
Keesokan harinya ...
aku terbangun dari tidur ku ,,,aku melihat suasana rumah begitu sepi , di mana mereka pikir ku dalan hati .
ternyata mereka sedang duduk menikmati sarapan pagi yang sederhana itu , aku mendekati mereka sambil melangkah secara perlahan.
Rania...kamu sudah bangun nak....sini ,kita sarapan sama-sama , ibu memanggil ku dan menarik tangan kanan ku agar lebih dekat dengannya.
Nanti saja Bu ?...aku belum mandi ,,,dengan wajah yang kusut serta rambut berantakan , meski dalam keadaan kurang waras ' waktu itu aku masih punya rasa malu jika berada di sekeliling orang-orang yang penampilannya rapi .
Ya sudah, kamu mandi setelah itu jangan lupa sarapan ya...
aku hanya diam dan menganggukkan kepala...
hari ini hari pertama arza masuk sekolah seperti biasa , semua perlengkapan dan surat pindah sekolah arza semua Mita yang mengurusnya , aku sendiri saat itu tidak tahu apa-apa .
arza berpamitan dengan ku sebelum berangkat ke sekolah...
Ran...kamu tidak ikut mengantar arza ? Mita bertanya kepada ku.
aku menggelengkan kepala,,, aku di rumah saja jawab ku seakan tak berkenan.
Untunglah Arza sangat memahami ku saat itu , arza sama sekali tidak marah dan tidak merasa kecewa saat aku tidak mau mengantarnya ke sekolah.
biar aku dan Mita yang mengantar arza , Doni merasa kasihan melihat Arza dan ingin mengantarnya.
Aku sama sekali tidak menghiraukan mereka , dan masuk kedalam rumah .
Arza ,,, nenek harap kamu tidak merasa sedih dengan sikap ibu mu tadi , perlu kamu ketahui , ibu mu seperti itu karna menanggung beban rindu dengan mu di saat kamu pergi bersama ayah mu dulu , ibu menjelaskan kepada Arza , agar mengerti dengan tingkah aneh ku .
tidak apa-apa nek ? Arza sudah sangat mengerti , yang terpenting ibu baik-baik saja .
kalau begitu berangkatlah , nanti kamu terlambat dan hati-hati di jalan .
mereka bertiga meninggalkan rumah dan menuju ke sekolahnya arza .
Mita sangat baik dia yang selalu mengurus arza di saat aku tak bisa berbuat apa-apa.
melihat seisi rumah mulai sepi , aku merasa sangat bosan seharian di rumah .
__ADS_1
namun jika aku keluar ibu pasti memarahi ku .
secara diam-diam aku melangkah keluar , dua langkah meninggalkan pintu rumah aku merasa di bagian rambut ku terasa sakit .
Aduh...siapa yang menarik rambut ku , sakit sekali rasanya .
mau kemana ...? dengan suara parau .
sudah berani keluar sendirian tanpa izin , sambil menarik rambut ku" sehingga membuat ku mundur beberapa langkah.
Sepertinya aku mengenal suara itu , benar...dia adalah pak Dedi ayahnya Doni...
Rania...nanti malam kamu akan menjalani pengobatan seperti kemarin , mudah-mudah ingatan kamu bisa pulih kembali"pak Dedi menjelaskan kepada ku .
Aku menundukkan kepala , karena merasa takut mendengar perkataan pak dedi " sebab aku merasa sangat sakit di seluruh tubuh ku saat menjalani pengobat bersama pak Dedi waktu itu .
Jangan takut Rania...saya melakukan ini semua demi kebaikan kamu , saya berharap kesembuhan kamu secepatnya .
aku masih menunduk dan merasa sangat takut ,
waktu begitu cepat " tepat pada malam Jum'at .
sebelum menjalani pengobatan , aku duduk melihat bintang-bintang di angkasa yang begitu indah .
Wah ...sakit sekali ' mengapa aku tidak bisa mengingat kembali masa lalu ku , kepala ku seperti tertusuk jarum saat mengingatnya kembali.
tak lama kemudian aku menjalani pengobatan bersama pak Dedi dan di temani oleh ibu dan ayah ku , pak Dedi membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an .
saat mendengar lantunan ayat-ayat suci itu batin ku terasa begitu tenang dan sakit di kepala ku semakin berkurang .
bagai mana Rania ,,, apa yang kamu rasakan ...pak Dedi bertanya ke pada ku...
aku merasa tenang ,,,jawab ku singkat sambil memandang pak Dedi yang tersenyum ke pada ku.
syukurlah ,,jika kamu mau mengingat sesuatu hal apa pun itu ,ingatkah Rania...jika kamu merasa kesulitan atau pun merasa sakit untuk mengingatnya , bacalah ayat-ayat Alquran yang kamu hafal .
banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah , insya Allah segala keinginan mu akan di kabulkan olehnya.
Setelah selesai dan pikiran semakin tenang , aku teringat arza dan mencarinya .
__ADS_1
ternyata arza sudah tidur aku mendekatinya , malam itu aku merasa nyaman di dekat arza dan tak ingin terpisah dengannya .
mungkin berkat doa-doa yang di bacakan pak Dedi tadi , pikiran kusut yang menghantui ku selama ini semakin berkurang , sehingga dengan perlahan aku bisa mengingat anak ku kembali.
Rania...ibu senang melihat mu , sekarang kamu sudah bisa mengenal siapa yang paling berharga dalam hidup mu .
malam ini jika kamu mau menemani arza , biar ibu dan ayah tidur di luar saja .
ibu meminta ku agar aku bisa bersama arza .
Aku mengangguk setuju dengan pendapat ibu ,
semoga saja ingatan ku kembali pulih " meski pun secara perlahan .
Pagi yang begitu cerah , cahaya matahari menyilaukan mata ku .
ibu...arza memanggil ku...
ibu yang menemani aku tidur ?...apa ibu sudah mengingat ku ,, arza memulai pertanyaannya.
i..iya...ibu yang menemani mu , ibu kasihan melihat mu tidur sendirian dan ibu akan berusaha akan mengingat kembali apa yang telah hilang dalam pikiran ibu selama ini.
Ibu....aku merindukan ibu yang dulu , ibu yang sangat menyayangi ku " sambil menangis arza memeluk ku dengan erat , melepas segala kerinduannya selama ini.
maafkan atas semua kesalahan ibu , meski ibu belum bisa berbuat apa-apa , tapi ibu yakin dan berusaha untuk membahagiakan mu.
meski saat ini belum bisa ibu paksakan sepenuhnya.
Tidak apa-apa Bu,,, melihat ibu sembuh aku sudah bahagia , arza menghapus air mata ku yang tak bisa ku tahan .
Sangat sedih rasanya , bisa merasakan kebersamaan yang selama ini terpisah oleh waktu.
ku peluk erat anak ku dengan kasih sayang , sudah lama sekali aku tidak berada di dekatnya dan sudah lama sekali aku tidak merawatnya .
Hari ini aku ingin terus bersamanya , meski terasa sakit menusuk di kepala ku , namun aku selalu mengingat pesan dari pak Deni ,sehingga rasa sakit ini bisa aku tahan .
Ibu dan ayah mendekati kami berdua , ibu merasa terharu saat melihat ku bersama arza.
Rania...inilah saat - saat yang ibu nantikan , kamu bisa bersama arza kembali .
__ADS_1
doa ibu selama ini sudah di kabulkan , ibu berharap tidak ada lagi kejadian buruk yang menimpa mu .
ibu dan ayah merasa bahagia melihat kebersamaan keluarga kami utuh kembali setelah sekian lama hidup dalam kehancuran.