Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
Benih Cinta


__ADS_3

"Nan kamu kenapa?" tanya Andre saat Afnan sudah sadar


"Aku tidak apa" jawabnya datar


"Kau tak bisa berbohong padaku Nan, kau bilang kau menganggapku seperti saudara, lalu apa lagi yang kau sembunyikan dari saudaramu ini?" balas Andre kesal akan perilaku sahabatnya yang tak pernah mau terbuka dengan masalah yang dialaminya, Fikiran Afnan kini teralihkan kembali saat ia sedang melewati kamar Kayra saat itu, hatinya terasa begitu sakit setiap kali mengingat suara dari erangan Kayra, air matanya perlahan mulai membasahi pipinya, namun segera ditepisnya


"Kau kenapa? berceritalah padaku" ujar Andre


"Aku, kau tahu Kayra?" lirih Afnan


"Tentu, adik angkatmu yang nakal itu?" sahut Andre


"Jangan kau bilang seperti itu!" tegas Afnan, entah mengapa ia tak suka lala ada seseorang yang menghina istri kecilnya itu


"Memangnya kenapa?" tantang Andre


"Dia istriku" jawabnya datar


"WHAT!" shock Andre "Kamu berbohongkan? mana mungkin dia istrimu, aku tahu betul tipe mu" elak Andre


"Tidak memang seperti itulah kenyataannya sekarang" balas Afnan


"Kau menikah dengannya tanpa mengundangku?" protes Andre


"Maafkan aku, semua itu terjadi diluar keinginanku, saat itu posisiku sangatlah tertekan" lirih Afnan "Aku diberi amanat oleh ayah Malik sebelum ia meninggal untuk menjaganya, karena sikapnya yang sulit diatur membuat ayah harus menikahkan ku dengan putri pertamanya, dan aku harus menerima pernikahan ini sebagai balas budi ku atas kebaikannya selama ini" jelasnya


"Aku tak menyangka perjalanan hidupmu serumit ini" balas Andre merasa iba sambil menepuk pundak sahabatnya itu " Lalu sekarang apa? harusnya kau bahagua bukan? kau setiap malam bisa ena ena bersamanya hahahha" goda Andre, membuat raut wajah Afnan kembali bersedih "Kenapa? apa aku salah bicara?" gumamnya


"Istriku, dia, dia tak pernah menganggapku sebagai suaminya" lirih Afnan


"Bagaimana bisa?!" kaget Andre


"Karena ini pernikahan paksaan, ia tak mencintaiku dan tak akan pernah mencintaiku, aku tahu itu"


"Tapi kau mencintainya ka" tanya Andre


"Aku tak tahu aku mencontainya atau tidak, yang jelas hatiku sakit kala melihatnya bercumbu dengan lelaki lain" lirih nya


"Apa? apa maksudmu bercumbu dengan lelaki lain? dia selingkuh?!" tanya Andre, Afnan hanya mengangguk lemah


"Aku bahkan belum pernah menyentuh nya, ia tak pernah memberikanku hak


itu" balas nya kecewa


"Kau serius? lau tidak berbohong? drama macam apa ini?!"


"Ini bukan drama inilah kehidupanku yang sebenarnya, aku harus hiduo bersama wanita yang bahkan tak pernah sama sekali menganggapku ada dalam hidupnya" ucap Afnan sambil tersenyum getir

__ADS_1


"Lalu kenapa kau tidak menceraikannya?" tanya Andre


"Sulit bagiku meninggalkannya" jawab Afnan


"Apa kau sudah mencintainya?" tanya Andre penasaran


"Entahlah, tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri dan pada ayah untuk tidak akan pernah meninggalkannya apapun yang terjadi" ucap Afnan


"Tapi jika seperti itu, perlahan benih cinta akan tumbuh dihatimu Nan, dan istrimu itu? dia tak akan bisa mungkin membalasnya" ucap Andre, ia begitu kasihan mendengar kisah rumah tangga sahabatnya bagaimana bisa lelaki itu bertahan dengan istri yang sama sekali tak menghargainya, fikirnya


"Biarlah seperti ini, aku tak apa, aku ikhlas menerimanya, kalaupun suatu saat tumbuh benih cinta dihatiku, aku akan menahannya"


"Aku tak tega melihatmu seperti ini Nan" lirih Andre


"Sudahlah, ini sudah jalan hidupku, akunyakin dibalik semua ini akan ada pelangi indah yang menanti"


"Kau memang lelaki sejati, kau lelaki yang tangguh, ku berdo'a semoga kelak datang kebahagiaan menghampirimu"


"Terima kasih Ndre, kau memang sahabatku" ujar Ardan tersenyum tulus pada Andre lalu memeluk pria disampingnya itu


