Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MEMBERIKAN BUKTI


__ADS_3

Aku hampir putus asa dan ingin menyerah , saat ini hanya bisa pasrah apa pun yang terjadi aku berharap kembalikan keutuhan keluarga ku seperti dulu .


Bu...apa yang ibu cari ? tiba-tiba arza anak ku bertanya .


Ibu mencari sesuatu ada barang ibu di dapur ini , barang itu sangat penting .


Aku menjelaskan kepada arza bentuk barang yang aku cari tersebut .


Baik Bu arza akan membantu ibu untuk menemukan barang itu , tapi ...bagai mana jika kita bereskan dulu barang-barang yang berserakan ini .


ia nak ...aku dan arza membereskan semua barang -barang yang berantakan di dapur, ketika itu ibu pun datang untuk membantu aku dan juga Arza .


Rania...ini apa ia sepertinya ibu belum pernah melihatnya ...


ibu memberikan sebuah botol dan botol itu tempat aku menyimpan surat wasiat dari bang Arda .


Ia ampun ...ini yang aku cari sejak tadi Bu...


syukurlah masih utuh dan tidak ada seorang pun yang bisa menemukan surat ini , aku memberitahu ibu untuk menjaga botol tempat aku menyimpan surat wasiat itu dengan baik .


Baiklah Rania...syukurlah kamu sangat cerdas , kalau tidak sia-sia usaha mu selama ini .


mudah-mudahan dengan cara ini ayah mu bisa bebas .


Amin Bu...? itulah yang aku harapkan , aku sudah banyak berjuang untuk membebaskan ayah .


Bu...sepertinya tempat ini sudah tidak aman untuk kita , aku takut mereka datang lagi dan berbuat jahat ke pada kita bu...?


aku cemas jika suatu hari nanti pak Dedi , Mita dan anak buahnya datang untuk mencari surat wasiat yang ada pada ku .


Lalu kita harus pergi ke mana Rania...mencari kontrakan itu susah ,lagi pula di sini tempatnya tidak sepi ...


jika Ada apa - apa kita bisa meminta pertolongan orang-orang yang ada di sekitar tempat ini .


ia kalau mereka datangnya di saat sedang tidur gimana ? kita tidak bisa berbuat apa-apa Bu .


aku sangat takut jika mereka berbuat nekat , aku sangat khawatir Bu .


Begini saja Rania , untuk sementara kita berjaga-jaga jika kamu tidur ibu akan berjaga untuk melihat keadaan rumah ...nanti jika ibu tidur giliran kamu yang berjaga-jaga .


aku setuju dengan pendapat ibu , cuma ini jalan satu-satunya .


matahari mulai terbenam , waktu terus berlalu ...


hati mulai gelisah apa lagi melihat di sekitar rumah begitu gelap .

__ADS_1


Aku melihat ibu yang sudah tertidur lelap namun aku terus berjaga-jaga , sesekali aku mendengar suara seseorang yang sedang berbisik-bisik .


Aku mengambil sesuatu yang bisa ku jadikan senjata untuk melindungi diri ku , aku terus memperhatikan di sekeliling rumah lewat jendela rumah yang kami tempati itu .


Rania...Rania...ibu terbangun dari tidurnya dan mendekati ku .


istirahatlah nak biar ibu yang berjaga menggantikan mu , kami sangat lelah ...


Aku tidak tega melihat ibu menggantikan ku untuk berjaga , aku takut kesehatan ibu terganggu jika kurang tidur .


tapi...bagai mana lagi , besok pagi aku juga harus bekerja .


baik Bu , tapi jika ibu lelah ...ibu jangan lupa untuk membangunkan ku jika aku tertidur lelap.


Rania ...besok kamu harus bekerja , ibu yakin masih bisa untuk berjaga-jaga keamanan rumah malam ini .


Ia Bu...aku istirahat dulu , tapi jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan ibu ...


aku tidak mau ibu sakit gara-gara kurang istirahat.


