Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
KEDATANGAN TANIA


__ADS_3

Aku sudah mulai putus asa mencari tahu rahasia apa yang di sembunyikan bimo dan aku berusaha pasrah untuk percaya kepada Bimo seutuhnya .


Aku harus fokus menjalankan rumah tangga yang baru seumur jagung dan aku tidak ingin rumah tangga ku hancur untuk yang kedua kalinya .


yang jelas sekarang ini Bimo lebih baik dari Bg Arda ayah kandung Arza .


Bimo lebih memperhatikan aku dan keluarga ku .


*** Dua Minggu berlalu***


Aku Bersama ibu dan ayah menikmati makan siang bersama di meja makan , aku meliah raut wajah ibu dan ayah terlihat sangat berbeda dari biasanya mereka tampak bahagia sekali .


Tiba-tiba Aku mendengar Arza memanggil ku ,dari arah pintu depan rumah .


" Bu...ibu...


Dengan nafas ngos-ngosan Arza menghampiri aku yang masih menikmati makan siang .


" Ada apa Nak .


Baru pulang udah teriak-teriak begitu , ibu udah siapin makan siang .


Aku menarik sebuah kursi agar Arza duduk di samping .


" Bu , Aku melihat ayah sudah pulang .


" Ya ibu sudah tau .


Aku menjawab singkat , sebab sebelum berangkat Bimo berjanji untuk keluar kota beberapa hari namun beberapa hari menjadi dua Minggu berlalu .


Sepertinya Aku tidak boleh memikirkan hal itu mungkin ada urusan lain yang belum selesai sehingga harus menunda untuk pulang .


" Aku melihat ayah bersama seorang perempuan .


" Maksud mu , perempuan siapa ...?


" Aku juga tidak kenal .


Arza menjawab dengan cuek sambil berlari menuju ke kamar untuk berganti pakaian .


" Coba kamu tanyakan langsung ke Bimo perempuan mana yang di maksud Arza .


Ayah meminta ku untuk menelfon Bimo.


" Nanti saja yah , nanti Bimo juga pulang .


Aku merasa Malu jika aku harus terburu-buru menanyakan langsung ke Bimo , karena bisa saja perempuan yang di maksud Arza adalah rekan kerjanya Bimo .


" Ya terserah kamu saja .


Setelah membereskan meja makan dan meyiapkan makanan kesukaan Bimo Aku mengganti pakaian ku untuk menyambut kehadiran suami tercinta , saat itu aku membuang jauh-jauh perasaan curiga atau pun cemburu yang mengganggu pikiran ku sebab aku sudah benar-benar percaya pada suami ku sendiri .


Beberapa menit kemudian orang yang aku tunggu-tunggu akhirnya kembali juga .

__ADS_1


" Assalamualaikum...


" waalaikum salam...


" Maaf aku terlambat , karena terlalu banyak urusan .


Aku hanya tersenyum sambil mengangguk dan mengambil barang-barang yang di bawanya .


" Oh ia ini tania yang akan bantu-bantu kamu di rumah dia adik sepupu ku .


" hai aku Rania ...


Sambil bersalaman aku mengajak Tania masuk ke rumah , ternyata perempuan yang di maksud Arza adalah adik sepupu Bimo .


" Rania Kamu bisa antar Tania ke kamar belakang.


" Maksud kamu kamar Rahasia itu .


Bimo tersenyum melihat ku sambil menggandeng tangan ku menuju ke kamar belakang .


" Tidak ada kamar Rahasia di rumah ini , itu hanya gudang namun sudah aku bersihkan sejak kemarin ' jadi sekarang gudang itu aku jadikan kamar untuk Tania tinggal di sini .


" Oh begitu .


Aku sedikit malu karena sudah berprasangka buruk .


" Rania sayang ...


Rumah Tania sangat jauh , kasihan kalau harus pulang pergi tiap hari .


" Tentu saja boleh , lagi pula Tania juga adik sepupu kamu dia akan ku anggap seperti adik ku sendiri .


" Makasih sayang .


Setelah mengantar Tania ke kamar barunya aku menemani suami ku untuk makan siang .


" Rania...


Ayah ibu dan juga Arza di mana ? dari tadi aku tidak melihat mereka .


" Itu , di taman belakang ...


sambil menunjuk ke arah belakang rumah .


" Kamu makannya sendiri Tania nya ng di ajak makan .


" Tania kan perempuan itu urusan kamu , kalau aku yang nawarin nanti kamu cemburu .


" Aku tau mana perempuan yang harus aku cemburuin , tania kan saudara kamu mana mungkin aku cemburu .


Akhirnya kami berdua pun tertawa , karena suasana itu yang sangat kami rindukan .


" Ayah Bimo ...

__ADS_1


Arza memeluk Bimo dengan erat melepaskan kerinduannya , sementara Aku melihat raut wajah Bimo juga terlihat senang .


tidak ada tanda-tanda kebencian Bimo terhadap Arza meski bukan anak kandungnya .


" Gimana sekolahnya lancar .


" lancar yah , Aku senang ayah udah pulang .


" Ayah juga senang .


Kedekatan mereka membuat aku sangat bahagia , seandainya dulu ayah kandung Arza bisa bersikap seperti itu mungkin Arza bisa merasakan kebahagian yang sesungguhnya .


Tapi sekarang aku tidak boleh mengingatnya lagi , karena itu peristiwa yang menyakitkan dalam hidup ku .


" Arza ayah Bimo baru pulang jadi butuh istirahat kalau mau ngomong atau perlu apa bisa di lanjutkan besok ya nak .


" Baik Bu ...


Aku sengaja menyuruh Arza tidak mengganggu Bimo sebab aku tahu pasti Bimo sangat lelah .


" Rania Aku istirahat sebentar di kamar .


Bimo meninggalkan aku yang sedang membereskan meja makan .


tak lama kemudian Tania datang menghampiri aku .


" Tania kamu belum makan .


" masih kenyang mbak .


Tania dengan lembut menjawab pertanyaan ku , namun aku menatap wajah Tania seperti aku pernah melihatnya .


" mbak , ada apa ...


kenapa melihat ku seperti itu , apa ada yang aneh .


" Oh Tidak maaf - maaf .


mbak cuma heran kamu mirip seseorang yang mbak kenal .


" mirip , siapa ...?


Tania mengerutkan keningnya .


" bukan siapa-siapa hanya teman lama .


Aku merasa sudah tidak asing lagi , tapi Tania masih muda dan sangat jauh dengan umur ku


apa lagi Tania adik sepupunya Bimo jadi tidak ada kaitannya dengan mantan istri Bg Arda dulu .


Tapi wajahnya sangat mirip seperti saudara kembar , yang membuat perbedaan Tania lebih muda dari mantan istrinya Bg Arda .


" Tania , kalau kamu perlu apa-apa misalnya mau makan atau apa pun kamu jangan sungkan anggap saja rumah sendiri .

__ADS_1


"mbak mau istirahat dulu ya Tania .


Sambil meninggalkan Tania aku masih di hantui rasa penasaran .


__ADS_2