
Meski sudah mendengar penjelasan bimo namun sepertinya ada yang mengganjal di pikiran ku .
aku seakan tidak percaya dengan apa yang bimo dapatkan sekarang ini .
" sebaiknya aku jalani ini semua tanpa ada rasa curiga sedikit pun , dari pada bertengkar lebih baik aku sendiri yang mencari tahu apa yang bimo sembunyikan dari ku .
Aku berbicara pada diri ku sendiri agar aku bisa kuat apa yang aku hadapi nantinya .
yang aku takutkan Bimo melakukan hal-hal buruk tanpa sepengetahuan ku .
kini aku telah menjadi pendamping Bimo seutuhnya dan yang aku takuti nantinya kisah buruk yang telah ku kubur selama ini akan terulang kembali .
Semoga saja aku dalam lindungan yang maha kuasa di jauhkan dari segala marabahaya dan semoga saja kecurigaan ku selama ini salah .
Keesokan harinya ...
sinar matahari begitu cerah langit biru menghiasi bumi sangat indah .
Aku terbangun dari tidur ku , begitu asing ketika aku melihat di sekeliling ku .
biasanya ada arza yang selalu menemani ku , tapi hari ini ada si bimo yang menggantikan arza di samping ku .
dada ku terasa sesak ketika aku mengenang nasib anak ku , Arza sama sekali tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya sendiri .
aku melangkah meninggalkan bimo yang masih tertidur nyenyak .
Tok...Tok...Tok...
" Arza kamu sudah bangun Nak ...
aku menghampiri Azra yang juga tertidur nyenyak.
" Ibu tau kamu masih lelah , beristirahatlah nak ibu akan selalu menjaga mu .
" Bu...
Arza masih ngantuk , kasurnya empuk sekali jadi masih pengen tidur .
" kamu ini bisa saja , ya udah kalau masih ngantuk .
ibu ke dapur dulu nak , mau siapin sarapan untuk Arza dan juga ayah Bimo.
__ADS_1
Aku keluar dari kamar dan segera menuju keruang dapur .
tak di sangka kini aku merasakan hidup di dalam istana megah , seperti mimpi aku bisa tinggal di rumah mewah ini .
Aku juga tidak menyangka Bimo bisa mendapatkan ini semua , semoga rejeki yang halal yang di dapatkan oleh Bimo amin .
" Rania...
jantung ku berdetak kencang mendengar seseorang memanggil ku .
" ya ampun , aku pikir siapa ? bukannya tadi masih tidur ?
ternyata Bimo yang memanggil ku .
" ya aku sengaja nyusul kamu ke dapur soalnya barang-barang dapur belum lengkap , takutnya kamu ngomel pagi-pagi ntar keriput .
Bimo paling suka mengejek ku , itulah yang membuat ku merasa nyaman berada di samping Bimo.
" kamu bisa aja , aku mana bisa ngomel Bim .
yang ada kaki ku berat untuk melangkah di rumah ini 'karena selama ini aku terbiasa tinggal di rumah gubuk dan sederhana .
rumah ini bukan untuk kita berdua saja ' ayah ibu kamu dan juga arza bisa tinggal di rumah ini .
" terima kasih Bim , sejak dulu sampai sekarang kamu selalu ngertiin aku .
" sama-sama ...
lebih baik sekarang kamu siap-siap aku temenin ke pasar untuk belanja .
Aku pun bersiap-siap dan membangunkan arza agar bisa ikut ke pasar .
sepertinya sudah selesai , tapi sayang arza tidak mau ikut bersama ku dan juga Bimo.
" Aku di rumah aja Bu , soalnya aku bosan kalau ke pasar .
"Tumben kamu betah di rumah , biasanya kamu suka ikut ibu ke pasar .
karena tidak mau ikut akhirnya aku dan bimo pergi untuk membeli barang keperluan kami .
di perjalanan aku melihat Bimo sibuk dengan handphonenya ,seperti sedang chetan dengan seseorang .
__ADS_1
Sepertinya aku ingin tahu tapi aku tidak berani menanyakan langsung kepada Bimo .
" Bim...
Aku mengurungkan niat ku untuk bertanya , sebaiknya kecurigaan ku ini ku pendam sendiri tanpa ada yang mengetahui .
" ia sayang ...
Bimo kelihatan gugup , entah apa yang sedang ia pikirkan .
" kalau kamu sibuk aku bisa sendiri ke pasar takutnya ganggu kerjaan kamu.
aku berpura-pura peduli agar Bimo tidak mencurigai aku .
" oh itu hanya teman bukan urusan kerja .
aku hanya mengangguk mendengar jawaban Bimo , sudah jelas aku melihat Bimo gelisah ketika membalas chetan dari seseorang .
"Kita udah sampai , nah sekarang kamu bisa pilih keperluan kita di rumah .
" ya tapi aku masih bingung mau beli apa .
memang selama ini hanya ibu yang selalu
membeli semua keperluan kami sekeluarga aku sama sekali tidak mengerti .
" Terserah kamu rania apa aja sesuai selera kamu .
Bimo tersenyum kearah ku , namu aku merasa canggung dengan semua ini .
Aku mempersiapkan semuanya semoga pilihan ku tidak ada yang salah dan tidak ada yang kurang , tapi kalau di lihat-lihat jumlahnya begitu besar apa aku tidak keterlaluan terhadap suami ku sendiri membeli barang sesuka hati ku .
Setelah kupikir dengan kepala dingin sebaiknya aku mengembalikan beberapa barang .
" Rania kenapa di kembalikan ...?
bukankah itu semua keperluan kita .
Bimo melarang ku mengembalikan barang-barang yang sudah ku ambil dari tempatnya .
aku hanya bisa diam dan menurut keinginannya , inilah yang membuat ku begitu kagum terhadap Bimo yang kini menjadi suami ku .
__ADS_1