bang hahhaa" ujarnya kegelian "Udah banga ampuun ampuun deh Kira gak bakal gitu lagi janji janji" mohonnya
"Janjii ya?" tanyaku sambil terus menggelitiki adik angkatku itu
"Iya iya janjii" balasnya sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V, akupun menghentikan aksiku dan duduk disamping ayah
"Hufft" helaku lelah
"Bagaimana acara mu tadi?" tanya Ayah saat kami sedang berkumpul diruang keluarga
"Lancar saja" jawabku "Besok akan diadakan meeting" lanjutku memberi tahu
"Aku pulang!" seru Kayra yang baru saja datang dengan langkah sempoyongan, Akira yang melihat segera membopong tubuh kakaknya itu, bau alkohol tercium dari mulut gadis itu sepertinya dia mabuk fikirku
"Yaampun Kayra!" pekik ayah
Plaak...
Sebuah tamparan keras mendarat dipipu mulus milik Kayra sampai meninggalkan bekas kemerahan disana, aku menyentuh bahu ayah mencoba untuk menenangkan amarahnya
"Kenapa kamu tidak pernah berubah Kayra?! kau mau membuat ayahmu ini mati mendadak karena kelakuan yang sering mabuk-mabukkan?! kau ini wanita kau akan menjadi seorang ibu, apa kau tidak berfikir sampai sana?!" sentak ayah
"Ayah tenang lah dulu, jangan terpancing emosi ayah, jika ayah begini darah tinggimu akan naik" ujarku menenangkan
"Bagaimana darah tinggiku tidak naik?! aku saja sudah dibuat seperti mayat hidup oleh anak yang tidak tahu diri ini!" bentaknya lagi
"Lepaskan aku!" tegas Kayra menepis lengan Akira yang membopongnya
"Ya ayah! Iya aku memang tidak tahu diri kenapa? kau menyesal memiliki anak sepertiku? kenapa? kenapa aku selalu salah dimata ayah hah?! kenapa?!" sentaknya
"Akira!" sentak ayah sambil mengangkat tangannya hendak menampar Kayra lagi, namun tiba-tiba niatnya diurungkan saat merasakan sakit dibagian Dadanya
"AYAAAH!" Pekik ku bersamaan dengan Akira
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Assalamu'alaikum para readers yang baik, ini novel baru aku, aku buat novel ini karena untuk pemenuhan syarat ikut audisi yang sekarang lagi diselenggarakan oleh Noveltoon, aku harap kalian para readers suka dengan cerita dari novel ini, aku sangat berharap dukungan dari kalian biat support aku, dengan cara nge like vote sama rate-in novel inii aku mohoon bangeet ya, supaya aku bisa ada harapan menang audisi, Plisss ya para readers Like, Vote and komen juga kasih tahu pendapat kalian mengenai novel baru aku ini, baca juga ya novel ku yang lainnya
"The magical of love" dan "Broken Child" kalo yang satunya story chat aku yakin gak bakal seru, jadi aku belum nerusin deh, karena itu kali pertama aku buat story chat judulnya "Ternyata kekasihku ayah tiriku" jangan lupa mampiir dan tinggalkan jejaknya yaa😚❤
Happy Reading😚❤
__ADS_1