
Sampai kapan hidup penuh drama seperti ini , antara sadar atau tidak sadar sulit untuk di mengerti.
Waktu terus berlalu , saat aku arza dan juga doni pulang ke rumah . dengan wajah yang murung aku masuk ke rumah meninggalkan Doni dan juga Arza.
Ada apa dengan Rania ?...sepertinya ada sesuatu yang tidak di sukai Rania ,,, Mita bertanya kepada doni .
maklumlah Rania memang seperti itu , tidak ada angin tidak ada ribut kalau penyakitnya kumat Yach...seperti itu...
Mita menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
arza lebih baik kamu mandi dan beristirahat ,
Mita menggandeng arza masuk ke rumah .
Tante Mita...kapan ibu bisa sembuh , arza sudah tidak tahan melihat ibu seperti ini terus , ibu sama sekali tidak memperdulikan arza...
arza menangis di hadapan Mita .
Arza...kamu harus kuat nak...ibu mu pasti sembuh, tapi kamu harus sabar dan banyak berdoa agar ibu mu segera sembuh .
air mata arza mengalir deras , Isak tangisnya membuat Mita merasa kasihan.
Tante Mita akan membantu ibumu , agar ibu mu bisa sembuh seperti dulu lagi.
namun kesembuhan ibu mu memang tidak mudah seperti kita membalikkan telapak tangan , semua butuh proses " Tante harap kamu bisa mengerti .
Arza selalu sabar Tante , dulu arza fikir setelah bertemu ibu , kerinduan arza akan terobati .
tetapi malah sebaliknya , arza sangat khawatir dengan keadaan ibu yang sekarang.
Berhentilah menangis , percayalah ibu mu akan baik-baik saja , ya sudah kamu bersiaplah sebentar lagi sholat magrib , berdoalah untuk kesembuhan ibu mu.
Setelah selesai menjalankan sholat magrib berjamaah , Mita menghampiri ku di kamar .
Mita mulai bercerita dan memberikan beberapa foto lagi kepada ku.
ran...masih ingat dengan foto ini...ini foto kita berdua kamu masih ingat kan.
Aku hanya memandangi Mita , sedikit kenangan yang bisa ku ingat meski kurang jelas dalam ingatan ku .
Tiba -tiba ada yang mengetuk pintu dan pembicaraan ku dan Mita terputus.
Siapa ...?.tanya Mita ....
Aku Doni...bisa bicara sebentar , aku mau berbicara dengan mu Mita , sebentar saja.
baiklah....
Rania...aku keluar sebentar , kamu tetap di sini ya ...
aku cuma sebentar .
__ADS_1
Di saat Mita keluar dari kamar ku ...aku mengambil beberapa foto lagi dari tasnya Mita.
saat itu aku melihat foto pernikahan ku dengan Arda .
berapa banyak foto yang di tunjukkan Mita kepada ku , tapi hanya foto ini yang bisa ku ingat dengan jelas....
Arda.....!.....Arda...!....akan aku hancurkan kamu Arda...
aku menjerit menyebut nama Arda membuat seisi rumah panik.
ibu dan ayah berlari menuju kamar ku , begitu juga Mita dan Doni .
ada apa Rania...apa yang kamu lakukan ,,, siapa yang mengganggu mu ...
ibu menatap mata ku yang memerah seperti orang kesurupan.
siapa di antara kalian yang bernama Arda...aku menunjuk ke arah mereka yang datang menghampiri ku...
di sini tidak ada yang bernama Arda ...Rania...apa yang terjadi ? Mita mulai panik ketika melihat ku memegang foto pernikahan ku bersama Arda .
Ya tuhan , aku lupa menyimpan foto itu .
bagai mana ini Rania tidak suka dengan foto itu.
Dari mana kamu mendapatkan foto ini Rania, apa kamu mengenal orang yang ada di foto ini , ayah mencoba melontarkan pertanyaannya kepada ku .
Bukan urusan mu...aku mau mencari Arda ! jangan halangi aku...
aku tidak menyangka kalau Rania tidak suka melihat foto pernikahannya .
