
Kini aku seperti burung dalam sangkar , namun semua kemewahan membuat aku lupa segalanya .
namun aku tidak boleh seperti ini aku ingin kembali seperti dulu namun aku akan tetap mengingat posisi ku sekarang bahwa aku telah bersuami .
" Kring , kring , kring ...
Telfon berbunyi ketika itu lamunan ku terhenti .
" Hallo Bim...,
" Rania Kita makan siang Di luar , kamu siap-siap ya aku tunggu .
Telfon terputus aku bingung Bimo tidak menyebutkan alamatnya .
" Rania ...
Tiba -tiba ibu memanggil ku
" ya Bu ..
" Itu ada yang nungguin kamu di luar katanya di suruh Bimo untuk jemput kamu .
" Orangnya sudah di luar ...
Aku jadi panik sudah pasti Bimo akan lama menunggu ku .
Tanpa melanjutkan pembicaraan aku menuju ke kamar untuk mengganti pakaian ku .
sudah beberapa pakaian yang aku kenakan namun rasanya kurang berkesan .
Karena terlalu lama memilih pakaian yang cocok akhirnya aku terpaksa memakai pakaian sederhana saja dan segera menuju ke mobil yang telah di sediakan .
sesampainya di tempat tujuan , kaki ku seakan berat untuk melangkah .
" Rania ...
Bimo memanggil ku dan memberikan sesuatu .
" Ganti pakaian mu .
Suaranya pelan sambil mengantar ku ke ruang ganti .
Aku hanya diam seakan malu dengan pakaian ku yang sederhana .
" jangan banyak mikir ganti saja .
Aku pun menggantikan pakaian ku , aku merasa tidak pantas dengan pakaian yang baru aku kenakan terlalu mahal membuat ku tidak nyaman .
Aku masih diam ketika keluar dari ruang ganti kaki ku gementar menggunakan hak tinggi yang belum pernah aku kenakan .
" Santai saja jangan terlalu tegang kalau sudah terbiasa pasti tidak canggung lagi .
__ADS_1
" Ini tempat apa Bim , banyak orang di sini .
" nanti kamu juga ngerti .
Bimo tidak mau menjelaskan apa pun dia terus berjalan sambil menggandeng tangan ku .
" duduk lah tuan putri .
Bimo menarik sebuah kursi dan menyuruh ku duduk tepat di sampingnya .
sementara makan mewah sudah tertata rapi , aku di perlakukan seperti seorang putri raja .
" Ayo makan jangan diam saja ,,,
" ya
Rasanya berat untuk mengambil sepiring nasi , aku melihat semua orang menatap ku .
" Bim , aku malu ...
semua orang melirik ke arah kita .
" Siapa ...?
orang-orang di sini sibuk dengan urusan mereka masing-masing tidak ada yang memperhatikan kita .
kamu terlalu gugup Rania , udah santai aja ada aku .
" Bim kita Pulang aja ya ...
Aku merasa tidak betah di tempat itu dan mengajak Bimo untuk pulang .
" Aku antar kamu pulang sebab nanti sore aku masih ada kerjaan .
" kerjaan apa , kerjaan kamu belum selesai
sebenarnya kamu kerja apa sih Bim ?
Aku merasa berhak tau pekerjaan suami ku .
" Aku berbisnis , ia bisnis baru .
Aku menggelengkan kepala semakin tidak mengerti .
" Bisnis apa ? selama ini aku tidak pernah tau pekerjaan apa yang kamu kerjakan .
Tolong jangan sembunyikan apa pun dari ku .
" Aku tidak menyembunyikan apa-apa Rania , aku berkerja untuk Kamu Arza dan kedua orang tua kita .
Mendengar kata-kata itu aku langsung diam , di situlah letak kelemahan ku .
__ADS_1
Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika semua urusan menyangkut keluarga ku .
" Dari pada kita bertengkar , kita pulang sekarang .
Aku mengikuti Bimo dari belakang menuju ke mobil , entah mobil pribadi atau sewaan aku sama sekali tidak mengerti .
Selama Di perjalanan aku melihat Bimo sibuk membalas chat dari seseorang tapi aku tidak berani untuk bertanya .
" Kita sudah sampai , tapi aku harus kembali lagi dan tidak bisa mengantar mu sampai ke dalam rumah .
" ya tidak apa-apa aku ngerti .
Setelah mencium tangan suami ku aku pun masuk ke rumah .
" mbak Rania baru pulang ...?
Tania menyapa ku ketika aku masuk ke rumah .
" Ia Tania , kamu sendiri sudah lama pulang .
" Ia sudah mbak , itu makan siang sudah aku siapin .
" Terima kasih Tania , tapi mbak sudah makan di luar .
Tania hanya tersenyum melihat ku , tapi aku merasa kasihan jika tidak menghargainya .
Aku menuju meja makan dan melihat banyak makanan yang di siapkan oleh Tania .
" Ini Semua kamu yang masak Tan ?
" Ia mbak , gimana enak ng '
" kalau kamu yang masak pasti enak lah ...
"mbak bisa aja .
Masakannya memang luar biasa aku kagum , tapi makanannya adalah makanan kesukaan Bimo .
Sudah Rania tidak boleh berfikir negatif , Tania sepupunya Bimo sudah jelas mereka memiliki selera makan yang sama .
" Kamu hebat ya , bisa masak sebanyak ini .
Sepertinya mbak harus banyak belajar dari kamu .
" Aku juga masih belajar mbak , kita sama -sama belajar biar bisa berbagi pendapat .
Aku dan Tania kini lebih dekat namun terkadang perasaan ini masih menyimpan rasa cemburu .
Apa lagi aku melihat Tania masih muda jauh di bawah umur ku dan berpenampilan menarik .
laki-laki mana yang tidak menyukai wanita seperti itu .
__ADS_1