Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MULUT TETANGGA


__ADS_3

Tiga hari berlalu , untunglah sampai saat ini pak Dedi belum menanyakan jawaban ku ' entah dia lupa atau pura-pura lupa aku sendiri tidak mengerti .


Seperti biasa setiap pagi jika ada waktu ku , aku menyempatkan diri untuk mengantar arza ke sekolah .


Setelah mengantar Arza , aku menuju ke tempat kerja ku . Namun di tengah jalan , sepertinya ada sesuatu yang tertinggal di rumah .


setelah ku periksa ternyata benar , handphone ku ketinggalan di rumah .


Dengan terburu-buru aku memutar arah jalan ke rumah ' sekitar jarak 10 meter dari rumah aku bertemu dengan ibu-ibu tetangga yang sibuk membeli sayur-sayuran yang di bawa tukang sayur berkeliling .


Eh Rania...bukannya tadi mau berangkat kerja , kenapa balik lagi....?


tanya seorang ibu-ibu tetangga kepada ku .


Ia Bu...ada yang ketinggalan , jawab ku sambil melangkah meninggalkan ibu-ibu yang sibuk bercerita entah hal apa yang di ceritakan .


Baru dua langkah meninggal mereka aku di kejutkan dengan kata-kata yang sedikit kurang enak untuk ku dengar .


Rania...sebentar lagi kamu tidak perlu capek-capek kerja ...kan calon suami mu anak orang kaya , punya pendidikan tinggi dan punya pekerjaan yang bagus .


ia tuh...Rania...beruntung kamu , dapat calon suami yang masih muda terus kaya ...


hebat juga pelet si Rania itu ...


Anak ku saja yang masih gadis , tidak ada laki-laki yang mau mendekatinya .


sedangkan Rania yang janda saja jadi bahan rebutan , heran saya pelet apa yang di gunakan Rania untuk memikat laki-laki ' salah seorang ibu-ibu menyindir ku sambil berbisik -bisik .


Waaaaah...benar-benar , ternyata mulut tetangga lebih pedas dari pada cabe .


seenaknya saja memfitnah ku seperti itu , tidak ada niat di hati ku untuk memikat hati para laki-laki .


ingin sekali aku mencabik-cabik mulut yang tidak tau aturan itu , tapi rasanya buang-buang waktu saja untuk menghampiri mereka .


Dengan rasa percaya diri , aku melewati ibu-ibu yang sibuk menggosip itu setelah mengambil handphone ku di rumah .


Ran...mau kemana lagi... mau kerja...? dengan suara sedikit lemah lembut namun mengandung makna sindiran .


Ia...ibu-ibu saya mau kerja...dari pada sibuk menggosip lebih baik cari duit....


Aku membalas ejekan mereka sambil tersenyum manis .


hei...siapa yang menggosip ...Rania kamu jangan begitu rania , apa kamu merasa tersinggung dengan perkataan ku tadi .


Maaf ya ibu-ibu , saya masih bisa mendengar dengan jelas apa yang ibu-ibu katakan barusan .

__ADS_1


ibu-ibu bilang saya punya ilmu pelet kan , aku sudah merasa tidak tahan melihat tingkah para ibu-ibu yang terus saja mengejek ku .


kalau kamu merasa tidak punya ilmu pelet , untuk apa kamu tersinggung dan jika kamu tersinggung itu berarti benar kamu memang punya ilmu pelet !


saya sarankan ia Rania...jangan sampai ilmu pelet mu itu mengenai orang yang salah , maksud saya mengenai orang yang tidak berjasa dalam hidup mu.


karena apa ...? karena sia-sia orang yang berkorban mati-matian selama ini untuk kamu .


Apa maksudnya menyindir saya seperti itu , selama ini saya dan keluarga saya tidak pernah mengganggu ibu-ibu di sini , jadi tolong jangan campuri urusan keluarga saya !


geram....ingin ku cabik-cabik mereka semua... benar-benar kurang ajar , apa salah ku selama ini sampai mereka berani mengejek ku .


