
"Afnan" lirih Malik yang baru saja sadar setelah koma selama satu minggu, Afnan terhentak mendengar panggilan dari ayahnya itu
"Ayah? kau sudah sadar" ujarnya senang "Dokteer!Dok!" pekiknya sambil berlari keluar ruangan, dokter pun memeriksa kondisi Malik yang masih lemah akibat serangan jantung mendadak yang dialaminya seminggu lalu, sementara itu Afnan telah memberitahu orang rumah bahwa sang ayah telah sadar.
"Bagaimana kondisi ayah sekarang?" tanya Akira dengan wajah panik saat baru saja tiba bersama dengan Kayra
"Dokter masih menanganinya didalam" jawab Afnan
"Kuharap ayah baik-baik saja" lirih Akira sambil mendudukkan dirinya dikursi ruang tunggu depan ruangan sang ayah, tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan, diikuti oleh susuter dibelakangnya, Afnan, Kayra dan Akira pun berhambur menghadap dokter tersebut
"Bagaimana keadaan ayah saya dok?!" tanya Afnan cemas
"Apakah kalian ini anak-anak dari bapak Malik?" tanya dokter itu, merekapun mengangguk bersamaan "Tuan Malik ingin bertemu dengan kalian" lanjutnya setelah mendapat jawaban, mereka bertiga pun akhirnya masuk kedalam diikuti oleh dokter dan seorang susternya dibelakang
"Af-n-naan" lirih Malik sambil menggenggan tangan Afnan
"Iya ayah, ini Afnan" jawabnya
"Kamu, mau kan mengabulkan permintaan ayah?" tanyanya lemah
"Tentu ayah, apapun yang yang ayah mau, selagi Afnan bisa melakukannya akan Afnan penuhi" jawab Afnan, pandangan ayah pun beralih pada Kayra yang sedari tadi hanya diam dengan melipat kedua tanggannya didada
"K-kayra" lirihnya, Kayra pun mendekat pada ayahnya, dengan memutar bola matanya malas, Malik menggenggam tangan Kayra, lalu disatukan dengan tangan Afnan "Afnan, Kayra, Ayah punya satu permintaan untuk kalian, ayah ingin melihat kalian berdua menikah" ujar Malik lemah dengan raut wajah yang penuh harap, Kayra tersentak dengan pernyataan ayahnya
"Ayah apaan sih!" bentaknya sambil menepis tangannya
"Nak, waktu ayah tak lama lagi, ayah sudah tak kuat nak, ayah ingin melihat salah satu putri ayah menikah, Kayra, Afnan adalah laki-laku yang terbaik untukmu, setelah kalian menikah ayah akan tenang ada yang menjagamu dan juga Akira setelah kepergian ayah, ayah ingin dia menggantikan posisi ayah menjadi kepala keluarga bagi kalian" jelasnya
"Nggak Ayah! Kak Afnan! Lo ngomong dong! Gue gak mau nikah sama lo!" tolak Kayra tegas
"Ayah, Afnan tidak perlu menikah dengan Kayra, tanpa ayah suruh Afnan menikah dengan Kayra pun Afnan berjanji pada ayah akan menjaga kedua putri ayah" ujar Afnan
"Tidak, ayah ingin kamu menjadi imam bagi Kayra, kamu tahu bukan Kayra anak yang sulit diatur, jika nanti saatnya kamu menikah, lalu bagaimana dengan kedua adikmu?" balas Ayah, Afnan membisu mendengar pernyataan terakhir dari ayah angkatnya itu, ia tak bisa lagi berkata apapun, karena ia memiliki hutang budi pada beliau.
"Baiklah ayah, aku akan menikahi putrimu" pasrah Afnan
Deg...
