
Aku sudah mulai putus asa mencari tahu rahasia apa yang di sembunyikan bimo dan aku berusaha pasrah untuk percaya kepada Bimo seutuhnya .
Aku harus fokus menjalankan rumah tangga yang baru seumur jagung dan aku tidak ingin rumah tangga ku hancur untuk yang kedua kalinya .
yang jelas sekarang ini Bimo lebih baik dari Bg Arda ayah kandung Arza .
Bimo lebih memperhatikan aku dan keluarga ku .
*** Dua Minggu berlalu***
Aku Bersama ibu dan ayah menikmati makan siang bersama di meja makan , aku meliah raut wajah ibu dan ayah terlihat sangat berbeda dari biasanya mereka tampak bahagia sekali .
Tiba-tiba Aku mendengar Arza memanggil ku ,dari arah pintu depan rumah .
" Bu...ibu...
Dengan nafas ngos-ngosan Arza menghampiri aku yang masih menikmati makan siang .
" Ada apa Nak .
Baru pulang udah teriak-teriak begitu , ibu udah siapin makan siang .
Aku menarik sebuah kursi agar Arza duduk di samping .
" Bu , Aku melihat ayah sudah pulang .
" Ya ibu sudah tau .
Aku menjawab singkat , sebab sebelum berangkat Bimo berjanji untuk keluar kota beberapa hari namun beberapa hari menjadi dua Minggu berlalu .
Sepertinya Aku tidak boleh memikirkan hal itu mungkin ada urusan lain yang belum selesai sehingga harus menunda untuk pulang .
" Aku melihat ayah bersama seorang perempuan .
" Maksud mu , perempuan siapa ...?
" Aku juga tidak kenal .
Arza menjawab dengan cuek sambil berlari menuju ke kamar untuk berganti pakaian .
" Coba kamu tanyakan langsung ke Bimo perempuan mana yang di maksud Arza .
Ayah meminta ku untuk menelfon Bimo.
" Nanti saja yah , nanti Bimo juga pulang .
Aku merasa Malu jika aku harus terburu-buru menanyakan langsung ke Bimo , karena bisa saja perempuan yang di maksud Arza adalah rekan kerjanya Bimo .
" Ya terserah kamu saja .
Setelah membereskan meja makan dan meyiapkan makanan kesukaan Bimo Aku mengganti pakaian ku untuk menyambut kehadiran suami tercinta , saat itu aku membuang jauh-jauh perasaan curiga atau pun cemburu yang mengganggu pikiran ku sebab aku sudah benar-benar percaya pada suami ku sendiri .
Beberapa menit kemudian orang yang aku tunggu-tunggu akhirnya kembali juga .
__ADS_1
" Assalamualaikum...
" waalaikum salam...
" Maaf aku terlambat , karena terlalu banyak urusan .
Aku hanya tersenyum sambil mengangguk dan mengambil barang-barang yang di bawanya .
" Oh ia ini tania yang akan bantu-bantu kamu di rumah dia adik sepupu ku .
" hai aku Rania ...
Sambil bersalaman aku mengajak Tania masuk ke rumah , ternyata perempuan yang di maksud Arza adalah adik sepupu Bimo .
" Rania Kamu bisa antar Tania ke kamar belakang.
" Maksud kamu kamar Rahasia itu .
Bimo tersenyum melihat ku sambil menggandeng tangan ku menuju ke kamar belakang .
" Tidak ada kamar Rahasia di rumah ini , itu hanya gudang namun sudah aku bersihkan sejak kemarin ' jadi sekarang gudang itu aku jadikan kamar untuk Tania tinggal di sini .
" Oh begitu .
Aku sedikit malu karena sudah berprasangka buruk .
" Rania sayang ...
Rumah Tania sangat jauh , kasihan kalau harus pulang pergi tiap hari .
" Tentu saja boleh , lagi pula Tania juga adik sepupu kamu dia akan ku anggap seperti adik ku sendiri .
" Makasih sayang .
Setelah mengantar Tania ke kamar barunya aku menemani suami ku untuk makan siang .
" Rania...
Ayah ibu dan juga Arza di mana ? dari tadi aku tidak melihat mereka .
" Itu , di taman belakang ...
sambil menunjuk ke arah belakang rumah .
" Kamu makannya sendiri Tania nya ng di ajak makan .
" Tania kan perempuan itu urusan kamu , kalau aku yang nawarin nanti kamu cemburu .
" Aku tau mana perempuan yang harus aku cemburuin , tania kan saudara kamu mana mungkin aku cemburu .
Akhirnya kami berdua pun tertawa , karena suasana itu yang sangat kami rindukan .
" Ayah Bimo ...
__ADS_1
Arza memeluk Bimo dengan erat melepaskan kerinduannya , sementara Aku melihat raut wajah Bimo juga terlihat senang .
tidak ada tanda-tanda kebencian Bimo terhadap Arza meski bukan anak kandungnya .
" Gimana sekolahnya lancar .
" lancar yah , Aku senang ayah udah pulang .
" Ayah juga senang .
Kedekatan mereka membuat aku sangat bahagia , seandainya dulu ayah kandung Arza bisa bersikap seperti itu mungkin Arza bisa merasakan kebahagian yang sesungguhnya .
Tapi sekarang aku tidak boleh mengingatnya lagi , karena itu peristiwa yang menyakitkan dalam hidup ku .
" Arza ayah Bimo baru pulang jadi butuh istirahat kalau mau ngomong atau perlu apa bisa di lanjutkan besok ya nak .
" Baik Bu ...
Aku sengaja menyuruh Arza tidak mengganggu Bimo sebab aku tahu pasti Bimo sangat lelah .
" Rania Aku istirahat sebentar di kamar .
Bimo meninggalkan aku yang sedang membereskan meja makan .
tak lama kemudian Tania datang menghampiri aku .
" Tania kamu belum makan .
" masih kenyang mbak .
Tania dengan lembut menjawab pertanyaan ku , namun aku menatap wajah Tania seperti aku pernah melihatnya .
" mbak , ada apa ...
kenapa melihat ku seperti itu , apa ada yang aneh .
" Oh Tidak maaf - maaf .
mbak cuma heran kamu mirip seseorang yang mbak kenal .
" mirip , siapa ...?
Tania mengerutkan keningnya .
" bukan siapa-siapa hanya teman lama .
Aku merasa sudah tidak asing lagi , tapi Tania masih muda dan sangat jauh dengan umur ku
apa lagi Tania adik sepupunya Bimo jadi tidak ada kaitannya dengan mantan istri Bg Arda dulu .
Tapi wajahnya sangat mirip seperti saudara kembar , yang membuat perbedaan Tania lebih muda dari mantan istrinya Bg Arda .
" Tania , kalau kamu perlu apa-apa misalnya mau makan atau apa pun kamu jangan sungkan anggap saja rumah sendiri .
__ADS_1
"mbak mau istirahat dulu ya Tania .
Sambil meninggalkan Tania aku masih di hantui rasa penasaran .