Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MENGHINDARI PERMUSUHAN


__ADS_3

Langit semakin memerah waktu terus berlalu , begitu juga dengan umur ku.


Perlahan aku mulai merasa kondisi ku akan segera membaik , namun kesembuhan bukan lah hal yang mudah buat ku ' butuh proses dan kesabaran yang begitu kuat.


Walau pun tidak semua kenangan manis dan pahit yang bisa ku kenang kembali , namun lembaran baru bersama anak , ibu dan ayah ku sudah membuat hidup ini terasa lengkap .


aku merasakan keutuhan keluarga ku kembali , setelah sekian lama mengarungi air mata penderitaan " kini semua terukir kembali seperti ranting yang mulai tumbuh dedaunan setelah sekian lama gugur dan layu.


Waktu terus berputar , untuk kesekian kalinya.


tepat Selasa pagi , hari itu aku sendiri yang mengantar arza ke sekolahnya .


namun ketika aku melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah , Doni menghampiri ku.


Rania ...bolehkah aku ikut mengantar arza ke sekolahnya ? ...


Aku rasa tidak perlu Don...sebab kamu masih banyak pekerjaan , aku bisa mengantar arza sendiri.


aku melihat raut muka Mita berubah ketika Doni ingin mengantar arza ke sekolah bersama ku.


entah apa yang membuat Mita seperti itu , aku sendiri tidak mengerti ' mungkin Mita menyimpan perasaan terhadap Doni.


Aku meninggalkan Doni dan Mita , syukurlah Doni tidak mengikuti ku ' aku tidak mau ke salah pahaman ini terjadi lagi.


Setelah mengantar Arza aku pulang ke rumah untuk menemui ibu dan ayah , baru saja aku melangkah menuju ke ruang tamu rumahnya Doni , tiba-tiba Mita memanggil ku.


Ran...aku mau bicara dengan mu sebentar saja, Mita menggandeng tangan ku dan aku mengikuti langkah kakinya menuju taman rumah yang menjadi tempat favorit kami .


Ada apa mit ? ....aku semakin penasaran ...


Rania...aku melihat keadaan mu mulai membaik , aku sangat senang melihat mu sembuh dan kembali seperti dulu , ran boleh kah aku bertanya sesuatu dengan mu...?


mau bertanya tentang apa...? tampaknya ada masalah serius yang ingin Mita tanyakan kepada ku.


begini..." ran...apa kamu masih mengingat Bimo...?


Mita sepertinya ingin mengulang ingatan masa lalu ku bersama Bimo .


Bimo...aku pernah mendengar namanya dan sepertinya aku pernah mengenalnya , tapi maaf...aku tidak bisa memaksakan agar aku bisa mengingat semuanya , aku perlu waktu mit...untuk mencoba mengingat siapa saja yang pernah menjadi masa lalu ku.


Aku mengerti Rania...jangan kamu paksakan , aku hanya bertanya.


sedikit aku jelaskan , tapi...aku harap kamu jangan terlalu memikirkan .


dulu kamu dan Bimo seperti sepasang kekasih , meski kalian berdua hanya teman biasa.

__ADS_1


kamu dan Bimo menjalin hubungan yang sangat dekat , bahkan Arza memanggil Bimo dengan sebutan ayah.


Aneh sekali , mengapa Mita begitu ingin aku mengingat kembali masa lalu ku itu .


padahal dia tahu sendiri , ingatan ku belum begitu pulih dan dokter melarang ku untuk tidak perlu banyak berpikir.


Mit...aku akan berusaha semampu ku untuk bisa mengingat Bimo sahabat ku itu " bagai mana pun juga aku tak ingin membuat Mita kecewa dengan usahanya .


tidak apa-apa Rania...tapi...? kamu jangan terlalu banyak berpikir , nanti kami bisa sakit .


iya mit...semampu ku saja , maklum masih banyak yang konslet dalam otak ku .


aku membuat suasana yang menegangkan itu menjadi canda dan tawa .


meski aku tidak tahu apa maksud dan tujuan Mita selanjutnya .


kami bisa saja Rania...aku yakin kamu pasti sembuh ran...semangat ya....


