
Aku hampir putus asa dan ingin menyerah , saat ini hanya bisa pasrah apa pun yang terjadi aku berharap kembalikan keutuhan keluarga ku seperti dulu .
Bu...apa yang ibu cari ? tiba-tiba arza anak ku bertanya .
Ibu mencari sesuatu ada barang ibu di dapur ini , barang itu sangat penting .
Aku menjelaskan kepada arza bentuk barang yang aku cari tersebut .
Baik Bu arza akan membantu ibu untuk menemukan barang itu , tapi ...bagai mana jika kita bereskan dulu barang-barang yang berserakan ini .
ia nak ...aku dan arza membereskan semua barang -barang yang berantakan di dapur, ketika itu ibu pun datang untuk membantu aku dan juga Arza .
Rania...ini apa ia sepertinya ibu belum pernah melihatnya ...
ibu memberikan sebuah botol dan botol itu tempat aku menyimpan surat wasiat dari bang Arda .
Ia ampun ...ini yang aku cari sejak tadi Bu...
syukurlah masih utuh dan tidak ada seorang pun yang bisa menemukan surat ini , aku memberitahu ibu untuk menjaga botol tempat aku menyimpan surat wasiat itu dengan baik .
Baiklah Rania...syukurlah kamu sangat cerdas , kalau tidak sia-sia usaha mu selama ini .
mudah-mudahan dengan cara ini ayah mu bisa bebas .
Amin Bu...? itulah yang aku harapkan , aku sudah banyak berjuang untuk membebaskan ayah .
Bu...sepertinya tempat ini sudah tidak aman untuk kita , aku takut mereka datang lagi dan berbuat jahat ke pada kita bu...?
aku cemas jika suatu hari nanti pak Dedi , Mita dan anak buahnya datang untuk mencari surat wasiat yang ada pada ku .
Lalu kita harus pergi ke mana Rania...mencari kontrakan itu susah ,lagi pula di sini tempatnya tidak sepi ...
jika Ada apa - apa kita bisa meminta pertolongan orang-orang yang ada di sekitar tempat ini .
ia kalau mereka datangnya di saat sedang tidur gimana ? kita tidak bisa berbuat apa-apa Bu .
aku sangat takut jika mereka berbuat nekat , aku sangat khawatir Bu .
Begini saja Rania , untuk sementara kita berjaga-jaga jika kamu tidur ibu akan berjaga untuk melihat keadaan rumah ...nanti jika ibu tidur giliran kamu yang berjaga-jaga .
aku setuju dengan pendapat ibu , cuma ini jalan satu-satunya .
matahari mulai terbenam , waktu terus berlalu ...
hati mulai gelisah apa lagi melihat di sekitar rumah begitu gelap .
__ADS_1
Aku melihat ibu yang sudah tertidur lelap namun aku terus berjaga-jaga , sesekali aku mendengar suara seseorang yang sedang berbisik-bisik .
Aku mengambil sesuatu yang bisa ku jadikan senjata untuk melindungi diri ku , aku terus memperhatikan di sekeliling rumah lewat jendela rumah yang kami tempati itu .
Rania...Rania...ibu terbangun dari tidurnya dan mendekati ku .
istirahatlah nak biar ibu yang berjaga menggantikan mu , kami sangat lelah ...
Aku tidak tega melihat ibu menggantikan ku untuk berjaga , aku takut kesehatan ibu terganggu jika kurang tidur .
tapi...bagai mana lagi , besok pagi aku juga harus bekerja .
baik Bu , tapi jika ibu lelah ...ibu jangan lupa untuk membangunkan ku jika aku tertidur lelap.
Rania ...besok kamu harus bekerja , ibu yakin masih bisa untuk berjaga-jaga keamanan rumah malam ini .
Ia Bu...aku istirahat dulu , tapi jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan ibu ...
aku tidak mau ibu sakit gara-gara kurang istirahat.
