Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MULAI MENYERAH


__ADS_3

detik ini pun masih tetap di cerita yang sama , mungkin cerita kali ini jauh lebih panjang atau hanya sebatas ini .


saat ini yang ingin aku lanjutkan tentang perjuangkan ku menghadapi Mita selanjutnya , dulu Mita teman baik ku bahkan sudah ku anggap sebagai saudara ku ' tapi sekarang Mita menjadi musuh terbesar dalam hidup ku ...


andaikan aku bisa berdamai dengannya mungkin aku mau berbagi rata apa yang pernah di titipkan bang Arda dulu semasa hidupnya meski harta tersebut hanya di tujukan untuk anaknya arza , namun aku rela untuk membaginya .


Tapi semua sudah terlanjur , Mita yang memulai pertikaian ini .


Arza anak ku mungkin ibu mu tidak bisa memberikan materi yang lebih seperti teman-teman mu di luar sana , tapi ibu bisa memberikan kasih sayang yang luar biasa untuk mu .


maafkan ibu nak semasa kecil mu kamu tidak bisa menikmati hidup yang selayaknya kamu dapatkan , ibu berjanji akan memperjuangkan masa depan mu .


agar suatu saat nanti ibu bisa melihat mu menjadi orang yang sangat berguna .


hari ini aku akan memulai perjuangan ku , sudah dua jam aku berusaha menghubungi Dianri tapi Dianri malah tidak bisa di hubungi .


Aku jadi khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Dianri Ardani itu , bukan kah dulu Dianri sudah berjanji untuk membantu ku dan juga Arza .


kalau seperti ini usaha ku akan sia-sia , apa yang akan aku lakukan nantinya .


Aku menghubungi Bimo untuk meminta pendapat .


sambil menyelesaikan pekerjaan ku , beberapa menit kemudian Bimo datang menemui ku .


memang dari dulu hingga saat ini hanya Bimo lah ya yang selalu membantu ku di setiap masalah yang aku hadapi .


setelah semua selesai aku menemui Bimo yang sudah lama menunggu ku .


bim...apa yang harus aku lakukan nantinya , saat ini Dianri tidak bisa di hubungi .


sementara saksi yang bisa membantu ku hanya Dianri , tapi bagai mana caranya agar aku bisa bertemu dianri .


Begini saja Rania...


aku akan mencari tau di mana tempat tinggal Dianri Ardani , aku mohon bantuan mu untuk mencari tau di mana keberadaan Dianri .


Aku rasa itu sangat sulit Bim...


di mana kita bisa mendapatkan informasi keberadaan Dianri , apa lagi Dianri sampai saat ini tidak bisa di hubungi .


Rania...Rania...


kita hidup di zaman modern , banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencari tahu keberadaan Dianri .

__ADS_1


kan sekarang sudah ada sosmed , kita bisa mencari tahu lewat sosmed Rania...


kamu benar Bim...


tapi aku sama sekali tidak pernah menggunakan sosmed , bahkan satu akun sosmed pun aku tidak punya .


ha.ha.ha.


rania maaf bukan aku mengejek mu , tapi hidup mu terlalu serius aku takut urat saraf mu semakin tegang .


Bim...teruslah mengejek ku jika itu membuat hati mu senang , aku sebenarnya tersinggung mendengar perkataan Bimo .


tapi apa yang di katakan Bimo itu benar , aku memang terlalu kuno bahkan tidak tau satu apa pun .


mulai saat ini aku harus banyak belajar dari Bimo , jadi suatu saat nanti aku bisa menyelesaikan masalah mu sendiri tanpa bantuan orang lain .


Rania...tidak usah khawatir aku akan selalu membantu mu , Bimo menepuk pundak ku memberikan semangat dalam hidup ku .


