
Aku di perlakukan seperti ratu oleh Bimo , seperti pepatah seorang perempuan akan menjadi ratu jika bertemu dengan laki-laki yang tepat .
namun sebaliknya perempuan akan menjadi pembantu jika bertemu dengan laki-laki yang salah .
" Bim...
Apa aku boleh mengajak ibu dan ayah untuk tinggal bersama kita .
" tentu saja Rania , ibu dan ayah mu adalah orang tua ku juga .
jadi sudah sepatutnya aku membahagiakan mereka .
" terima kasih Bim ...
Aku terasa sangat beruntung memiliki suami yang menyayangi keluarga ku .
Semoga Bimo bisa menjadi imam yang baik untuk ku selamanya amin .
sudah pukul 09:00 pagi semua perlengkapan sudah ku bereskan semua akhirnya aku dan bimo kembali pulang ke rumah .
" Rania ...
Aku ada kerjaan sebentar , jadi kamu sama Arza di rumah dulu .
" Lo bukannya kamu masih cuti ...!
Aku merasa heran melihat Bimo yang tiba-tiba pamit ada kerjaan .
" iya itu ...
Aku ada kerjaan yang belum aku selesaikan , kamu jangan khawatir cuma sebentar .
" iya udah ...
Bimo pergi meninggalkan aku dan Arza di rumah , sepertinya ada yang aneh .
yang aku tahu Bimo mendapat izin cuti nikah beberapa hari , sedangkan pernikahan kamu baru berlangsung selama dua hari jadi tidak mungkin ada kerjaan mendadak .
sebenarnya kerjaan apa yang bimo kerjakan , kantoran bukan perusahan bukan jadi apa.
Bimo tidak pernah menceritakan identitas kerjanya seperti apa .
__ADS_1
Aku begitu bodoh dengan cepat menerima lamaran Bimo , tanpa menyelidiki apa yang bimo kerjakan sehari-hari .
Sudahlah yang terpenting sekarang Bimo bisa menerima keluarga ku , masalah pekerjaan Bimo nanti saja aku selidiki .
karena sudah lelah berfikir aku segera memberitahu arza untuk menghubungi ayah dan ibu agar besok Mereka bisa tinggal bersama kami .
Mendengar kabar bahagia itu arza pun bersorak gembira karena arza juga merindukan kakek dan neneknya .
" Arza ibu lihat kamu senang sekali nak ...?
" Ia Bu Akhirnya kita bisa bersama-sama lagi seperti dulu , ayah bimo sangat baik ya Bu...
" Ia nak , ayah Bimo mau mengajak kakek dan nenek mu untuk tinggal di sini .
" horeeee Arza sudah tidak sabar menunggu besok mau ketemu nenek sama kakek .
" oh ia Arza ibu mau ke dapur mau masak buat makan siang , ibu tinggal dulu ya nak .
kalau Arza bosan arza bisa main di luar ' tapi jangan jauh-jauh .
" siap Bu...
Berjam-jam aku sibuk di dapur menyiapkan makan siang buat kami bertiga , masakan istimewa yang aku hidangkan untuk anak dan suami ku tercinta .
meski pun Bimo bukan ayah kandung Arza namun bimo bisa menyayangi Arza seperti anaknya sendiri .
Setelah selesai aku kembali melihat ke arah jam dinding sudah jam 12:00 siang namun Bimo juga belum kembali .
padahal Bimo hanya pamit untuk pergi sebentar namun ini hampir dua jam Bimo belum juga kembali.
" Bu Aku lapar ...
Arza sudah merengek kelaparan ,sementara Bimo tak kunjung pulang .
" sebentar ya nak , ibu telfon ayah sebentar agar ayah cepat pulang dan kita bisa makan bersama .
Aku mencoba menghubungi Bimo namun tidak ada jawaban .
kemana Bimo , apa yang ia kerjakan di luar sana sehingga tidak bisa mengangkat telfon ku .
" bagai mana Bu , aku sudah sangat lapar
__ADS_1
" sebentar ya nak , ibu Ambilkan kamu makannya sendiri dulu ibu masih ada kerjaan .
" yah ibu ! aku Pengennya makan bareng ibu ...
Aku merasa kasihan melihat Arza yang ingin makan bersama ku , tapi jika aku makan duluan apa kata Bimo nanti terkadang aku berusaha menghargai Bimo karena Bimo juga sangat menghargai aku.
" Ia nak kita makan sama-sama .
Aku mengambil sedikit nasi putih agar Arza tidak kecewa .
" makanannya enak Bu , Lo ibu makannya sedikit bukannya dulu ibu makannya banyak .
" Ibu lagi ng nafsu makan .
Aku mencari alasan agar Arza tidak terlalu banyak bertanya .
beberapa kali aku melihat handphone ku dan mencoba kembali menghubungi Bimo , tapi masih tetap sama tidak ada jawaban sama sekali .
Bimo kamu sebenarnya ada kerjaan apa , sesibuk apa pun tidak mungkin kamu tidak bisa menjawab telfon dari istri mu sendiri .
" ibu kelihatannya gelisah ada apa Bu ? bukannya ibu senang besok kakek dan nenek akan tinggal di sini .
" Ibu seneng Arza , ibu cuma mikir kenapa ayah Bimo belum juga pulang kan sekarang udah waktunya makan siang ...
Untunglah Arza bisa mengerti dengan jawaban ku dan tidak melanjutkan pertanyaannya .
Setelah menemani Arza makan siang aku pergi ke kamar ku untuk mencari tahu sesuatu mungkin ada petunjuk yang aku dapatkan tentang pekerjaan Bimo selama ini .
Hampir setengah jam aku menyelidiki satu persatu berkas yang tersimpan di lemari kamar tidur kami tapi tidak ada satu pun yang mencurigakan .
Bahkan aku juga tidak menemukan barang bukti atau pun dokumen pekerjaan Bimo .
mungkin dugaan ku salah , aku terlalu banyak berhalusinasi.
bukankah dulu Bimo orang yang baik yang pernah ku kenal ' tidak mungkin Bimo melakukan hal-hal buruk seperti dugaan ku .
tapi ini sudah jam 13:00 siang kenapa Bimo belum juga pulang , sesibuk itu pekerjaan sehingga tidak bisa di tinggalkan .
jangan berfikir negatif mungkin Bimo makan diluar Karena sibuk dan tidak ada waktu untuk pulang .
atau Bimo sengaja tidak pulang ke rumah agar bisa makan bersama temannya-temannya .
__ADS_1
Aku tambah pusing memikirkannya , entah mengapa aku selalu curiga terhadap Bimo .