Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
SIKAP ANEH BIMO


__ADS_3

begitu banyak urusan di luar sana sehingga tidak ada waktu untuk menghubungi istrinya sendiri .


Dari jam 10:00 pagi hingga jam 08:00 malam Bimo belum juga pulang ke rumah , sebenarnya aku sudah mulai gelisah takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap bimo .


Malam itu mata ku begitu mengantuk dan tak bisa di tahan lagi aku pun tertidur nyenyak .


Sekitar jam 01:00 malam terdengar suara bel berbunyi .


Aku pun terbangun dari tidur ku , aku yakin itu pasti Bimo yang pulang .


Karena rumah yang kami tempati begitu besar aku berlari menuju ke arah pintu .


" Bim...


baru pulang , maaf aku terlambat membuka pintu .


Aku berusaha menahan semua pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada Bimo , yang aku perhatikan matanya terlihat memerah suaranya serak .


" ya tidak apa...


tanpa banyak bicara Bimo masuk ke rumah dan menuju ke kamar mandi .


Ada yang aneh , apa Bimo sedang mabuk .


tapi aku tidak mencium bau alcohol atau sejenisnya .


Apa jangan-jangan dia sakit atau kelelahan ,


Aku menunggu Bimo keluar dari kamar mandi untuk memastikan keadaannya .


Sreeet...


pintu kamar mandi terbuka lebar , kini sangat jelas bola mata Bimo benar-benar memerah .


" Bim kamu sakit ?...


Bagai mana pun juga aku istrinya Bimo dan sudah sewajarnya aku memperhatikan suami ku sendiri .


" tidak aku hanya lelah dan butuh istirahat .


Rasanya aku serba salah , baru dua hari menjadi istrinya kini sifatnya sudah mulai berubah .


Aku menarik nafas panjang agar tidak berfikir negatif .

__ADS_1


Melihat sikapnya yang dingin aku hanya mengikutinya dari belakang menuju ke kamar .


Aku kembali diam memperhatikan tingkahnya semakin aneh .


" sabar , sabar ...


Aku mengelus dada ku agar tidak terjadi keributan antara kami berdua .


" Makan malam sudah ku siapkan , jika kamu lapar panggil saja aku .


" ya terima kasih .


Jawaban Bimo begitu singkat tak biasanya Bimo bersikap seperti itu .


Kini aku membiarkan suasana hening menghiasi malam , aku biarkan semuanya berjalan mengikuti malam .


Tanpa Tegur sapa aku melihat Bimo tertidur nyenyak .


" ya Tuhan seperti inikah nasib ku , apa salah ku


sehingga bertubi-tubi cobaan ini silih berganti .


Aku mengeluh seakan tak sanggup , tapi di sisi lain aku harus mampu mempertahankan ini semua .


Ingin rasanya aku buang rasa kecurigaan ku tapi kecurigaan menghantui pikiran ku .


karena terlalu lama berpikir aku tidak menyadari kalau aku akhirnya bisa tertidur pulas .


" Ran...


Rania sayang ...


bangun udah pagi ...


" Ya ampun udah pagi , maaf bim aku ketiduran.


Aku berdiri dan keluar dari kamar , tapi alangkah terkejutnya ketika melihat di meja makan semua sudah tertata rapi .


" Bu mandi dulu , biar ng bau ya kan yah ...


Aku semakin bingung siapa yang mempersiapkan ini semua .


" ini siapa yang masak , udah beres semua .

__ADS_1


Aku memperhatikan Bimo dan Arza karena ingin tahu ini semua kerjaan siapa .


" siapa lagi kalau bukan ayah Bimo , coba aja dulu masakan ayah Bimo enak banget Bu .


Aku hanya bisa menepuk kening ku karena semakin pusing di buatnya .


" ya udah kamu siap-siap ke sekolah takut terlambat .


" Baik Bu ...


Aku ingin membahas semua tapi aku tidak ingin Arza mendengar semuanya .


Setelah Arza meninggalkan rumah aku mulai membahas semua permasalahan ku .


" Bim ...


sebenarnya kamu tadi malam abis dari mana , karena aku lihat mata kamu memerah dan suara kamu serak .


" huk.... huk...


oh itu Aku kecapean memang seperti itu jadi kamu jangan khawatir .


" kamu siap-siap kita sarapan aku tungguin ya .


Seperti orang bodoh aku di buatnya , sebenarnya aku masih kesal dengan sikapnya yang tidak mau berterus terang .


tapi apalah daya ku , aku tidak mengerti dengan dunia luar sehingga aku bisa memahami dengan teliti .


Setelah selesai bersiap-siap aku kembali menemui Bimo di meja makan , kali ini aku tidak ingin banyak bicara karena percuma alasan Bimo lebih hebat dari pertanyaan ku .


" Rania , ibu dan ayah jadi ikut tinggal bersama kita kan .


karena yang tinggal di rumah banyak jadi aku cariin kamu asisten rumah tangga biar bisa bantu kamu di rumah gimana kamu setuju kan .


" apa Bim , asisten rumah tangga .


aku jadi tidak enak sama kamu Bim , karena orang tua aku tinggal di sini kamu sampai cari asisten rumah tangga .


" itu tidak masalah Rania ini sudah jadi tanggung jawab ku .


Aku tidak mungkin membantah , yang terpenting ayah dan ibu bisa tinggal bersama ku dan aku bisa setiap hari memperhatikan dan menjaga mereka .


Apapun usulan Bimo aku akan setuju selagi orang tua ku bisa selalu ada di dekat ku dan juga Arza .

__ADS_1


.


__ADS_2