Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MENCARI ALASAN


__ADS_3

Hari pertama masuk kerja dengan mengucap bismillah memulai aktifitas yang baru .


syukurlah tidak kendala apa pun selama menjalankan pekerjaan .


pukul empat sore aku sudah pulang ke rumah , meski lelah seharian bekerja ' namun terasa menyenangkan .


setelah ini aku akan mengajak ayah , ibu dan wa Arza untuk mencari tempat tinggal yang baru .


Ibu...(arza memanggil ku saat aku memasuki rumah ) , arza memeluk ku dengan erat .


ibu baru pulang ...pasti lelah seharian bekerja ...


ia ,,,tapi setelah melihat mu semua lelah dan letih ibu hilang seketika , karena penyemangat hidup ibu


ini lah yang membuat hari-hari ibu penuh semangat .


arza tersenyum melihat ku sambil berjalan menuju ke dapur ,,,


Rania...sudah pulang kamu nak ...ibu yang tadi sibuk di dapur tiba -tiba bertanya melihat kedatangan ku .


Ia Bu...baru saja pulang...aku melihat ibu begitu sibuk memasak di dapur .


biar ku bantu ,,,kasihan ibu sendirian masak sebanyak ini , oh ia Mita ke mana...


Itu dia , ibu pikir Mita ikut dengan mu , sejak tadi pagi belum pulang ke rumah .


Mita belum pulang ,,, aku terdiam sambil menggelengkan kepala .


sejak tinggal di rumah Doni , aku belum pernah melihat Mita memasak atau pun mencuci piring di dapur . tapi aku tidak berani untuk menegurnya .


Aku kasihan melihat ibu , meski terasa lelah aku tetap memaksakan diri untuk membantu ibu menyiapkan makan malam nantinya .


Bu ,,, banyak sekali yang mau di masak , sepertinya ada acara apa malam ini...?


aku jadi heran , tidak biasanya masak sebayak ini ...


ibu juga tidak tahu Rania , tapi ini permintaan pak dedi...ibu tidak enak menolaknya .


aku heran tak biasanya pak Dedi meminta ibu untuk memasak masakan seperti ini , ini hidangan yang luar biasa .


seperti ada tamu yang datang ke rumah ini ...


tapi siapa...?


setelah beberapa jam kemudian semua hidangan telah selesai ...


aku memutuskan untuk istirahat , malam itu aku tidak ikut makan bersama mereka .


ran....Rania...kamu sudah tidur...?


sepertinya ada yang memanggil ku , ia ada apa ?

__ADS_1


aku lelah sekali rasanya berat mata ini untuk terbuka .


Aku Doni...aku mau bicara dengan mu sebentar .


Aku membuka pintu kamar , ternyata Doni sudah berdiri di depan pintu kamar .


ada masalah apa , sepertinya ada hal yang penting 'aku bertanya ke pada Doni yang sejak tadi tersenyum-senyum melihat ku .


Ehmmm tidak begitu penting , itu ayah ku yang mau berbicara dengan mu bukan aku .


Doni menunjuk ke arah ayahnya yang duduk di meja makan.


Aku mendekati pak Dedi yang sedang bercerita dengan ayah ku .


aku duduk di hadapan mereka berdua dan di ikuti oleh Doni .


Rania...pak Dedi mempunyai niat yang baik ,,, pak Dedi ingin menjodohkan mu dengan anaknya Doni.


Tiba-tiba jantung ku berdebar kencang mendengar penjelasan ayah , apa maksud pak Dedi memanggil ku .


Aku tidak salah dengar ayah , aku akan di jodohkan dengan Doni .


aku menggelengkan kepala , sulit di percaya ...


Tidak Rania,,, ini serius ...semua ke putusan ada di tangan mu .


ayah harap jawaban mu tidak mengecewakan pak Dedi dan juga doni.


sungguh ini keputusan yang sangat sulit , aku dan keluarga ku memang sudah banyak berhutang Budi , bahkan sudah tidak terhitung lagi ke baikan Doni dan ayahnya terhadap keluarga kami .


pantaskah aku bersanding dengan seorang laki-laki muda seperti Doni .