Tak lama kemudian terdengar langkah kaki menuju ke tempat aku dan Mita bercerita .


tak lain orang itu adalah Doni....


Hai Don...sudah pulang ! tanya Mita dengan senyum manis menggoda di bibirnya .


Meski pun janda , tapi penampilan Mita tidak kalah dengan gadis-gadis muda di jaman sekarang ini.


Doni mendekati ku , aku sedikit menghindar takut Mita salah paham dengan ku.


namun kali ini Mita malah lebih dekat antara aku dan Doni .


bagai mana dengan pekerjaan mu ...? Mita bertanya lagi kepada Doni.


alham dulillah ....semua berjalan lancar tanpa ada kendala ...


syukurlah ,,, mita selalu mencuri pandangan ke arah Doni .


Aku semakin yakin kalau Mita menyukai Doni , aku merasa tidak enak ' jika berada di antara mereka berdua .


Aku berdiri hendak meninggalkan mereka berdua ,


namun Doni menarik tangan ku .


Rania...mau kemana ? ,...aku belum selesai berbicara dengan mu ...


Aku lelah dan mau beristirahat , masih ada Mita yang menemani mu .

__ADS_1


aku menunjuk ke arah Mita berdiri tepat di depan Doni.


Sepertinya Mita merasa tidak senang melihat Doni menarik tangan ku tadi , aku sangat yakin kalau Mita selama ini tertarik dengan pesonanya Doni.


Aku tidak ingin permusuhan antara aku dan Mita terjadi , sudah banyak masalah yang aku hadapi .


lebih baik aku menghindar dari pada terjadi masalah nantinya .


Yang terpenting sekarang ini adalah kesembuhan ku , hanya itu yang bisa membuat hidup ku lebih semangat lagi .


Rania...kamu sakit , Doni memberikan perhatian kepada ku " aku akan mengantar mu masuk ke dalam rumah.


oh...tidak..! ..aku baik- baik saja , aku hanya butuh istirahat ' silahkan di lanjutkan.


Wah...wajah Mita semakin berubah , aku harus cepat- cepat masuk meninggalkan mereka berdua .


ran...istirahat lah , jika kamu perlu apa-apa panggil saja aku ...


Mita bersandiwara di depan Doni , aku tahu sebenarnya Mita tidak suka melihat Doni begitu perhatian dengan ku.


Mita -mita ...aku dan kamu teman yang sangat dekat , tapi mengapa sikap mu aneh hanya gara-gara laki-laki yang kamu sukai .


belum tentu laki-laki itu mempunyai perasaan yang sama dengan mu.


untuk apa aku memikirkan Mita , itu hak nya memilih apa yang di sukai .


aku tidak mau lagi ikut campur dengan urusan siapa pun .


saat ini aku tidak mau merusak hubungan baik ku dengan Mita sahabat ku itu .


Aku memperhatikan mereka dari kejauhan , aku hanya takut Mita menjelek-jelekkan aku di depan doni ,ternyata Mita mengetahui kalau aku memperhatikan mereka berdua.


Ran...semoga saja kamu bisa mengingat Bimo kembali , Mita menjerit memanggil ku dia sengaja supaya Doni mendengarnya .


Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala , aku sudah tidak mau menambah beban pikiran di otak ku .


ini saja aku sudah lelah , biarkan semua berjalan dengan sendirinya .


aku hanya berdoa , semoga Mita juga bisa menemukan kebahagiannya dan mendapatan apa yang di inginkannya ..


Mita mengacungkan kedua jempol nya , sambil tersenyum seakan saat ini dia bahagia berada di dekat Doni.


Aku membalasnya dengan mengacungkan jempol di tangan kanan ku .


tak ingin berlama-lama , aku masuk ke kamar untuk beristirahat .

__ADS_1


semoga besok hari yang menyenangkan menanti ku , ku tutup mata dan berdoa agar aku selalu dalam lindungannya .


__ADS_2