Tiba waktunya pagi , aku melihat ibu tertidur pulas kasihan sekali jika di bangunkan .


aku merapikan diri dan bersiap-siap untuk mengantarkan arza ke sekolah , terkadang ingin rasanya mengakhiri hidup ini begitu banyak rintangan dan masalah dalam hidup ku .


namun ketika aku menatap wajah anak ku semangat ku untuk bertahan bangkit kembali , begitu seterusnya di saat jiwa dan raga telah lelah di saat itu juga penyemangat hidup ku datang memberikan kekuatan untuk bertahan .


Bu aku berangkat kerja aku membisikan di telinga ibu.


Pikiran ku benar-benar tidak tenang , bagai mana keadaan Bimo aku tidak ada waktu untuk menemani Bimo di rumah sakit .


tak lama kemudian aku melihat Bimo dari kejauhan sepertinya Bimo ingin menghampiri ku .


Bim...


aku seakan tidak percaya bahwa yang berdiri di depan ku adalah Bimo .


Ia...ada apa Rania ...


Bimo menatap mata ku sambil melambaikan tangannya .


Kamu sudah sembuh ...


aku senang sekali kamu sudah sembuh dan kembali sehat seperti dulu , Bim...aku minta maaf karena tidak bisa menemani mu di rumah sakit .


Tidak apa-apa Rania...

__ADS_1


oh ia ada yang ingin aku sampaikan , sebaiknya selesaikan dulu pekerjaan mu .


setelah selesai semuanya , aku dan Bimo pulang ke rumah untuk menyelesaikan semuanya .


Ternyata Bimo sudah melaporkan semuanya ke pihak yang berwajib dan ingin memberikan surat- surat yang aku simpan selama ini .


semoga semuanya berjalan dengan lancar , air mata ibu mengalir deras .


aku bisa merasakan apa yang di rasakan ibu , aku tahu ibu sudah tidak sanggup menghadapi ini semua .


Tenanglah Bu aku akan mengurus permasalahan ini sampai tuntas , aku akan berusaha agar ayahnya Rania segera bebas dari penjara .


Bimo memeluk ibu ku dengan erat dan memberikan semangat agar ibu tetap kuat dan tegar .


Detik-detik selanjutnya , aku dan Bimo berangkat untuk melihat keadaan ayah sekaligus memberikan bukti-bukti untuk di serahkan ke pihak yang berwajib .


Sedih sekali ayah terlihat sangat kurus , wajahnya pucat ...


ayah...ayah sakit , aku memeluk ayah dia sangat jauh berbeda dengan yang dulu .


Tidak apa-apa ayah baik-baik saja nak , ayah hanya kurang istirahat .


jawaban ayah hanya ingin membuat ku lebih tenang tapi aku bisa merasakan apa yang ayah rasakan sekarang ini , sungguh tidak sanggup lagi rasanya .


Tak lama kemudian aku menerima chat dari seseorang , yang meminta ku untuk mencabut semua tuntutan ke pada Mita .


jika tuntutan itu di cabut maka ayah akan di bebaskan , aku bingung apa yang akan aku lakukan .


ada apa Rania...sepertinya kamu memikirkan sesuatu , bimo mulai curiga melihat raut wajah ku .


ini Bim , ada orang yang meminta agar kita mencabut tuntutan kepada Mita .


apa bila kita mencabut tuntutan itu maka ayah akan segera bebas dari penjara , jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ini .


kita tidak boleh mundur Rania...tinggal selangkah lagi arza mendapatkan haknya dan ayah kamu juga akan bebas .


tapi sampai kapan Bim...aku tidak sanggup melihat ayah menderita seperti ini , lebih baik aku tidak mendapatkan harta dari pada aku harus kehilangan ayah ku .


Kamu lihat sekarang ayah sangat pucat , aku yakin ayah menderita berada di sini .


semua ini proses yang cukup lama , jujur saja aku sudah tidak sanggup menunggu lebih lama lagi .


Rania...kita hanya menunggu beberapa hari lagi , kamu harus sabar aku yakin ayah mu pasti bisa melewati ini semua .


Aku tidak bisa sabar melihat ayah ku menderita Bim...

__ADS_1


Jadi tolong kamu hargai keputusan ku kali ini.


__ADS_2