
Keesokan harinya , semua barang telah kemas dengan rapi .
entah mengapa perasaan ini jadi tidak karuan , masalah apa lagi yang akan aku hadapi selanjutnya .
Aku berusaha tetap tenang , sedangkan rasa sakit di pipi bekas tamparan ayah semalam masih terasa perihnya .
Rania...bantu ibu membawa barang-barang ini keluar .
ibu menghampiri ku dan mengambil beberapa barang untuk di bawa ke luar .
aku membantu ibu membawa barang-barang keluar , tapi aku belum menanyakan di mana tempat yang akan kami tempati nantinya setelah keluar dari rumah pak Dedi ini .
Yang aku pikirkan sekarang , aku harus bisa menjelaskan kepada pak Dedi agar diantara kami tidak ada dendam atau pun ke salah pahaman setelah kejadian ini .
Tiga jam berlalu semua barang telah di bawa keluar rumah , dari kejauhan aku melihat pak Dedi aku mulai gugup dan sangat takut .
Pak Dedi ...aku menyapanya dengan rasa gugup '
namun pak Dedi tidak menjawab sapaan ku ' dia hanya memandangku dengan muka masam .
Rania...tiba-tiba ayah memanggil ku dan meminta ku untuk masuk ke rumah .
Aku mendekati ayah dan pak Dedi dan berusaha untuk tetap tenang , semoga saja tidak terjadi apa-apa .
Rania...apa yang terjadi sebenarnya ,mengapa Doni membatalkan pernikahan kalian berdua .
saya ingin kamu menjelaskan kepada saya ujar pak Dedi .
sebelumnya saya minta maaf atas ke jadian ini , sebenarnya ini hanya salah paham.
awalnya Bimo sempat mengirim surat kepada saya dan Doni mengetahui hal itu , kemudian Doni memarahi saya .
karena pikiran begitu suntuk saya mencari waktu untuk keluar menenangkan pikiran saya .
waktu itu saya sempat berdiri di depan rumah seseorang di saat hujan begitu deras , saya sendiri tidak tahu kalau rumah itu rumah saudaranya Bimo .
jadi karena hujan dan sudah larut malam saya menginap di rumah itu untuk beristirahat , namun keesokan harinya saya melihat Bimo ada di rumah itu .
Di saat Doni mengetahui saya berada di rumah tempat tinggal Bimo dia sangat marah dan membatalkan pernikahan kami .
Aku menundukkan kepala dan tidak berani menatap mata pak Dedi yang berdiri tepat di depan ku .
Rania ! seharusnya kamu bisa memahami kalau selama ini Doni tidak menyukai Bimo , kamu sudah membuat kesalahan yang fatal .
__ADS_1
jadi...saya sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi terhadap Doni , Doni sudah sangat kecewa dan saya tidak menyangka kamu Setega itu Rania.
Saya tidak bermaksud seperti itu pak Dedi , saya hanya menenangkan pikiran saya dan tidak bermaksud membuat Doni kecewa .
saya benar-benar minta maaf , jika memang saya yang salah apa yang harus saya lakukan untuk menebus kesalahan saya .
Tidak perlu , sekarang bereskan semua barang-barang kalian jangan ada yang tinggal di rumah ini lagi dan silahkan tinggalkan rumah ini .
kata-kata pak Dedi sangat tajam menembus gendang telinga ku , meski pun ia berbicara sedikit palan namun sangat tersinggung bagi ku .
kami memang ingin keluar dari rumah ini tanpa di usir pun kami akan mengangkatkan kaki dari rumah ini .
pak Dedi , terima kasih banyak sudah memberikan kami tempat tinggal selama bertahun-tahun di sini bersama keluarga pak Dedi .
Bagai manapun juga aku sudah berhutang Budi kepada keluarga ini , mudahan-mudahan Allah SWT membalas semua kebaikan pak Dedi .
Mungkin selama ini saya dan keluarga sudah banyak menyusahkan pak Dedi , saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan saya .
tak terasa air mata ini menetes perlahan -lahan
sedih sekali meninggalkan rumah yang telah menjadi tempat tinggal ternyaman selama bertahun-tahun .
