Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
TANIA SAKIT


__ADS_3

Langit biru di tutupi awan dan mata hari pun mulai terbenam , aku melihat rintik - rintik hujan pun mulai bercucuran semakin lama semakin deras .


Aku masih menatap Tania yang terbaring lemah , sepertinya tania harus segera di bawa ke rumah sakit .


" Mbak aku masih kuat jadi Ng perlu ke rumah sakit .


Suara Tania terdengar sangat lemah aku tidak hanya berdiam diri seperti ini , siapa lagi yang akan merawat Tania salain aku .


" Tania mbak mohon , kamu jangan keras kepala .


mbak cuma mau kamu sembuh ' mbak khawatir kamu seperti ini .


" Tapi aku beneran baik-baik aja mbak .


Jika aku biarkan penyakit Tania semakin parah , apa lagi dokter sudah menyarankan Tania harus di bawa ke rumah sakit .


Tanpa berpikir panjang aku menelpon ambulan agar bisa menjemput Tania untuk di bawa ke rumah sakit dan akhirnya Tania tidak bisa mengelak lagi .


Satu jam kurang sepuluh menit perjalanan menuju ke rumah sakit , aku terus saja menemani Tania sementara ayah dan ibu bertugas menjaga Arza di rumah .


Sesampainya di rumah sakit Tania segera di periksa oleh dokter .


" Bagai mana dok , apa Tania baik-baik aja ...


" maaf sebelumnya , Tania sudah kami periksa dan untuk hasil pemeriksaan hasilnya besok pagi sudah bisa di ambil .


" ya udah dok , semoga saja Tania baik-baik aja .

__ADS_1


" kita doakan sama-sama ya .


Sambil melangkah pelan dokter muda itu pergi meninggal aku dan Tania .


" Gimana Tan ...?


" udah mendingan mbak , cuma aku agak pusing .


" Kamu istirahat aja , kalau kamu perlu apa-apa kasi tau mbak ya .


Melihat Tania terbaring lemah , aku merasa iba dan merasa sangat sedih melihat Tania yang tidak memiliki siapa-siapa .


" Aku benar-benar terima kasih , karena mbak Rania mau menjaga ku .


" ini sudah menjadi tanggung jawab mbak Tania .


kamu harus kuat ya ...


hidup terasa sepi karena tidak ada tempat untuk mengadu , saat ini aku sangat bersyukur masih bisa berada di dekat orang-orang yang menyayangi ku .


" Mbak Rania ...


aku minta maaf uangnya belum bisa ku kembalikan .


" maksud kamu ...


Bukannya uang itu untuk biaya kuliah kamu .

__ADS_1


Tiba-tiba saja Tania membahas masalah uang yang di pinjamnya dua hari yang lalu .


" itu dia mbak ,aku kan masih sakit jadi Ng bisa kerja buat ganti uang yang mbak Rania pinjam .


" udah jangan mikirin pinjaman , pikirkan saja kesehatan mu ' Mbak ngerti kok...


Di satu sisi aku takut Bimo menanyakan masalah uang yang di diberikannya sebum ia berangkat .


Tidak mungkin uang sebanyak itu habis dalam waktu beberapa hari , tapi jika aku berterus terang aku takut akan menjadi masalah besar nantinya .


" Mbak Rania ,bisa kan ng ngomong ke kak Bimo masalah uang yang aku pinjam ' bisa kan mbak .


" Ia ...


Bisa sih Tan , cuma ...,


" Cuma apa mbak ...


Tapi aku mohon Mbak ' tolong di rahasiakan .


Ini yang membuat ku tambah pusing , jika uang belanja rumah kurang aku harus cari d mana Ng mungkin aku meminta Bimo untuk mentransfer uang lagi .


" Masalah itu sudah mbak pikirkan , kamu tenang aja ya ...


Aku takut penyakit Rania bertambah parah , jika suatu saat nanti Bimo mengetahui semuanya .


" terima kasih mbak Rania ...

__ADS_1


Tania menggenggam tangan ku dengan erat , seakan akulah tempat dia berlindung .


padahal dia sendiri tidak mengetahuinya bahwa kepala ku hampir pecah memikirkannya .


__ADS_2