Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MENCARI BIMO


__ADS_3

ku tahan air mata ku agar tidak jatuh di hadapan anak ku arza , aku harus terlihat biasa saja di depan anak ku ' aku takut membuatnya bingung dan bertanya -tanya .


Di perjalanan pulang ke rumah aku terus memikirkan masalah ku dan Mita , di lanjutkan atau tidak aku bisa untuk memutuskan kepastiannya .


setelah sampai di rumah aku melihat Bimo sudah menunggu ku , Bimo berdiri tepat di hadapan ku .


Rania...ada yang perlu aku bicarakan dengan mu , maaf jika aku mengganggu waktu mu .


Arza masuk ke kamar dulu ia nak ...ibu ada urusan sebentar , aku menyuruh arza masuk ke kamar agar tidak mendengar pembicaraan ku bersama Bimo .


Rania...aku harap kamu tidak berputus asa , kamu jangan menyerah ingat Rania masa depan arza ada pada mu .


cukup Bim..., saat ini aku tidak bisa menemukan jalan keluarnya , jadi aku tidak mau melanjutkan semua ini .


baik Rania sepertinya aku harus berbuat sesuatu , jika beberapa hari ke depan aku tidak bisa di hubungi ...


aku hanya minta doa dari mu , agar apa yang aku lakukan nantinya bisa berjalan sesuai keinginan ku...


apa Maksud mu Bim ...!


semakin hari tingkah mu semakin aneh , apa yang ada dalam pikiran mu ...?


semakin hari aku semakin tidak mengerti dengan sikap mu .


tapi kali ini Bimo seperti marah dengan ku , dia pergi tanpa berpamitan dengan ku .


apa ada yang salah dengan perkataan ku ...


sebaiknya aku ikuti kemana Bimo pergi agar aku tahu apa yang ingin dia lakukan .


Rania...kamu mau kemana ?


langkah ku terhenti , tiba-tiba ibu memanggil ku .


Aku mau menyusul Bimo Bu...


aku menjawab sambil menunjuk ke arah luar rumah .


nanti saja , ayah mu hari ini harus ke rumah sakit karena kesehatan ayah mu belum begitu pulih .


ibu mau kamu yang menemani ayah , biar arza ibu yang menemaninya di rumah .


Baik Bu...,


urusan Bimo nanti saja , kasihan ayah ku...


aku harus menemani ayah ke rumah sakit .


hari itu antrian di rumah sakit sangat panjang sehingga memakan waktu yang cukup lama , namun aku harus tetap sabar menunggu demi ayah ku .


setelah beberapa jam menunggu akhirnya selesai juga pemeriksaan ayah di rumah sakit , aku mengantar ayah pulang dan setelah itu berpamitan kepada ibu untuk ke rumah Bimo .


Aku melangkahkan kaki dengan langkah yang begitu cepat , sehingga di sepanjang perjalanan siapapun yang melihat ku mereka seperti menertawakan ku .


aku sama sekali tidak peduli apa pun itu , aku terus melangkah dan terus melangkah semakin cepat dan semakin cepat .

__ADS_1


Tak lama kemudian aku menemukan rumah di mana Bimo pernah berada di rumah itu ...


tok...tok...tok...


aku mengetuk pintu , namun tidak ada jawaban sepertinya rumah ini kosong tidak ada siapa-siapa di dalam .


cukup lama aku menunggu di depan rumah , aku menunggu seseorang lewat di tempat ini .


beberapa menit kemudian ...ada seorang laki-laki lewat di depan rumah tempat tinggal Bimo itu , aku menghampirinya dan bertanya .


permisi...?


mau nanya ...Bimo yang tinggal di rumah ini kemana ia , sepertinya rumah ini kosong ...?


oh pak Bimo ia Bu...' pak bimo nya dua jam yang lalu keluar bawa koper tapi saya tidak tahu kemana .


kalau ibu nya ...memang sudah lama tidak ada di rumah katanya pulang kampung ...


ibu nya Bimo...?


aku mulai curiga dulu Bimo bilang itu saudaranya bukan ibunya .


maaf saya mau nanya lagi ...


ini sebenarnya rumah siapa ? rumah Bimo atau rumah saudaranya ...


saya juga kurang tahu Bu...


yang saya dengar dari tetangga , katanya ini rumah pak Bimo ...


ia tidak apa-apa , terima kasih atas informasinya maaf saya mengganggu waktunya sekali lagi terima kasih ...


ia sama-sama Bu...


laki- laki itu pergi meninggalkan aku sendirian .


