Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
RUMAH MEWAH


__ADS_3

Meski sudah mendengar penjelasan bimo namun sepertinya ada yang mengganjal di pikiran ku .


aku seakan tidak percaya dengan apa yang bimo dapatkan sekarang ini .


" sebaiknya aku jalani ini semua tanpa ada rasa curiga sedikit pun , dari pada bertengkar lebih baik aku sendiri yang mencari tahu apa yang bimo sembunyikan dari ku .


Aku berbicara pada diri ku sendiri agar aku bisa kuat apa yang aku hadapi nantinya .


yang aku takutkan Bimo melakukan hal-hal buruk tanpa sepengetahuan ku .


kini aku telah menjadi pendamping Bimo seutuhnya dan yang aku takuti nantinya kisah buruk yang telah ku kubur selama ini akan terulang kembali .


Semoga saja aku dalam lindungan yang maha kuasa di jauhkan dari segala marabahaya dan semoga saja kecurigaan ku selama ini salah .


Keesokan harinya ...


sinar matahari begitu cerah langit biru menghiasi bumi sangat indah .


Aku terbangun dari tidur ku , begitu asing ketika aku melihat di sekeliling ku .


biasanya ada arza yang selalu menemani ku , tapi hari ini ada si bimo yang menggantikan arza di samping ku .


dada ku terasa sesak ketika aku mengenang nasib anak ku , Arza sama sekali tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya sendiri .


aku melangkah meninggalkan bimo yang masih tertidur nyenyak .


Tok...Tok...Tok...


" Arza kamu sudah bangun Nak ...


aku menghampiri Azra yang juga tertidur nyenyak.


" Ibu tau kamu masih lelah , beristirahatlah nak ibu akan selalu menjaga mu .


" Bu...


Arza masih ngantuk , kasurnya empuk sekali jadi masih pengen tidur .


" kamu ini bisa saja , ya udah kalau masih ngantuk .


ibu ke dapur dulu nak , mau siapin sarapan untuk Arza dan juga ayah Bimo.

__ADS_1


Aku keluar dari kamar dan segera menuju keruang dapur .


tak di sangka kini aku merasakan hidup di dalam istana megah , seperti mimpi aku bisa tinggal di rumah mewah ini .


Aku juga tidak menyangka Bimo bisa mendapatkan ini semua , semoga rejeki yang halal yang di dapatkan oleh Bimo amin .


" Rania...


jantung ku berdetak kencang mendengar seseorang memanggil ku .


" ya ampun , aku pikir siapa ? bukannya tadi masih tidur ?


ternyata Bimo yang memanggil ku .


" ya aku sengaja nyusul kamu ke dapur soalnya barang-barang dapur belum lengkap , takutnya kamu ngomel pagi-pagi ntar keriput .


Bimo paling suka mengejek ku , itulah yang membuat ku merasa nyaman berada di samping Bimo.


" kamu bisa aja , aku mana bisa ngomel Bim .


yang ada kaki ku berat untuk melangkah di rumah ini 'karena selama ini aku terbiasa tinggal di rumah gubuk dan sederhana .


rumah ini bukan untuk kita berdua saja ' ayah ibu kamu dan juga arza bisa tinggal di rumah ini .


" terima kasih Bim , sejak dulu sampai sekarang kamu selalu ngertiin aku .


" sama-sama ...


lebih baik sekarang kamu siap-siap aku temenin ke pasar untuk belanja .


Aku pun bersiap-siap dan membangunkan arza agar bisa ikut ke pasar .


sepertinya sudah selesai , tapi sayang arza tidak mau ikut bersama ku dan juga Bimo.


" Aku di rumah aja Bu , soalnya aku bosan kalau ke pasar .


"Tumben kamu betah di rumah , biasanya kamu suka ikut ibu ke pasar .


karena tidak mau ikut akhirnya aku dan bimo pergi untuk membeli barang keperluan kami .


di perjalanan aku melihat Bimo sibuk dengan handphonenya ,seperti sedang chetan dengan seseorang .

__ADS_1


Sepertinya aku ingin tahu tapi aku tidak berani menanyakan langsung kepada Bimo .


" Bim...


Aku mengurungkan niat ku untuk bertanya , sebaiknya kecurigaan ku ini ku pendam sendiri tanpa ada yang mengetahui .


" ia sayang ...


Bimo kelihatan gugup , entah apa yang sedang ia pikirkan .


" kalau kamu sibuk aku bisa sendiri ke pasar takutnya ganggu kerjaan kamu.


aku berpura-pura peduli agar Bimo tidak mencurigai aku .


" oh itu hanya teman bukan urusan kerja .


aku hanya mengangguk mendengar jawaban Bimo , sudah jelas aku melihat Bimo gelisah ketika membalas chetan dari seseorang .


"Kita udah sampai , nah sekarang kamu bisa pilih keperluan kita di rumah .


" ya tapi aku masih bingung mau beli apa .


memang selama ini hanya ibu yang selalu


membeli semua keperluan kami sekeluarga aku sama sekali tidak mengerti .


" Terserah kamu rania apa aja sesuai selera kamu .


Bimo tersenyum kearah ku , namu aku merasa canggung dengan semua ini .


Aku mempersiapkan semuanya semoga pilihan ku tidak ada yang salah dan tidak ada yang kurang , tapi kalau di lihat-lihat jumlahnya begitu besar apa aku tidak keterlaluan terhadap suami ku sendiri membeli barang sesuka hati ku .


Setelah kupikir dengan kepala dingin sebaiknya aku mengembalikan beberapa barang .


" Rania kenapa di kembalikan ...?


bukankah itu semua keperluan kita .


Bimo melarang ku mengembalikan barang-barang yang sudah ku ambil dari tempatnya .


aku hanya bisa diam dan menurut keinginannya , inilah yang membuat ku begitu kagum terhadap Bimo yang kini menjadi suami ku .

__ADS_1


__ADS_2