Kalau aku menolaknya , semua akan merasa kecewa ...tapi jika aku menerimanya , maka Mita yang akan jadi korbannya .


sebenarnya aku tidak ingin perjodohan ini terulang lagi , ini mengingatkan ku kembali ke masa lalu ku bersama Dianra Arda mantan suami ku itu .


Kepala ku terasa sakit perlahan menuju ke otak ku ,


aku sudah tak bisa berkata-kata lagi dan tidak bisa berpikir apa yang harus aku katakan kepada Doni dan ayah nya .


Rania,,,kamu baik-baik saja ...Doni melihat wajah ku yang mulai berubah .


apa dunia ini begitu sempit ,,, sehingga masih ada laki-laki yang bisa mencintai ku .


aku wanita yang tidak sempurna dan banyak ke kurangan , tidak sepantasnya mendapatkan laki-laki yang sempurna seperti Doni ...


Aku berusaha semampu ku untuk bisa berbicara di hadapan mereka , meski sakit di kepala ku semakin tak bisa ku tahan .


Sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum semuanya terjadi ...


bukankah selama ini pak dedi dan juga doni sudah mengetahui latar belakang keluarga kami .

__ADS_1


begitu juga apa yang telah terjadi dengan ku selama ini .


aku bukanlah wanita yang seharusnya menjadi pendamping hidupnya Doni .


aku seorang janda yang mempunyai anak sedangkan Doni , dia laki-laki utuh dan berpendidikan tinggi ' tidak sepantasnya Doni hidup bersama dengan ku .


Doni terlalu muda dari ku , aku tidak mau membuat Doni malu di hadapan teman-teman dan keluarganya nanti .


lebih baik Doni mencari wanita sebanding dengannya " mudah-mudahan mereka bisa memahami apa yang aku jelaskan tadi .


Rania...aku sudah berpikir sejauh itu untuk berani berterus terang dengan orang tua mu .


aku tidak mau mendengar alasan mu yang tidak masuk akal itu .


aku sudah memahami semua tentang diri mu , jadi tidak ada salahnya jika aku menyukai mu Rania...


Begitu berani Doni berbicara seperti itu di hadapan ayahnya , tidak ku sangka dia ternyata mempunyai jiwa yang tegas dalam mengambil keputusan .


Beri aku waktu untuk berpikir , aku benar-benar pusing dan belum bisa memutuskan apa yang seharusnya menjadi keputusan ku nanti .


apa yang kamu pikirkan lagi Rania ,,, Doni mulai mendesak ku , sepertinya Doni tidak bisa menerima jawaban ku tadi .


apa jawaban ku kurang jelas di telinganya .


Aku tidak mau jika nanti Mita mengetahui perjodohan ini , bisa-bisa Mita akan memusuhi ku dan menjauhi ku .


karena Mita mencintai Doni , aku bisa melihat dari sikapnya .


Doni di luar sana banyak wanita yang bisa kamu jadikan pendamping hidup mu ,,,


wanita yang masih sempurna yang bisa menjadi pedoman hidup mu .


coba kamu pikir-pikir lagi Doni...keputusan mu ini salah dan sangat-sangat salah .


satu hal lagi ...aku tidak mau Mita mengetahui masalah ini .


memangnya kenapa...? mengapa tidak boleh tau...


Doni merasa heran dengan ku .


Karena Mita menyukai mu Doni...apa kamu tidak sadar selama ini Mita selalu memperhatikan mu .


bahkan Mita cemburu saat kamu dekat dengan ku .


Aku dan Mita tidak mempunyai hubungan apa pun , lagi pula aku hanya berteman dengannya .


Doni...dulu aku dan mita mempunyai suami yang sama dan sekarang aku sudah tidak ingin mencintai laki-laki yang sama dengan Mita .


aku tidak mau permusuhan ku dan mita terjadi hanya karena kesalah pahaman .


Jadi ...apa yang harus aku lakukan Rania...aku tidak mau ada yang lain menggantikan posisi mu di hati ku Rania....

__ADS_1


sudah hentikan pembicaraan mu Doni , kepala ku semakin sakit mendengarnya .


aku benar-benar pusing dan akhirnya tidak sadarkan diri .


__ADS_2