Aku melirik rumah yang di tempati Bimo itu , aku masih ingat suasana di dalam rumah ini ...


rumah ini sangat mewah sekali , apa benar ini rumahnya Bimo ...


aku sama sekali tidak percaya kalau Bimo mampu membeli rumah sebesar ini , atau jangan-jangan ini rumah sewaan atau mungkin milik saudaranya ...


aduh Raniaaaa...


untuk apa kamu memikirkan rumah ini , mau ini rumah Bimo atau saudaranya itu bukan urusan mu. kamu ke sini mencari Bimo ...bukan menyelidiki rumah ini , dasar bodoh ...


aku memarahi diri ku sendiri yang sibuk mencari tahu masalah pribadi orang lain .


sebaiknya aku pulang saja , karena sudah sore aku takut ibu khawatir .


besok aku akan lanjutkan mencari tahu di mana Bimo sebenarnya .


Setelah sampai di rumah ...aku masih bingung dengan perkataan laki- laki yang aku temui tadi , Bimo bisa punya rumah sebesar dan semewah itu dan dulu Bimo juga pernah menebus hutang-hutang ayah ku dalam jumlah besar .


aku heran , dapat uang dari mana Bimo bisa membeli rumah sebesar dan semewah itu ...?

__ADS_1


apa kerjaan Bimo sekarang ,setahu aku Bimo hanya karyawan biasa dan tidak ada usaha apa-apa .


pusing kepala ku di buatnya , memang ini bukan urusan ku ...


tapi masalahnya Bimo itu sahabat ku , untuk apa Bimo merahasiakan ini semua ...


jika itu memang harta miliknya aku juga senang karena sahabat ku Bimo sudah bisa merubah nasibnya .


namun....yang menjadi permasalahanya , dari mana Bimo bisa mendapatkan uang sebanyak itu .


apa pekerjaannya halal atau malah sebaliknya ...


di zaman ini banyak orang-orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka ingin kan .


tidak...tidak...


Bimo bukan orang seperti itu , dia orang baik-baik ...aku tahu betul sifatnya .


Rania...ada apa...?


ibu melihat mu seperti orang kebingungan , ada apa nak ...?


oh...itu tidak apa-apa Bu..., aku jadi salah tingkah menjawab pertanyaan ibu .


Rania...jangan kamu sembunyikan apa pun dari ibu , ibu tidak mau sakit gila mu itu kambuh lagi...


ia ampun ibu , jangan berbicara seperti itu ...


aku juga tidak mau punya penyakit gila .


aku masih waras Bu....?


ni lihat ni aku baik-baik aja sehat jiwa dan raga , bisa-bisanya ibu menuduh ku seperti itu .


Ibu lihat kamu berbicara sendirian , jadi ibu heran ...makanya ibu tanya langsung ke kamu .


banyak hal yang ada dalam pikiran ku , tapi saat ini aku belum bisa cerita ke ibu .


nanti jika semuanya sudah jelas aku akan ceritakan ke ibu .


sebenarnya ada apa lagi Rania...


jangan membuat ibu khawatir , ibu tidak mau keluarga kita tertimpa masalah besar lagi .


tidak Bu...,


percaya pada ku semua akan baik-baik saja ...


ini hanya masalah kecil jadi ibu jangan khawatir .


anak ku Rania...ibu selalu mendoakan keluarga kita dalam lindungan yang maha kuasa Amin...


ia Bu ....percayalah ,


aku memeluk erat ibu ku memberikan kekuatan untuknya tetap semangat dalam mengahadapi segala hal .

__ADS_1


__ADS_2