Bim...sepertinya banyak hal yang ingin aku pelajari dengan mu , aku ingin belajar apa yang aku tidak pahami saat ini tolong kamu jelaskan agar nanti aku tidak sebodoh ini .


kamu itu tidak bodoh Rania...cuma harus banyak mencari tau tentang perkembangan zaman saja , maksud ku seperti itu ...


jika kamu mau belajar dengan ku itu tidak masalah aku siap membantu mu , sambil tersenyum manis Bimo memberikan kode semangat ke pada ku .


aku belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Dianri , aku hanya takut ada yang mencelakai Dianri dan keluarganya ' sehingga Dianri tidak bisa di hubungi .


kini pikiran ku benar -benar kalut , seluruh badan ku terasa lelah .


apa lagi semenjak Bimo melaporkan kasus Mita kemarin dan ingin melanjutkan laporan tersebut pikiran ku semakin kusut .


aku memikirkan keselamatan arza saat di sekolah , aku takut Mita berbuat nekat seperti dulu .


sepertinya aku harus bertemu Bimo lagi , pekerjaan ini tidak penting bagi ku ' yang terpenting saat ini keselamatan arza .


Aku bergegas mencari ojek agar dengan mudah bisa bertemu Bimo , di persimpangan jalan akhirnya aku bertemu Bimo .


Rania...ada apa ? tidak biasanya kamu menyusul ku seperti ini .


Bim...? aku khawatir dengan arza Bim , aku takut Mita berbuat jahat terhadap arza .


begini saja Rania...lebih baik kamu tinggalkan dulu pekerjaan mu , jadi setiap hari kamu bisa mengantar dan menjemput arza ke sekolah .


Bim...jika aku meninggalkan pekerjaan ku , bagai mana dengan keluarga ku Bimo...

__ADS_1


apa lagi ayah ku saat ini belum bisa bekerja jadi aku harus mengurus tenaga ku saat ini .


Rania...biar aku yang membantu membiayai kebutuhan keluarga mu .


tidak perlu Bim, aku masih mampu membiayai kebutuhan keluarga ku saat ini .


sudah terlalu banyak kamu membantu keluarga ku ...


apa lagi dengan menebus semua hutang-hutang ayah , sampai saat ini aku belum bisa untuk membayarnya .


jadi tolong Bim ...cukup sampai di sini saja membantu keluarga ku , aku benar-benar malu ...


dengan mu semua masalah keluarga ku harus melibatkan mu bimo .


jadi sekarang aku sudah pasrah , aku tidak mau menyusahkan mu lagi .


aku rasa laporan ini tidak akan aku lanjutkan , aku takut arza yang menjadi korban atas ke egoan ku .


Rania...mengapa kamu menyerah begitu saja , aku heran dengan sifat mu .


apa yang ada di pikiran mu , sudah berapa kali aku katakan buka pikiran dan mata mu Rani !


Aku ikhlas membatu mu , aku tidak pernah meminta mu untuk membayar semua nya .


kami memang tidak pernah meminta untuk membayarnya Bim...! tapi aku merasa malu , terlalu banyak pengorbanan mu selama ini .


kamu berhak menikmati hidup mu , bukan ikut menikmati kesengsaraan dalam hidup ku .


yang membuka mata dan pikiran itu kamu Bim...!


bukan aku , pikirkan masa depan mu ...


keluarga ku hanya membuat beban dalam hidup mu , berhentilah membantu ku Bimo .


tidak Rania...? aku sudah terlanjur melangkah dan aku tidak akan pernah mundur sedikit pun , apa pun itu aku tidak peduli .


Cukup Bim...aku tidak mau melanjutkan pertengkaran ini , kamu terlalu baik untuk ku .


aku pergi meninggalkan Bimo sendirian tanpa menghiraukannya , aku terus berjalan menuju ke arah sekolahnya arza .


dengan langkah yang begitu cepat sehingga Bimo tidak bisa mengejar ku , aku terus berjalan tanpa menoleh kiri dan kanan.


aku berharap perjuangan Bimo untuk membantu ku cukup sampai di sini , aku tidak mau Bimo merasakan nasib yang sama dengan ku .

__ADS_1


__ADS_2