Aku tahu pak Dedi sangat kecewa , tetapi semua telah terjadi dan sekarang aku sendiri tidak tahu ke mana arah dan tujuan ku bersama anak dan kedua orang tua ku .
tak lama kemudian ayah mamanggil ibu untuk berhenti di sebuah rumah , sepertinya ini rumah yang akan kami tempati .
Tanpa banyak bicara ayah dan ibu masuk ke rumah tersebut sedangkan aku dan arza hanya mengikuti mereka dari belakang .
Nah mulai sekarang kita akan tinggal di rumah ini , mulai besok ayah akan mencari pekerjaan untuk membayar sewa rumah setiap bulannya .
jadi sekarang kita harus bisa hidup hemat dan apa adanya , itulah kata-kata yang keluar dari mulut ayah .
Ayah jangan khawatir aku akan membantu ayah , aku juga akan mencari pekerjaan untuk membiayai sekolah arza nanti .
aku akan berusaha semampu ku apa pun itu aku akan berusaha sekuat tenaga ku .
Rania...ibu hanya bisa mendoakan semoga keputusan mu menjadi jalan yang terbaik dalam hidup mu .
Waktu berlalu ...
matahari mulai terbenam , aku merenungi nasib ku apakah aku bisa menghadapi semua ini .
semoga saja aku kuat dan selalu tabah dalam menghadapi ujian ini .
__ADS_1
Malam semakin larut ...
aku akan mempersiapkan diri untuk besok .
Sudah jam 03:00 pagi namun aku belum juga tertidur , begitu berat beban yang ku tanggung sekarang ' tapi aku harus terbiasa hidup seperti ini .
Rania...Rania...bangun....sudah pagi....!
Sepertinya ada yang memanggil ku , ya tuhan...ternyata sudah jam 08:00 pagi .
dengan gerakan cepat aku keluar dari kamar dan menghampiri ibu , Bu...apa arza sudah berangkat ke sekolah ?
Sudah...arza sudah berangkat ke sekolah ,,, kamu sendiri kenapa ?...
ini sudah jam berapa Rania ...bukannya hari ini kamu mau mencari pekerjaan .
ia maaf Bu aku ketiduran , aku menjelaskan kepada ibu bahwa semalaman aku tidak bisa tidur .
Rania...mulai sekarang tidak ada waktu untuk bermalas-malas , arza butuh kamu yang membimbingnya .
biaya sekolah bukan hal yang sepele Rania ... kasihan arza jika harus putus sekolah nanti jika kamu seperti ini terus .
ibu benar , mulai sekarang aku tidak akan bermalas-malas lagi .
percayalah Bu , apa pun aku lakukan untuk arza .
oh ia Rania...maaf bukannya ibu ikut campur urusan mu tapi...bukankah arza mendapatkan warisan dari peninggalan ayahnya .
benar Bu , seharusnya arza memang mendapatkan haknya sebab bang Arda hanya mempunyai satu orang anak laki-laki yaitu arza .
tapi , Mita berusaha untuk tidak memberikan sedikitpun hak arza tersebut dan Mita ingin menguasai semua harta milik bang Arda itu sendiri .
Aku juga tidak berharap apa-apa , harta warisan bagiku tidaklah penting .
yang terpenting sekarang ini aku bisa berkumpul kembali bersama anak dan kedua orang tua ku .
Ibu tahu nak semoga kamu ikhlas menjalani hidup mu ini , ibu membelai rambut ku dengan kasih sayang .
Oh ia Rania ...sudah lama ibu tidak mendengar kabar Mita di mana Mita sekarang ?
entahlah Bu aku sendiri tidak tahu dan sudah lama Mita tidak pernah menghubungi ku .
saat Mita mengetahui kalau aku akan di jodohkan dengan Doni dan sejak saat itu Mita marah besar dengan ku .
__ADS_1
ibu menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan penjelasan ku .