
begitu banyak urusan di luar sana sehingga tidak ada waktu untuk menghubungi istrinya sendiri .
Dari jam 10:00 pagi hingga jam 08:00 malam Bimo belum juga pulang ke rumah , sebenarnya aku sudah mulai gelisah takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap bimo .
Malam itu mata ku begitu mengantuk dan tak bisa di tahan lagi aku pun tertidur nyenyak .
Sekitar jam 01:00 malam terdengar suara bel berbunyi .
Aku pun terbangun dari tidur ku , aku yakin itu pasti Bimo yang pulang .
Karena rumah yang kami tempati begitu besar aku berlari menuju ke arah pintu .
" Bim...
baru pulang , maaf aku terlambat membuka pintu .
Aku berusaha menahan semua pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada Bimo , yang aku perhatikan matanya terlihat memerah suaranya serak .
" ya tidak apa...
tanpa banyak bicara Bimo masuk ke rumah dan menuju ke kamar mandi .
Ada yang aneh , apa Bimo sedang mabuk .
tapi aku tidak mencium bau alcohol atau sejenisnya .
Apa jangan-jangan dia sakit atau kelelahan ,
Aku menunggu Bimo keluar dari kamar mandi untuk memastikan keadaannya .
Sreeet...
pintu kamar mandi terbuka lebar , kini sangat jelas bola mata Bimo benar-benar memerah .
" Bim kamu sakit ?...
Bagai mana pun juga aku istrinya Bimo dan sudah sewajarnya aku memperhatikan suami ku sendiri .
" tidak aku hanya lelah dan butuh istirahat .
Rasanya aku serba salah , baru dua hari menjadi istrinya kini sifatnya sudah mulai berubah .
Aku menarik nafas panjang agar tidak berfikir negatif .
__ADS_1
Melihat sikapnya yang dingin aku hanya mengikutinya dari belakang menuju ke kamar .
Aku kembali diam memperhatikan tingkahnya semakin aneh .
" sabar , sabar ...
Aku mengelus dada ku agar tidak terjadi keributan antara kami berdua .
" Makan malam sudah ku siapkan , jika kamu lapar panggil saja aku .
" ya terima kasih .
Jawaban Bimo begitu singkat tak biasanya Bimo bersikap seperti itu .
Kini aku membiarkan suasana hening menghiasi malam , aku biarkan semuanya berjalan mengikuti malam .
Tanpa Tegur sapa aku melihat Bimo tertidur nyenyak .
" ya Tuhan seperti inikah nasib ku , apa salah ku
sehingga bertubi-tubi cobaan ini silih berganti .
Aku mengeluh seakan tak sanggup , tapi di sisi lain aku harus mampu mempertahankan ini semua .
Ingin rasanya aku buang rasa kecurigaan ku tapi kecurigaan menghantui pikiran ku .
karena terlalu lama berpikir aku tidak menyadari kalau aku akhirnya bisa tertidur pulas .
" Ran...
Rania sayang ...
bangun udah pagi ...
" Ya ampun udah pagi , maaf bim aku ketiduran.
Aku berdiri dan keluar dari kamar , tapi alangkah terkejutnya ketika melihat di meja makan semua sudah tertata rapi .
" Bu mandi dulu , biar ng bau ya kan yah ...
Aku semakin bingung siapa yang mempersiapkan ini semua .
" ini siapa yang masak , udah beres semua .
__ADS_1
Aku memperhatikan Bimo dan Arza karena ingin tahu ini semua kerjaan siapa .
" siapa lagi kalau bukan ayah Bimo , coba aja dulu masakan ayah Bimo enak banget Bu .
Aku hanya bisa menepuk kening ku karena semakin pusing di buatnya .
" ya udah kamu siap-siap ke sekolah takut terlambat .
" Baik Bu ...
Aku ingin membahas semua tapi aku tidak ingin Arza mendengar semuanya .
Setelah Arza meninggalkan rumah aku mulai membahas semua permasalahan ku .
" Bim ...
sebenarnya kamu tadi malam abis dari mana , karena aku lihat mata kamu memerah dan suara kamu serak .
" huk.... huk...
oh itu Aku kecapean memang seperti itu jadi kamu jangan khawatir .
" kamu siap-siap kita sarapan aku tungguin ya .
Seperti orang bodoh aku di buatnya , sebenarnya aku masih kesal dengan sikapnya yang tidak mau berterus terang .
tapi apalah daya ku , aku tidak mengerti dengan dunia luar sehingga aku bisa memahami dengan teliti .
Setelah selesai bersiap-siap aku kembali menemui Bimo di meja makan , kali ini aku tidak ingin banyak bicara karena percuma alasan Bimo lebih hebat dari pertanyaan ku .
" Rania , ibu dan ayah jadi ikut tinggal bersama kita kan .
karena yang tinggal di rumah banyak jadi aku cariin kamu asisten rumah tangga biar bisa bantu kamu di rumah gimana kamu setuju kan .
" apa Bim , asisten rumah tangga .
aku jadi tidak enak sama kamu Bim , karena orang tua aku tinggal di sini kamu sampai cari asisten rumah tangga .
" itu tidak masalah Rania ini sudah jadi tanggung jawab ku .
Aku tidak mungkin membantah , yang terpenting ayah dan ibu bisa tinggal bersama ku dan aku bisa setiap hari memperhatikan dan menjaga mereka .
Apapun usulan Bimo aku akan setuju selagi orang tua ku bisa selalu ada di dekat ku dan juga Arza .
__ADS_1
.