Tiba waktunya pagi , aku melihat ibu tertidur pulas kasihan sekali jika di bangunkan .
aku merapikan diri dan bersiap-siap untuk mengantarkan arza ke sekolah , terkadang ingin rasanya mengakhiri hidup ini begitu banyak rintangan dan masalah dalam hidup ku .
namun ketika aku menatap wajah anak ku semangat ku untuk bertahan bangkit kembali , begitu seterusnya di saat jiwa dan raga telah lelah di saat itu juga penyemangat hidup ku datang memberikan kekuatan untuk bertahan .
Bu aku berangkat kerja aku membisikan di telinga ibu.
Pikiran ku benar-benar tidak tenang , bagai mana keadaan Bimo aku tidak ada waktu untuk menemani Bimo di rumah sakit .
tak lama kemudian aku melihat Bimo dari kejauhan sepertinya Bimo ingin menghampiri ku .
Bim...
aku seakan tidak percaya bahwa yang berdiri di depan ku adalah Bimo .
Ia...ada apa Rania ...
Bimo menatap mata ku sambil melambaikan tangannya .
Kamu sudah sembuh ...
aku senang sekali kamu sudah sembuh dan kembali sehat seperti dulu , Bim...aku minta maaf karena tidak bisa menemani mu di rumah sakit .
Tidak apa-apa Rania...
__ADS_1
oh ia ada yang ingin aku sampaikan , sebaiknya selesaikan dulu pekerjaan mu .
setelah selesai semuanya , aku dan Bimo pulang ke rumah untuk menyelesaikan semuanya .
Ternyata Bimo sudah melaporkan semuanya ke pihak yang berwajib dan ingin memberikan surat- surat yang aku simpan selama ini .
semoga semuanya berjalan dengan lancar , air mata ibu mengalir deras .
aku bisa merasakan apa yang di rasakan ibu , aku tahu ibu sudah tidak sanggup menghadapi ini semua .
Tenanglah Bu aku akan mengurus permasalahan ini sampai tuntas , aku akan berusaha agar ayahnya Rania segera bebas dari penjara .
Bimo memeluk ibu ku dengan erat dan memberikan semangat agar ibu tetap kuat dan tegar .
Detik-detik selanjutnya , aku dan Bimo berangkat untuk melihat keadaan ayah sekaligus memberikan bukti-bukti untuk di serahkan ke pihak yang berwajib .
Sedih sekali ayah terlihat sangat kurus , wajahnya pucat ...
ayah...ayah sakit , aku memeluk ayah dia sangat jauh berbeda dengan yang dulu .
Tidak apa-apa ayah baik-baik saja nak , ayah hanya kurang istirahat .
jawaban ayah hanya ingin membuat ku lebih tenang tapi aku bisa merasakan apa yang ayah rasakan sekarang ini , sungguh tidak sanggup lagi rasanya .
Tak lama kemudian aku menerima chat dari seseorang , yang meminta ku untuk mencabut semua tuntutan ke pada Mita .
jika tuntutan itu di cabut maka ayah akan di bebaskan , aku bingung apa yang akan aku lakukan .
ada apa Rania...sepertinya kamu memikirkan sesuatu , bimo mulai curiga melihat raut wajah ku .
ini Bim , ada orang yang meminta agar kita mencabut tuntutan kepada Mita .
apa bila kita mencabut tuntutan itu maka ayah akan segera bebas dari penjara , jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ini .
kita tidak boleh mundur Rania...tinggal selangkah lagi arza mendapatkan haknya dan ayah kamu juga akan bebas .
tapi sampai kapan Bim...aku tidak sanggup melihat ayah menderita seperti ini , lebih baik aku tidak mendapatkan harta dari pada aku harus kehilangan ayah ku .
Kamu lihat sekarang ayah sangat pucat , aku yakin ayah menderita berada di sini .
semua ini proses yang cukup lama , jujur saja aku sudah tidak sanggup menunggu lebih lama lagi .
Rania...kita hanya menunggu beberapa hari lagi , kamu harus sabar aku yakin ayah mu pasti bisa melewati ini semua .
Aku tidak bisa sabar melihat ayah ku menderita Bim...
__ADS_1
Jadi tolong kamu hargai keputusan ku kali ini.