Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MITA MENYUKAI DONI


__ADS_3

Masih di tempat yang sama dan cerita yang sama tentang ku yang bernama Rania...


cuaca yang begitu cerah , burung-berung berkicau terbang kesana-kemari .


aku bergegas menuju ke kamar Arza dan memanggilnya.


Arza...sudah siap nak...kita berangkat sekarang nanti kamu terlambat ke sekolahnya ...


Sudah Bu ?...jawab Arza...Bu...aku bisa ke sekolahnya sendiri saja , ibu bilang hari ini ibu ada urusan .


Iya ibu ada urusan , tapi nanti setelah mengantar mu ke sekolah .


ternyata pembicaraan ku dan Arza di dengar oleh Doni.


Ada urusan apa Rania .... Doni tiba-tiba bertanya ' aku kaget melihat Doni sudah berdiri di belakang ku.


Itu...aku mau bertemu seseorang , ada yang mau aku selesaikan , aku begitu gugup menjawab pertanyaan Doni.


Kalau begitu biar aku saja yang mengantar mu dan juga Arza , kebetulan hari ini aku tidak ke kantor.


Oh...aku rasa aku bisa sendiri , kamu istirahat saja di rumah ' aku tau Mita pasti cemburu jika Doni yang mengantar ku.


lagi pula aku tidak mau ada satu orang pun yang tau kalau aku hari ini mau mencari pekerjaan , sudah cukup selama ini aku menyusahkan keluarga Doni .


Rania...akhir-akhir ini mengapa kamu selalu menghindar dari ku , tidak biasanya kamu seperti itu ' ada apa Rania...


Menghindar ..? Kamu salah paham Don...aku tidak pernah menghindar , aku tidak mau menyusahkan mu .


sudah cukup selama ini aku , arza dan kedua orang tua ku " bergantung hidup dengan keluarga mu .


Rania...! apa maksud mu...ayah ku ikhlas membantu keluarga mu , kamu sudah berubah Rania .


Doni pergi meninggalkan ku dan juga Arza.


Aku berubah karena ada orang lain yang harus kamu perhatikan , orang yang membutuhkan kehadiran mu .


maafkan aku Doni , bagi ku kamu adalah saudara ku dan Mita adalah sahabat ku .


aku tidak mau di antara kita terjadi keributan dan permusuhan.


sebaiknya nanti saja aku menemui Doni untuk menjelaskan semuanya , takutnya nanti arza terlambat.


setelah mengantar Arza , aku berjalan ke sana ke mari mencari tempat yang membutuhkan tenaga kerja , mudah-mudah saja masih ada lowongan.


sulit juga mencari pekerjaan sekarang , apa lagi banyak orang yang tahu kalau aku baru sembuh dari penyakit jiwa , mereka tidak mau menerima ku bekerja di tempat mereka.


sudah putus asa rasanya , sudah jam dua siang aku belum menemukan tempat kerja yang bisa menerima ku.

__ADS_1


Karena sudah lelah , aku memutuskan untuk pulang.


Ran...kamu dari mana saja , seharian tidak pulang ke rumah .


ran...kamu baru saja sembuh , sebaiknya kamu beristirahat di rumah bukan keluyuran seperti ini.


Dalam hati ku Enak saja bilang aku keluyuran , aku cari kerjaan bukan keluyuran .


tapi aku tidak mau doni tahu kalau aku mencari pekerjaan , lebih baik aku diam saja .


Sebaiknya kamu ikut dengan ku , kita pulang sekarang ' aku tidak mau kamu sakit .


Jika aku menolaknya Doni pasti akan marah pada ku , tapi jika aku ikut dengannya bagai mana jika nanti Mita melihatnya .


ayo...naik...


Doni menyuruhku naik ke motor yang di bawanya itu .


Kita sudah sampai ...ran...mengapa kamu diam saja , Doni melirik ke arah ku.


