Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MENUNGGU BIMO PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Aku di perlakukan seperti ratu oleh Bimo , seperti pepatah seorang perempuan akan menjadi ratu jika bertemu dengan laki-laki yang tepat .


namun sebaliknya perempuan akan menjadi pembantu jika bertemu dengan laki-laki yang salah .


" Bim...


Apa aku boleh mengajak ibu dan ayah untuk tinggal bersama kita .


" tentu saja Rania , ibu dan ayah mu adalah orang tua ku juga .


jadi sudah sepatutnya aku membahagiakan mereka .


" terima kasih Bim ...


Aku terasa sangat beruntung memiliki suami yang menyayangi keluarga ku .


Semoga Bimo bisa menjadi imam yang baik untuk ku selamanya amin .


sudah pukul 09:00 pagi semua perlengkapan sudah ku bereskan semua akhirnya aku dan bimo kembali pulang ke rumah .


" Rania ...


Aku ada kerjaan sebentar , jadi kamu sama Arza di rumah dulu .


" Lo bukannya kamu masih cuti ...!


Aku merasa heran melihat Bimo yang tiba-tiba pamit ada kerjaan .


" iya itu ...


Aku ada kerjaan yang belum aku selesaikan , kamu jangan khawatir cuma sebentar .


" iya udah ...


Bimo pergi meninggalkan aku dan Arza di rumah , sepertinya ada yang aneh .


yang aku tahu Bimo mendapat izin cuti nikah beberapa hari , sedangkan pernikahan kamu baru berlangsung selama dua hari jadi tidak mungkin ada kerjaan mendadak .


sebenarnya kerjaan apa yang bimo kerjakan , kantoran bukan perusahan bukan jadi apa.


Bimo tidak pernah menceritakan identitas kerjanya seperti apa .

__ADS_1


Aku begitu bodoh dengan cepat menerima lamaran Bimo , tanpa menyelidiki apa yang bimo kerjakan sehari-hari .


Sudahlah yang terpenting sekarang Bimo bisa menerima keluarga ku , masalah pekerjaan Bimo nanti saja aku selidiki .


karena sudah lelah berfikir aku segera memberitahu arza untuk menghubungi ayah dan ibu agar besok Mereka bisa tinggal bersama kami .


Mendengar kabar bahagia itu arza pun bersorak gembira karena arza juga merindukan kakek dan neneknya .


" Arza ibu lihat kamu senang sekali nak ...?


" Ia Bu Akhirnya kita bisa bersama-sama lagi seperti dulu , ayah bimo sangat baik ya Bu...


" Ia nak , ayah Bimo mau mengajak kakek dan nenek mu untuk tinggal di sini .


" horeeee Arza sudah tidak sabar menunggu besok mau ketemu nenek sama kakek .


" oh ia Arza ibu mau ke dapur mau masak buat makan siang , ibu tinggal dulu ya nak .


kalau Arza bosan arza bisa main di luar ' tapi jangan jauh-jauh .


" siap Bu...


Berjam-jam aku sibuk di dapur menyiapkan makan siang buat kami bertiga , masakan istimewa yang aku hidangkan untuk anak dan suami ku tercinta .


meski pun Bimo bukan ayah kandung Arza namun bimo bisa menyayangi Arza seperti anaknya sendiri .


Setelah selesai aku kembali melihat ke arah jam dinding sudah jam 12:00 siang namun Bimo juga belum kembali .


padahal Bimo hanya pamit untuk pergi sebentar namun ini hampir dua jam Bimo belum juga kembali.


" Bu Aku lapar ...


Arza sudah merengek kelaparan ,sementara Bimo tak kunjung pulang .


" sebentar ya nak , ibu telfon ayah sebentar agar ayah cepat pulang dan kita bisa makan bersama .


Aku mencoba menghubungi Bimo namun tidak ada jawaban .


kemana Bimo , apa yang ia kerjakan di luar sana sehingga tidak bisa mengangkat telfon ku .


" bagai mana Bu , aku sudah sangat lapar

__ADS_1


" sebentar ya nak , ibu Ambilkan kamu makannya sendiri dulu ibu masih ada kerjaan .


" yah ibu ! aku Pengennya makan bareng ibu ...


Aku merasa kasihan melihat Arza yang ingin makan bersama ku , tapi jika aku makan duluan apa kata Bimo nanti terkadang aku berusaha menghargai Bimo karena Bimo juga sangat menghargai aku.


" Ia nak kita makan sama-sama .


Aku mengambil sedikit nasi putih agar Arza tidak kecewa .


" makanannya enak Bu , Lo ibu makannya sedikit bukannya dulu ibu makannya banyak .


" Ibu lagi ng nafsu makan .


Aku mencari alasan agar Arza tidak terlalu banyak bertanya .


beberapa kali aku melihat handphone ku dan mencoba kembali menghubungi Bimo , tapi masih tetap sama tidak ada jawaban sama sekali .


Bimo kamu sebenarnya ada kerjaan apa , sesibuk apa pun tidak mungkin kamu tidak bisa menjawab telfon dari istri mu sendiri .


" ibu kelihatannya gelisah ada apa Bu ? bukannya ibu senang besok kakek dan nenek akan tinggal di sini .


" Ibu seneng Arza , ibu cuma mikir kenapa ayah Bimo belum juga pulang kan sekarang udah waktunya makan siang ...


Untunglah Arza bisa mengerti dengan jawaban ku dan tidak melanjutkan pertanyaannya .


Setelah menemani Arza makan siang aku pergi ke kamar ku untuk mencari tahu sesuatu mungkin ada petunjuk yang aku dapatkan tentang pekerjaan Bimo selama ini .


Hampir setengah jam aku menyelidiki satu persatu berkas yang tersimpan di lemari kamar tidur kami tapi tidak ada satu pun yang mencurigakan .


Bahkan aku juga tidak menemukan barang bukti atau pun dokumen pekerjaan Bimo .


mungkin dugaan ku salah , aku terlalu banyak berhalusinasi.


bukankah dulu Bimo orang yang baik yang pernah ku kenal ' tidak mungkin Bimo melakukan hal-hal buruk seperti dugaan ku .


tapi ini sudah jam 13:00 siang kenapa Bimo belum juga pulang , sesibuk itu pekerjaan sehingga tidak bisa di tinggalkan .


jangan berfikir negatif mungkin Bimo makan diluar Karena sibuk dan tidak ada waktu untuk pulang .


atau Bimo sengaja tidak pulang ke rumah agar bisa makan bersama temannya-temannya .

__ADS_1


Aku tambah pusing memikirkannya , entah mengapa aku selalu curiga terhadap Bimo .


__ADS_2