
Langit biru di tutupi awan dan mata hari pun mulai terbenam , aku melihat rintik - rintik hujan pun mulai bercucuran semakin lama semakin deras .
Aku masih menatap Tania yang terbaring lemah , sepertinya tania harus segera di bawa ke rumah sakit .
" Mbak aku masih kuat jadi Ng perlu ke rumah sakit .
Suara Tania terdengar sangat lemah aku tidak hanya berdiam diri seperti ini , siapa lagi yang akan merawat Tania salain aku .
" Tania mbak mohon , kamu jangan keras kepala .
mbak cuma mau kamu sembuh ' mbak khawatir kamu seperti ini .
" Tapi aku beneran baik-baik aja mbak .
Jika aku biarkan penyakit Tania semakin parah , apa lagi dokter sudah menyarankan Tania harus di bawa ke rumah sakit .
Tanpa berpikir panjang aku menelpon ambulan agar bisa menjemput Tania untuk di bawa ke rumah sakit dan akhirnya Tania tidak bisa mengelak lagi .
Satu jam kurang sepuluh menit perjalanan menuju ke rumah sakit , aku terus saja menemani Tania sementara ayah dan ibu bertugas menjaga Arza di rumah .
Sesampainya di rumah sakit Tania segera di periksa oleh dokter .
" Bagai mana dok , apa Tania baik-baik aja ...
" maaf sebelumnya , Tania sudah kami periksa dan untuk hasil pemeriksaan hasilnya besok pagi sudah bisa di ambil .
" ya udah dok , semoga saja Tania baik-baik aja .
__ADS_1
" kita doakan sama-sama ya .
Sambil melangkah pelan dokter muda itu pergi meninggal aku dan Tania .
" Gimana Tan ...?
" udah mendingan mbak , cuma aku agak pusing .
" Kamu istirahat aja , kalau kamu perlu apa-apa kasi tau mbak ya .
Melihat Tania terbaring lemah , aku merasa iba dan merasa sangat sedih melihat Tania yang tidak memiliki siapa-siapa .
" Aku benar-benar terima kasih , karena mbak Rania mau menjaga ku .
" ini sudah menjadi tanggung jawab mbak Tania .
kamu harus kuat ya ...
hidup terasa sepi karena tidak ada tempat untuk mengadu , saat ini aku sangat bersyukur masih bisa berada di dekat orang-orang yang menyayangi ku .
" Mbak Rania ...
aku minta maaf uangnya belum bisa ku kembalikan .
" maksud kamu ...
Bukannya uang itu untuk biaya kuliah kamu .
__ADS_1
Tiba-tiba saja Tania membahas masalah uang yang di pinjamnya dua hari yang lalu .
" itu dia mbak ,aku kan masih sakit jadi Ng bisa kerja buat ganti uang yang mbak Rania pinjam .
" udah jangan mikirin pinjaman , pikirkan saja kesehatan mu ' Mbak ngerti kok...
Di satu sisi aku takut Bimo menanyakan masalah uang yang di diberikannya sebum ia berangkat .
Tidak mungkin uang sebanyak itu habis dalam waktu beberapa hari , tapi jika aku berterus terang aku takut akan menjadi masalah besar nantinya .
" Mbak Rania ,bisa kan ng ngomong ke kak Bimo masalah uang yang aku pinjam ' bisa kan mbak .
" Ia ...
Bisa sih Tan , cuma ...,
" Cuma apa mbak ...
Tapi aku mohon Mbak ' tolong di rahasiakan .
Ini yang membuat ku tambah pusing , jika uang belanja rumah kurang aku harus cari d mana Ng mungkin aku meminta Bimo untuk mentransfer uang lagi .
" Masalah itu sudah mbak pikirkan , kamu tenang aja ya ...
Aku takut penyakit Rania bertambah parah , jika suatu saat nanti Bimo mengetahui semuanya .
" terima kasih mbak Rania ...
__ADS_1
Tania menggenggam tangan ku dengan erat , seakan akulah tempat dia berlindung .
padahal dia sendiri tidak mengetahuinya bahwa kepala ku hampir pecah memikirkannya .