Tidak apa-apa aku hanya lapar , aku mencari alasan agar Doni tidak mencurigai ku sebelum ada yang melihat kami berdua , aku buru-buru masuk ke rumah dan meninggalkan Doni .


ran...tunggu sebentar ..? aku belum selesai bicara


Aku tidak menghiraukan Doni , aku memperhatikan di sekeliling rumah tampak begitu sepi " sepertinya tidak ada siapa-siapa .


mit...Mita...? aku memanggil Mita , kamu di mana mit...


ternyata ibu yang menjawab panggilan ku bukan Mita.


oh iya..Bu ...apa arza sudah pulang bu , aku bertanya lagi kepada ibu


arza sudah pulang , mungkin arza istirahat di kamarnya .


Bu...aku lapar ...seharian aku belum makan .


sepertinya masakan ibu sangat enak , aku sudah tidak sabar untuk menikmatinya .


Rania...sebaiknya kamu panggil Doni...karena dari tadi Doni juga belum makan .


aku berdiri hendak melangkah ...


Biar aku saja yang memanggil doni , dengan suara yang lembut dari arah belakang ku .


ternyata Mita ,,,dia sudah pulang , syukurlah jadi Mita tidak salah paham dengan ku lagi .


tak lama kemudian Doni dan Mita menuju ke ruang makan , kami bertiga menikmati hidangan yang ibu sediakan " sambil bercanda dan tawa hidangan yang sederhana itu terasa sangat nikmat.

__ADS_1


Aku memperhatikan gerak gerik Mita yang selalu mencuri pandangan ke arah Doni , sepertinya Mita memang menyukai Doni , Itu urusan mereka bukan urusan ku .


Rania...besok kamu ada rencana mau keluar atau ke suatu tempat , tiba- tiba Doni bertanya kepada ku .


sepertinya belum ada...aku mau menghabiskan waktu di rumah saja besok .


Apa urusan mu sudah selesai ?...Bimo bertanya lagi .


Su...dah....aku terpaksa berbohong , takut Doni memperpanjang pertanyaannya .


Urusan apa ...? tanya Mita ingin tahu...


kamu tidak pernah cerita kepada ku Rania..


Ah...itu tidak terlalu penting mit...aku hanya bosan di rumah , jadi butuh udara segar .


sepertinya Mita tidak suka melihat Doni terus mencari celah untuk berbicara dengan ku .


Jika kamu ada urusan di luar , biar aku saja menemani mu .


Mita menawarkan diri , dia takut jika nanti aku pergi bersama Doni .


ia mit...nanti aku akan meminta bantuan mu untuk menemani ku , jika aku ingin keluar .


aku tidak mau menolak tawaran Mita , takut salah paham.


Aku akan membantu mu Rania...jika kamu perlu apa-apa jangan malu-malu ran ,,,aku selalu ada buat mu , Mita mengedipkan matanya !


terima kasih mit...aku selalu saja menyusahkan mu .


Jangan begitu ? aku sahabat mu Rania...


aku tidak mungkin membiarkan mu dalam kesusahan.


kamu benar kita bersahabat sejak lama ' tapi mengapa kamu cemburu dengan ku hanya karena laki-laki ( aku hanya berbicara dalam hati ).


padahal aku sama sekali tidak mempunyai perasaan lebih terhadap Doni , malah sebaliknya aku ingin mendekatkan Mita agar bisa bersama Doni..


tapi perasaan seseorang tidak bisa kita paksakan , apakah Doni juga menyukai Mita .


setiap orang berhak menentukan pilihannya dan berhak menentukan keinginannya .


dari pada aku tambah pusing ,biarkan mereka berdua yang menentukannya .


tapi sikap Doni yang selalu membuat ku serba salah , Doni terus saja mendesak ku , perhatian terhadap ku .


aku tidak bisa menolaknya ,karena aku sudah begitu banyak berhutang Budi terhadap Doni.

__ADS_1


Namun perasaan ku masih tetap sama seperti dulu , aku hanya menganggap doni seperti saudara ku bahkan seperti adik ku sendiri .


dan aku berharap Doni mendapatkan pendamping hidup yang tepat untuknya nanti .


__ADS_2