Bak disambar petir siang bolong Akira setelah mendengar keputusan dari Afnan yang setuju untuk menikahi Kayra kakak kandungnya sendiri, ia tak menyangka lelaki yang selama ia sukai diam-diam memutuskan untuk menikah dengan sang kakak, awaknya ia terkejut mendengar penuturan sang ayah yang meminta Kakak kandungnya dengan Kakak angkatnya sendiri untuk menikah, namun yang lebih mengejutkan untuknya saat ini setelah mendengar pernyataan Afnan, hatinya terasa teriris pisau rasanya
"Kakak apaan sih! gue gak mau ya nikah sama lo!" tolak Kayra lantang
"Kay, Ayah mohon sama kamu, ini permintaan terakhir ayah, setelah ini kamu bisa hidup tenang tanpa ayah" lirihnya penuh permohonan
"Ayah ngomong apasih, ayah jangan bilang gitu dong, Kira yakin ayah pasti sembuh, Kak Kayra pasti akan menikah dengan Bang Afnan" ujar Akira mencoba tuk tetap tegar
__ADS_1
"Lo apan sih dek! ini hidup gue lo jangan ikut campur! lo aja yang nikah sama kak Afnan sana! lagian yah Kay ini masih punya kekasih!" tegasnya
"Kak! apa gak cukuo untuk kakak selama ini nyusahin ayah?! sekali aja kak kakak nuurtin kemauan ayah kali ini aja!" tegas Akira
"Memang benar aku tak pernah membahagiakan ayah, apa dengan ini ayah akan bisa bahagia?" batin Kayra "Hm baiklah aku akan menikah dengan Kak Afnan!" ujar Kayra ketus
"Syukurlah, terima kasih nak" lirih Malik, pandangannya berakih oada dokter yang sedari berdiri didekat pintu masuk ruangan Malik "D-dok, boleh saya meminta sesuatu?" tanyanya
"Tentu pak" jawab dokter itu
"Seperti yang saya katakan tadi, saya ingin melangsungkan pernikahan putra dan putri saya disini dihadapan saya hari ini juga, bisakah anda membuat dekorasi untuk pernikahannya?" pintanya
"Tentu" jawab dokter itu ramah "Suster, mari" lanjutnya sambil keluar dari ruangan Malik.
****
Kini ruangan itu penuh dengan beberapa staf rumah sakit, berikut juga penghulu yang sudah bertengger duduk manis disamping ranjang milik Malik, sedang disamping lainnya telah ada sepasang pengantin yang nampak sangat jauh dari kata bahagia, berbeda dengan pengantin lainnya yang dimana dihari pernikahannya semuanya digelar mewah, dengan sepasang pengantin yang berbahagia, sedangkan ini? yang ada hanyalah para staf rumah sakit dan juga pasien yang terbaring lemah yang tak lain adalah Malik
"Baik, bisa dimulai acara ijab qobulnya?" tanya penghulu, yang dijawab anggukkan oleh Afnan, dengan sangat terpaksa ia mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan penghulu mengucapkan kalimat ijab qobul dihadapab sang ayah yang kini tengah berjuang antara hidup dan matinya dalam menyaksikan pernikahan sangputri tercintanya
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau sodari Afnan Frizal Mahapuyra dengan Kayra Alviani Mahaputri binti Malik Mahaputra dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai" lantang penghulu itu yang langsung disambut oleh Afnan
"Saya terima nikah dan kawinnya Kayra Alviani Mahaputri binti Malik Mahaputri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" lantangnya, nampak senyum bahagia tersirat dibibir Malik setelah mendengar kata "Sah" dari para saksi yang diiringi dengan hembusan nafas terakhir dan juga mata yang oerlahan tertutup, Afnan nampak panik melihat kejadian tersebut
"Ayah!" pekiknya sambil mengoyangkan tubuh Malik "Ayah bangun! Ayah ingin melihat putra putri ayah berbahagia bukan ayah?!" lanjutnya dengan air mata yang mulai mengucur deras, dokter segera berhambur memeriksa kondisi Malik ada raut wajah kecewa diwajah dokter tersebut kala mengetahui kondisi Malik yang kini sudah tak bernyawa
"Apa yang kau katakan dok!" pekik Wkira sambil mencengkram kerah baju dokter tersebut
"Ayah?" lirih Kayra, tubuhnya melemas seketika kala mendengar oenuturan dokter tersebut "Tidak! tidak mungkin ayahku masih hidup!" pekik Kayra frustasi, tubuhnya terhuyung lemas sampai oa tak mampu menopang berat badannya sendiri, dengan sigap Afnan menahan Kayra agar tak jatuh, namun dengan segera Kayra menepisnya