Apa yang harus kita lakukan , Rania...terus saja mengamuk .
Doni mendekati ku dan berusaha membuat ku tenang , namun sia-sia .
sudah ku katakan jangan halangi aku ! aku hanya ingin bertemu Arda , Arda yang telah merusak kebahagiaan ku .
Rania ...Arda sudah meninggal , kamu tidak mungkin bisa bertemu dengannya ' tapi anak mu arza sudah ia kembalikan .
kini arza sudah bersama mu , apakah kamu masih bisa mengenalnya " Mita menjelaskan kepada ku.
Tidak mungkin...jangan membohongi ku , sudah cukup selama ini aku di bohongi oleh Arda dan kamu tidak usah ikut campur urusan ku .
Rania...aku Mita...sahabat mu , kita sama-sama di bohongi oleh Arda , aku mohon Rania ...sadarlah..
ingat siapa diri mu.
Mendengar perkataan Mita, aku semakin mengamuk tak ada yang berani mendekati ku .
sedangkan Mita berlari keluar .
Mita ...mengapa kamu tidak menyimpan foto pernikahan Rania , belum saatnya kamu memberikan foto pernikahan mereka.
__ADS_1
Doni memarahi Mita atas kecerobohannya.
Doni...aku lupa menyimpan foto itu di saat kamu memanggil ku tadi , aku fikir Rania tidak mungkin berani membuka tas ku saat aku meninggalkannya sendirian di kamar.
Mita...Mita...
kamu sudah tau kondisi Rania seperti apa !..
tapi ...sudah lah semua sudah terjadi , dengan rasa kesal Doni meninggalkan Mita.
tak lama kemudian , suasana rumah menjadi sepi .
Mita menghampiri ku .
ada apa dengan Rania...mengapa tiba-tiba dia tertidur ?...Mita bertanya ke pada ibu.
Rania sudah meminum obat penenang , mudah-mudah setelah ini Rania tidak mengamuk lagi " jawab ibu.
Mira benar-benar menyesal atas kelalaiannya , Mita merasa sangat bersalah .
Mita ...biarkan Rania beristirahat dan simpanlah semua foto-foto itu , doni menegur Mita agar tidak terjadi keributan lagi.
Don...aku minta maaf , atas semua yang terjadi malam ini , aku tidak sengaja Don....,
sudahlah mit...aku mengerti kamu ingin membantu Rania , tetapi sebaiknya kamu cerita dulu dengan kedua orang tua Rania...agar mereka bisa memberikan solusi yang baik , karena hanya orang tua Rania yang mengetahui apa yang tidak di sukai oleh rania
kamu benar Don...aku janji tidak akan mengulanginya lagi...
Besok aku akan membantu mu , untuk mencari cara agar ingatan Rania bisa kembali seperti dulu.
dan yang jelas jangan sampai Rania mengamuk seperti tadi , karena bisa panjang urusannya .
jujur saja aku tidak sanggup menghadapi jika Rania mengamuk seperti tadi .
Aku juga tidak berani Don...yang aku takutkan tiba-tiba Rania mengaggap orang-orang di sekitarnya itu adalah Arda , bisa mati kita Don...Rania merasa takut.
ha...ha..tidak mungkin...lagi pula banyak orang di sini , kita selalu berusaha menenangkan Rania di saat dia mengamuk.
Sudah larut malam , aku mau istirahat dan menenangkan pikiran ku , detak jantung ku belum begitu stabil melihat Rania mengamuk tadi..
Mita masih merasakan gemetaran .
silahkan mit...
Doni melangkah meninggalkan Mita dan menuju ke ruang tamu rumahnya .
mudah-mudahan setelah terbangun dari tidurnya Rania tidak mengamuk lagi.
kasihan Rania banyak sekali beban hidupnya , begitu berat penderitaannya .
semoga saja Rania , tidak mengingat lagi foto pernikahannya itu .
__ADS_1
Malam itu Doni menemani arza tidur , Doni takut pikiran arza terganggu setelah menyaksikan kejadian yang menakutkan itu.