
*Keesokan Harinya*
Sekitar pukul 06:00 Pagi Aku melihat suami ku Bimo tidak ada di samping ku .
Biasanya Bimo tidak pernah bangun terlalu pagi seperti ini .
" Tok...tok...tok...
" Bu , ibu...?
Terdengar suara Arza memanggil ku .
" iya Arza .
Aku melihat Arza berdiri di depan pintu kamar ku .
" Bu Arza berangkat ke sekolah .
" Lo bukannya terlalu pagi Nak ...
" Ia Bu ada ulangan hari ini takut terlambat .
" Tapi kamu belum sarapan , maaf ibu kesiangan bangunnya .
" Tidak apa-apa Bu , Arza sarapannya di kantin sekolah aja .
Aku merasa tidak enak karena setiap pagi aku selalu meyiapkan sarapan untuk Arza ke sekolah .
" Ya udah , ini uang jajan untuk hari ini gunakan sebaik mungkin ya nak , belajar yang rajin .
" Siap Bu .
Aku mengantar Arza sampai di depan pintu , baru beberapa langkah aku mendengar suara seseorang menangis .
" siapa yang nangis .
" Apa Bu , ibu ngomong apa tadi .
" oh tidak , ya udah kamu berangkat sayang nanti terlambat .
Setelah Arza masuk ke mobil aku pun mendekati suara itu .
__ADS_1
" Ya Tuhan suami ku .
" Rania ...
Bimo memanggil ku , ketika aku memilih untuk pergi dari pandangan yang tak menyenangkan .
" Rania tunggu .
Tolong jangan salah paham , aku hanya menenangkan Tania .
" Ya Bim , makanya aku menghindar supaya Tania bisa menceritakan masalahnya ke kamu ' takutnya jika aku masih tetap di sini Tania malah menyembunyikan masalah pribadinya .
" Itu dia Rania , Bagai mana pun juga Alm orang tua Tania telah menitipkan pesan pada ku untuk menjaga Tania seperti aku menjaga adik ku sendiri .
" Baik lah jika seperti itu , Aku permisi .
Meski pun aku tahu Tania adalah saudara sepupu dari suami ku sendiri , tapi entah kenapa aku betul-betul merasa cemburu melihat mereka begitu dekat .
" Rania , aku harap kamu masih tetap Di sini .
Aku tidak mau menyimpan rahasia apa pun meskipun tentang Tania ' kamu sebagai istri ku juga berhak tau .
" Tidak apa-apa Bim , aku ngerti kok .
Bimo menarik tangan ku mengajak ku untuk mendekati Tania dan melanjutkan pembicaraan .
" Tania Boleh Aku duduk di sini lagi bersama Rania .
Tania menganggu pelan sambil memandang ku .
" Maaf kan aku mbak , jika selama di sini aku banyak menyusahkan mbak Rania dan juga kak Bimo .
" Kamu tidak perlu seperti itu , mbak malah senang kamu tinggal di sini .
" Tapi rasanya aku tidak pantas tinggal di sini mbak ?
Sambil menangis Tania memeluk ku dengan erat .
" Kamu kenapa ?
Kenapa kamu menangis ...
__ADS_1
Kita sama-sama perempuan , kamu tidak perlu malu atau takut untuk cerita dengan mbak .
Mbak pasti dengerin semua cerita kamu ...
Tania masih tetap menangis , sementara Bimo masih terus berdiri di belakang ku tanpa berbicara sepatah kata pun .
" Tania Kamu harus tenang , mbak paham jika kamu tidak mau cerita sekarang .
nanti jika kamu sedikit tenang kamu boleh kok cerita ke mbak .
Tania masih menangis , aku sendiri bingung masalah apa yang menimpa Tania sehingga ia menangis seperti itu .
" Ya udah , mungkin kamu butuh waktu untuk sendiri .
Mbak mau siapin Sarapan , nanti kalau udah selesai mbak akan antar untuk kamu .
Melihat Tania yang masih saja menangis , aku dan Bimo memilih untuk meninggalkan Tania sendirian .
" Makasih sayang , kamu udah peduli dengan Tania .
" Sama -sama ...
" Emangnya Tania cerita ke kamu ...?
" ehmm itu , nanti kamu juga tahu ' kan Tania udah janji mau ceritain ke kamu .
Apa masalahnya terlalu rumit sehingga Bimo tidak mau menceritakan secara langsung pada ku .
" Jangan bahas Tania terus , buatin aku sarapan .
sebentar lagi aku ada kerjaan dan pulangnya juga agak malam .
" Ok , tapi kamu harus jaga kesehatan ' Jangan kerja terus .
" Ok bos...
Terkadang aku merasa bahagia , merasa hidup ku lengkap .
Di kelilingi orang-orang yang menyayangi ku , namun terkadang Aku merasa takut .
Takut akan kehilangan salah satu orang yang paling aku sayangi yaitu anak , kedua orang tua dan juga suami ku .
__ADS_1
Aku ingin mereka selalu berada di sisi ku dalam suka maupun duka .
Kecemburuan ku itu menandakan aku menyanyi orang yang aku sayang dan menyayangi ku karena dulu aku tidak pernah merasakan hal itu .