Dari pada ibu-ibu sibuk mengurus saya , lebih baik ibu-ibu urus saja anak-anaknya yang pada belum laku ....😂😂😂


Hei ...Rania ! ( dengan mata terbelalak ) .


anak saya tidak genit seperti kamu ... !


Suasana semakin memanas ...


Bu...saya genit bukan sama suami ibu ... kenapa ibu jadi marah-marah sama saya .


tolong bu...sekali lagi jangan campuri urusan saya .


namun dengan sigap aku mengelak , akhirnya lemparan tersebut mengenai kepala Doni ...


paaaaak...paak ...paaaaak....tiga kali lemparan tepat di atas kepala Doni ...


benar-benar lucu tapi aku tidak berani untuk tertawa , kasihan juga lihat si Doni .


Ada apa ini ...! siapa yang melempar sayuran ini di atas kepala ku !


Dengan mata memerah Doni memandang ke arah ibu - ibu yang berada di depan ku .


maaf mas Doni..., saya tidak sengaja ...tadinya mau melempar ke arah Rania ,tapi malah mas Doni ya kena' .


dengan rasa bersalah ibu-ibu itu mengakui perbuatannya .


sudah...sudah , lebih baik kalian pulang ke rumah masing-masing dan kamu Rania aku perlu bicara dengan mu .


Aku mengikuti Doni dari belakang , benar-benar tidak tahan untuk tertawa ...


sambil menunduk aku mengikuti Doni sambil menahan tawa ku .


Rania...kamu hebat juga ia...pernah belajar silat di mana...?

__ADS_1


silat , aku tidak pernah belajar silat ...itu hanya kebetulan saja ...


sepertinya Bimo merasa penasaran dengan ku .


oh ia...sebenarnya apa yang terjadi , mengapa ibu-ibu itu menyerang mu ...?


mereka mengejek ku Don...ia , aku tidak terima dan membalas ejekan mereka , terus mereka marah dan menyerang ku .


mereka bilang aku punya ilmu pelet untuk memikat laki-laki agar tergoda dengan ku .


hmmm.hmmm.oh...begitu , aku pikir suami mereka yang tergoda dengan mu sehingga membuat mereka marah .


Apa...? kamu sungguh keterlaluan doni, bisa-bisanya kamu mengejek ku .


kamu seperti ibu-ibu di luar sana yang suka memfitnah orang lain .


ha.haa.ha...bisa marah juga, ...Doni mengedipkan matanya sambil mengejek ku .


Rania...kamu itu banyak kelebihan jadi wajar , jika ibu-ibu itu menaruh kecurigaan terhadap mu .


kamu wanita yang luar biasa , kamu sangat hebat ' Doni mengacungkan kedua jempol nya .


jangan memuji ku seperti itu , aku biasa saja ...tidak ada kelebihan Namun banyak kekurangan .


sudah lah berhenti mengejek ku , aku merasa malu karena dari tadi Doni terus memperhatikan ku .


Rania...sebaiknya , jangan pedulikan apa yang di bicarakan ibu-ibu tadi .


aku hanya tidak mau kamu mendapat masalah baru lagi , seandainya mereka masih mengejek mu biar aku yang menghadapi mereka .


Doni....Doni, ini masalah perempuan ; laki-laki tidak boleh ikut campur .


itu mah ...biasa , aku sudah kebal dengan fitnah murahan seperti itu .


Ia...aku tidak mau kamu di keroyok segerombolan ibu-ibu tukang gosip , kamu mengerti kan Rania...


Aku bisa menyelesaikan masalah ku sendiri , jadi jangan khawatir aku bisa menghadapi mereka .


Hari ini aku seperti artis papan atas , ada saja orang-orang yang ingin mengetahui semua gerak-gerik ku .


heran ...padahal aku tidak pernah mengganggu mereka .


makanya ...cari pasangan hidup yang baru biar aman hidup mu ...


huuuuu....dasar....dengan kesal aku melempar Doni dengan kertas yang sudah ku remas-remas .

__ADS_1


__ADS_2