"Aku percaya padamu Nan, kau bisa melewati semua ini" batin Andre sambil menepuk-nepuk punggung Afnan, lalu melepaskan pelukannya


"Mari kita pulang saja" ujar Andre


"Aku tak ingin pulang, aku ingin menengok ibu" balas Afnan "Bagaimana keadaannya sekarang?" lanjutnya


"Kondisinya perlahan mulai membaik, kau tenang saja" jawab Andre "Yasudah mari" ajaknya sambil merangkul bahu sahabatnya itu dan pergi meninggalkan tempat itu


Sesampainya dioompleks perumahan tempat Andre dan ibunya tinggal, mereka berdua langsung memasukkan dirinya kedalam salah satu rumah nertuliskan nomor 25, rumah yang selama ini sudah menjadi tempat Andre dengan sang ibu bernaung


"Ibu, lihat siapa yang datang" pekik Andre sembari menelaah setiap sudut ruang, dilihatnya seorang wanita parubaya sedang duduk dikursi roda tepi kolam renang sambil merajut, Andre dan Afnan pun segera menghampirinya, dan menciumu punggung lengan sang ibu bergantian, bagi Afnan ibu Andre sudah seperti ibu kandungnya sendiri, begitupun baginya


"Nak Afnan" ujar Ibu Andre yang bernama Lasmi sambil membelai lembut pipi Afnan "Bagaimana kabarmu? lama kau tak kesini" lanjutnya


"Afnan baik bu, maaf akhir-akhir ini Afnan sibuk sekali" balas Afnan ramah


"Ah? benarkah kau memang anak yang rajin dan pekerja keras, tida seperti temanmu itu" ujar ibu lasmi sambil melirik kearah Andre dengan senyum meledek


"Ibuuu!" rengeknya


"Tuh lihatlah, sudah besar begitu dia masih saja manja" balas sang ibu, yang disambut tawa oleh Afnan "Kau sudah makan siang nak?" lanjutnya bertanya, Afnan pun menggeleng


"Kebetulan sekali, hari ini ibu masak banyak, kau makan saja disini" ujar ibu Lasmi


"Boleh bu jika tidak merepotkan, lagi pula Afnan sangat merindukan masakan ibu" balas Afnan


"Jika ada Afnan saja pasti lupa sama anak kandungnya sendiri" gerutu Andre

__ADS_1


"Seperti ada yang bicara ya?" ledek sang ibu, sambil berpura-pura mencari asal suara


"Hahahaha" tawa Afnan, melihat ekspresi Andre yang kesal akan tingkah ibunya yang selalu seperti itu jika bersama Afnan


"Aku ngambek nih!" tegasmya sambil melipat ledua tangannya didada


"Ih jiji aku lihat tampang mu yang seperti itu" cibir Afnan


"Uuu sayangnya ibu, sini sini sayang ayoo ibu peluk" rayu sang ibu sambil merentangkan kedua tangannya, dan langsung disambut hangat oleh Andre, ia mendekat kearah ibu nya dan...


"Awwh sakit!" ringisnya kesakitan karena sang ibu menjambak jambulnya "Ibu kok gitu sih sama Andre" rengeknya


"Makannya jambul itu dicukur, lihat Afnan, dia tampan sekali rambutnya pun rapih, tidak sepertimu" ujar sang ibu dengan tawa kecilnya " Ah sudahlah, mari kita makan" ajak sang ibu, Afnan pun langsung mendorong kursi roda ibu Lasni menuju meja makan, diikuti Andre dibelakangnya


"Aku jadi ragu, sebernarnya aku anaknya apa bukan ya?" gumamnya "Ah bodo ah! yang penting aku sayang mereka" lanjutnya, merka pun segera menyantap makan siang mereka masing-masing, Afnan bahkan sudah menghabiskan dua piring nasi, dan ini kali yang ketiga


"Ck ck ck kau tidak salah Nan?" decak Andre


"Memangnya apa yang salah?" tanya Afnan polos


"Kau sudah menghabis kan dua piring, dan kau masih nambah lagi? apa kau kekurangan makanan dikediaman Mahaputra? apa istrimu tidak memberimu makan?" celetuk Andre tanpa sadar, Afnan membulatkan matanya sempurna saat menyuapkan nasi pada mulutnya, Andre yang mengerti langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, sementara itu, ibu Lasmi nampak heran mendengar penuturan putranya


"Istri?" herannya


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Bersambung ya guys😅

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote, Rate and komen kasih pendapat kalian tentang nivel terbaru aku ini😊 aku harapnya sih banyak komen possitiv, semoga kalian suka ceritanya😊


Happy Reading😊😚❤


__ADS_2