Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MAKAN SIANG DI LUAR


__ADS_3

Kini aku seperti burung dalam sangkar , namun semua kemewahan membuat aku lupa segalanya .


namun aku tidak boleh seperti ini aku ingin kembali seperti dulu namun aku akan tetap mengingat posisi ku sekarang bahwa aku telah bersuami .


" Kring , kring , kring ...


Telfon berbunyi ketika itu lamunan ku terhenti .


" Hallo Bim...,


" Rania Kita makan siang Di luar , kamu siap-siap ya aku tunggu .


Telfon terputus aku bingung Bimo tidak menyebutkan alamatnya .


" Rania ...


Tiba -tiba ibu memanggil ku


" ya Bu ..


" Itu ada yang nungguin kamu di luar katanya di suruh Bimo untuk jemput kamu .


" Orangnya sudah di luar ...


Aku jadi panik sudah pasti Bimo akan lama menunggu ku .


Tanpa melanjutkan pembicaraan aku menuju ke kamar untuk mengganti pakaian ku .


sudah beberapa pakaian yang aku kenakan namun rasanya kurang berkesan .


Karena terlalu lama memilih pakaian yang cocok akhirnya aku terpaksa memakai pakaian sederhana saja dan segera menuju ke mobil yang telah di sediakan .


sesampainya di tempat tujuan , kaki ku seakan berat untuk melangkah .


" Rania ...


Bimo memanggil ku dan memberikan sesuatu .


" Ganti pakaian mu .


Suaranya pelan sambil mengantar ku ke ruang ganti .


Aku hanya diam seakan malu dengan pakaian ku yang sederhana .


" jangan banyak mikir ganti saja .


Aku pun menggantikan pakaian ku , aku merasa tidak pantas dengan pakaian yang baru aku kenakan terlalu mahal membuat ku tidak nyaman .


Aku masih diam ketika keluar dari ruang ganti kaki ku gementar menggunakan hak tinggi yang belum pernah aku kenakan .


" Santai saja jangan terlalu tegang kalau sudah terbiasa pasti tidak canggung lagi .

__ADS_1


" Ini tempat apa Bim , banyak orang di sini .


" nanti kamu juga ngerti .


Bimo tidak mau menjelaskan apa pun dia terus berjalan sambil menggandeng tangan ku .


" duduk lah tuan putri .


Bimo menarik sebuah kursi dan menyuruh ku duduk tepat di sampingnya .


sementara makan mewah sudah tertata rapi , aku di perlakukan seperti seorang putri raja .


" Ayo makan jangan diam saja ,,,


" ya


Rasanya berat untuk mengambil sepiring nasi , aku melihat semua orang menatap ku .


" Bim , aku malu ...


semua orang melirik ke arah kita .


" Siapa ...?


orang-orang di sini sibuk dengan urusan mereka masing-masing tidak ada yang memperhatikan kita .


kamu terlalu gugup Rania , udah santai aja ada aku .


" Bim kita Pulang aja ya ...


Aku merasa tidak betah di tempat itu dan mengajak Bimo untuk pulang .


" Aku antar kamu pulang sebab nanti sore aku masih ada kerjaan .


" kerjaan apa , kerjaan kamu belum selesai


sebenarnya kamu kerja apa sih Bim ?


Aku merasa berhak tau pekerjaan suami ku .


" Aku berbisnis , ia bisnis baru .


Aku menggelengkan kepala semakin tidak mengerti .


" Bisnis apa ? selama ini aku tidak pernah tau pekerjaan apa yang kamu kerjakan .


Tolong jangan sembunyikan apa pun dari ku .


" Aku tidak menyembunyikan apa-apa Rania , aku berkerja untuk Kamu Arza dan kedua orang tua kita .


Mendengar kata-kata itu aku langsung diam , di situlah letak kelemahan ku .

__ADS_1


Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika semua urusan menyangkut keluarga ku .


" Dari pada kita bertengkar , kita pulang sekarang .


Aku mengikuti Bimo dari belakang menuju ke mobil , entah mobil pribadi atau sewaan aku sama sekali tidak mengerti .


Selama Di perjalanan aku melihat Bimo sibuk membalas chat dari seseorang tapi aku tidak berani untuk bertanya .


" Kita sudah sampai , tapi aku harus kembali lagi dan tidak bisa mengantar mu sampai ke dalam rumah .


" ya tidak apa-apa aku ngerti .


Setelah mencium tangan suami ku aku pun masuk ke rumah .


" mbak Rania baru pulang ...?


Tania menyapa ku ketika aku masuk ke rumah .


" Ia Tania , kamu sendiri sudah lama pulang .


" Ia sudah mbak , itu makan siang sudah aku siapin .


" Terima kasih Tania , tapi mbak sudah makan di luar .


Tania hanya tersenyum melihat ku , tapi aku merasa kasihan jika tidak menghargainya .


Aku menuju meja makan dan melihat banyak makanan yang di siapkan oleh Tania .


" Ini Semua kamu yang masak Tan ?


" Ia mbak , gimana enak ng '


" kalau kamu yang masak pasti enak lah ...


"mbak bisa aja .


Masakannya memang luar biasa aku kagum , tapi makanannya adalah makanan kesukaan Bimo .


Sudah Rania tidak boleh berfikir negatif , Tania sepupunya Bimo sudah jelas mereka memiliki selera makan yang sama .


" Kamu hebat ya , bisa masak sebanyak ini .


Sepertinya mbak harus banyak belajar dari kamu .


" Aku juga masih belajar mbak , kita sama -sama belajar biar bisa berbagi pendapat .


Aku dan Tania kini lebih dekat namun terkadang perasaan ini masih menyimpan rasa cemburu .


Apa lagi aku melihat Tania masih muda jauh di bawah umur ku dan berpenampilan menarik .


laki-laki mana yang tidak menyukai wanita seperti itu .

__ADS_1


__ADS_2