Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
TANGISAN TANIA


__ADS_3

*Keesokan Harinya*


Sekitar pukul 06:00 Pagi Aku melihat suami ku Bimo tidak ada di samping ku .


Biasanya Bimo tidak pernah bangun terlalu pagi seperti ini .


" Tok...tok...tok...


" Bu , ibu...?


Terdengar suara Arza memanggil ku .


" iya Arza .


Aku melihat Arza berdiri di depan pintu kamar ku .


" Bu Arza berangkat ke sekolah .


" Lo bukannya terlalu pagi Nak ...


" Ia Bu ada ulangan hari ini takut terlambat .


" Tapi kamu belum sarapan , maaf ibu kesiangan bangunnya .


" Tidak apa-apa Bu , Arza sarapannya di kantin sekolah aja .


Aku merasa tidak enak karena setiap pagi aku selalu meyiapkan sarapan untuk Arza ke sekolah .


" Ya udah , ini uang jajan untuk hari ini gunakan sebaik mungkin ya nak , belajar yang rajin .


" Siap Bu .


Aku mengantar Arza sampai di depan pintu , baru beberapa langkah aku mendengar suara seseorang menangis .


" siapa yang nangis .


" Apa Bu , ibu ngomong apa tadi .


" oh tidak , ya udah kamu berangkat sayang nanti terlambat .


Setelah Arza masuk ke mobil aku pun mendekati suara itu .

__ADS_1


" Ya Tuhan suami ku .


" Rania ...


Bimo memanggil ku , ketika aku memilih untuk pergi dari pandangan yang tak menyenangkan .


" Rania tunggu .


Tolong jangan salah paham , aku hanya menenangkan Tania .


" Ya Bim , makanya aku menghindar supaya Tania bisa menceritakan masalahnya ke kamu ' takutnya jika aku masih tetap di sini Tania malah menyembunyikan masalah pribadinya .


" Itu dia Rania , Bagai mana pun juga Alm orang tua Tania telah menitipkan pesan pada ku untuk menjaga Tania seperti aku menjaga adik ku sendiri .


" Baik lah jika seperti itu , Aku permisi .


Meski pun aku tahu Tania adalah saudara sepupu dari suami ku sendiri , tapi entah kenapa aku betul-betul merasa cemburu melihat mereka begitu dekat .


" Rania , aku harap kamu masih tetap Di sini .


Aku tidak mau menyimpan rahasia apa pun meskipun tentang Tania ' kamu sebagai istri ku juga berhak tau .


" Tidak apa-apa Bim , aku ngerti kok .


Bimo menarik tangan ku mengajak ku untuk mendekati Tania dan melanjutkan pembicaraan .


" Tania Boleh Aku duduk di sini lagi bersama Rania .


Tania menganggu pelan sambil memandang ku .


" Maaf kan aku mbak , jika selama di sini aku banyak menyusahkan mbak Rania dan juga kak Bimo .


" Kamu tidak perlu seperti itu , mbak malah senang kamu tinggal di sini .


" Tapi rasanya aku tidak pantas tinggal di sini mbak ?


Sambil menangis Tania memeluk ku dengan erat .


" Kamu kenapa ?


Kenapa kamu menangis ...

__ADS_1


Kita sama-sama perempuan , kamu tidak perlu malu atau takut untuk cerita dengan mbak .


Mbak pasti dengerin semua cerita kamu ...


Tania masih tetap menangis , sementara Bimo masih terus berdiri di belakang ku tanpa berbicara sepatah kata pun .


" Tania Kamu harus tenang , mbak paham jika kamu tidak mau cerita sekarang .


nanti jika kamu sedikit tenang kamu boleh kok cerita ke mbak .


Tania masih menangis , aku sendiri bingung masalah apa yang menimpa Tania sehingga ia menangis seperti itu .


" Ya udah , mungkin kamu butuh waktu untuk sendiri .


Mbak mau siapin Sarapan , nanti kalau udah selesai mbak akan antar untuk kamu .


Melihat Tania yang masih saja menangis , aku dan Bimo memilih untuk meninggalkan Tania sendirian .


" Makasih sayang , kamu udah peduli dengan Tania .


" Sama -sama ...


" Emangnya Tania cerita ke kamu ...?


" ehmm itu , nanti kamu juga tahu ' kan Tania udah janji mau ceritain ke kamu .


Apa masalahnya terlalu rumit sehingga Bimo tidak mau menceritakan secara langsung pada ku .


" Jangan bahas Tania terus , buatin aku sarapan .


sebentar lagi aku ada kerjaan dan pulangnya juga agak malam .


" Ok , tapi kamu harus jaga kesehatan ' Jangan kerja terus .


" Ok bos...


Terkadang aku merasa bahagia , merasa hidup ku lengkap .


Di kelilingi orang-orang yang menyayangi ku , namun terkadang Aku merasa takut .


Takut akan kehilangan salah satu orang yang paling aku sayangi yaitu anak , kedua orang tua dan juga suami ku .

__ADS_1


Aku ingin mereka selalu berada di sisi ku dalam suka maupun duka .


Kecemburuan ku itu menandakan aku menyanyi orang yang aku sayang dan menyayangi ku karena dulu aku tidak pernah merasakan hal itu .


__ADS_2