"Lepaskan aku!" tegasnya "Jangan pernah kau berani menyentuhku! ini semua salah mu kau tahu?!" lanjutnya dengan penuh amarah
"Maaf" lirih Afnan
"Apa?! apa katamu? Maaf?! apa kau fikir dengan maaf mu dapat mengembalikan segalanya?!" tanyanya lantang dengan air mata yang tak terbendung lagi
"Sudah cukup!" pekik Akira "Ini bukan saatnya untuk berdebat hiks, setidaknya kalian hargai jenazah ayah!" lanjutnya, Kayra pun menghentikan perdebatannya, ia beralih mendekat kearah sang ayah lalu menyentuh bahu adiknya Akira
"Kau yang tegar Kira" lirihnya, Akira menoleh pada sang kakak, lalu ia berhambur memeluknya, pelukan itupun dibalas hangat oleh Kayra
"Ayah, kenapa kau berbuat seperti ini padaku? kau memintaku menikahi putrimu, dan itu sudah kulakukan tapi drama apalagi ini ayah? apa ini hadiah untuk pernikahanku? kenapa ayah? kenapa ayah harus membuat ku dalam posisi seperti ini, kini aku harus hidup bersama istri yang sama sekali tidak akan pernah menganggapku, apakah ini maumu ayah? apakah kau ingin aku membalas jasamu dengan cara ini? jika benar begitu baiklah, aku akan menganggap ini adalah awal pengorbananku, dihari ini aku berjanji akan selalu menjaga putrimu, aku tidak akan pernah meninggalkannya apapun yang terjadi, aku akan mengorbankan segala kebahagiaan dan kebebasanku untuknya, dan demi keutuhan keluarga ini" batin Afnan.
***
Satu minggu kemudian.....
__ADS_1
Satu minggu sudah berlalu semenjak kematian Malik, kini semua nampak berbeda, tak ada lagi tawa yang terpancar dari setiap orang yang tinggal dirumah itu, rumah ini sekarang seakan tak berpenghuni sunyi dan sepi, begitu pun dengan pernikahan Afnan, Kayra tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagai istri, ia malah semakin menjadi, ia menjadi lebih sering pulang larut dan pulang dalam keadaan mabuk, Afnan merasa sangat sedih meratapi kehidupan keluarganya sekarang, ia merasa kalau ia gagal memenuhi Wasiat mendiang sang ayah untuk menjaga kedua putrinya.
Akira? gadis itu kini menjadi gadis yang pendiam, bahkan kini jarang berbicara pada Afnan, entah apa yang membuat gadis itu menjadi seperti itu, hari ini merupakan hari kelulusannya, hari yang akan menentukan jenjang pendidikannya untuk beranjak ke jenjang yang lebih lanjut, nampak gadis itu telah siap dengan seragam SMA-nya sedang menuruni anak tangga
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Afnan
"Biasa saja" jawabnya dengan senyum dipaksakan
"Aku harap kau berhasil, dimana kau akan melanjutkan pendidikan tinggi mu?" tanya Afnan lagi
"Aku memilih melanjutkan pendidikan ku di swiss" jawabnya sambil berjalan kearah meja makan diikuti dengan Afnan "Dimana kak Kayra?" tanyanya
"Kau tahu sendiri bukan, ia selalu pulang larut, ia masih dikamar sedang tidur" jawab Afnan
"Kau harus banyak bersabar menghadapi sikap kakakku, bukankah itu sudah menjadi keputusanmu" ujarnya, ada perasaan sakit dihatinya kala mengatakan hal itu pada sang kakak angkatnya yang kini sudah menjadi kakak Iparnya itu.
"Yah, memang itu keputusan ku" lirih Afnan
"Sudahlah, aku pergi kesekolah dulu" pamig Akira lalu berlalu meninggalkan Afnan yang masih duduk termenung dimeja makan
"Salahlah keputusanku? kini aku harus hidup dalam belenggu menjadi beban bagi orang lain, aku telah gagal mengembalikan senyum keluarga ini, maafkan aku ayah, maafkan aku apa yang harus aku lakukan kini? semua tak sesuai dengan ekspetasiku" lirihnya
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Inget yaa sayang ku jangan lupa tinggalkan jejak😚
__ADS_1
Like, Vote, and Komen juga bagaimana pendapat kalian mengenai novel aku ini?apakah kalian suka novel baruku ini? aku berharap bahkan sangat berharap kalian menyukai novel ku ini😊
Happy Reading😚❤