Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
RENCANA SELANJUTNYA


__ADS_3

Setelah beberapa jam aku menikmati udara segar , pikiran kembali di selimuti semua masalah yang ada dalam hidup ku .


aku memutuskan untuk mengajak arza kembali ke rumah sakit , entah mengapa hati ku sama sekali tidak bisa tenang sedikit pun .


Setibanya aku dan arza di rumah sakit , ayah meminta ku untuk membawanya pulang ke rumah .


Ayah ...bukannya ayah harus di rawat beberapa hari lagi di rumah sakit ini ?


jadi ayah belum bisa pulang ke rumah .


seharusnya begitu Rania...tapi ayah mu sudah tidak betah di rumah sakit , ayah mu ingin pulang ...sebaiknya kamu turuti saja .


tunggu ! maksud mu ayah ku sudah bisa pulang ke rumah .


Bimo...coba jelaskan apa ayah sudah bebas dan bisa pulang ke rumah lagi .


ia Rania...ayah mu sudah bebas dan sudah bisa pulang ke rumah .


Bim... bagai mana mungkin ayah ku bisa bebas , apa pak Dedi sudah mencabut tuntutannya ?


Rania..ini semua berkat bantuan Bimo , bukan pak Dedi .


pak Dedi sama sekali tidak mau mencabut tuntutannya , ayah benar-benar banyak berhutang Budi ke pada Bimo .


Ini benar-benar tidak masuk akal , bagai mana mungkin Bimo bisa membebaskan ayah .


apa mungkin Bimo membayar semua hutang-hutang ayah yang jumlahnya tidak sedikit .


kalau memang benar dari mana Bimo bisa mendapatkan uang sebanyak itu , aku semakin bingung Bimo membuat ku semakin penasaran .


setelah aku ibu dan juga Arza membawa ayah pulang ke rumah , aku ingin bertanya langsung kepada ayah apa yang sebenarnya Bimo lakukan sehingga ayah bisa terbebas dari hukuman .


Ayah...bagai mana keadaan ayah ? sebaiknya aku tidak perlu berbicara banyak kepada ayah karena takut mengganggu kesehatan ayah .


Rania...sebaiknya kamu tidak perlu pusing dengan masalah ayah mu , yang terpenting sekarang ayah mu sudah bebas dan kita bisa berkumpul kembali '


ibu menenangkan pikiran ku .


Bu...? yang aku pikirkan sekarang ini bagai mana mungkin Bimo bisa melunasi semua hutang-hutang ayah yang jumlahnya tidak sedikit .


Kalau masalah itu lebih baik kamu tanyakan langsung kepada Bimo , karena ibu sendiri tidak bisa menjelaskannya .


baik Bu...aku akan mencari tahu apa yang Bimo Sembunyikan selama ini dari ku , yang aku harapkan Bimo tidak berbuat hal-hal yang buruk untuk membebaskan ayah .


Bimo tidak mungkin berbuat seperti itu Rania...ibu tau betul Bimo itu seperti apa anaknya , kamu juga sudah kenal lama dengan Bimo tentunya kamu sangat mengerti dengan sifatnya .

__ADS_1


Ia Bu...aku hanya heran mengapa Bimo tidak mau menceritakan semuanya kepada ku , kan apa salahnya Bu...? untuk apa Bimo menyembunyikan semua tentang dirinya kepada ku .


mungkin belum waktunya Bimo berterus terang Rania...?


entah dia malu atau bagaimana nanti kamu sendiri juga mengerti .


Dua hari berlalu masih cerita yang sama , rasa penasaran semakin mendalam .


ingin sekali menyelidiki siapa Bimo itu sebenarnya dan dari mana Bimo mendapatkan uang dalam jumlah besar untuk melunasi semua hutang ayah .


jika aku tanyakan langsung , aku yakin Bimo tidak mau berterus terang .


kalau memang benar uang yang Bimo gunakan untuk menebus hutang ayah itu uangnya sendiri


bagai mana caranya agar aku bisa melunasinya .


Dari pada pusing , lebih baik aku melanjutkan dulu pekerjaan ku sebelum bertemu Bimo .


Setelah menyelesaikan tugas ku , aku menjemput arza di sekolahnya .


setelah sampai di rumah aku melihat Bimo sudah berdiri di depan rumah ku , kebetulan sekali aku ingin berbicara banyak kepada Bimo .


sebaiknya aku bersikap biasa saja , jangan terlalu menampakkan rasa kecurigaan ku .


sudah lama di sini , saat ini aku akan menghilangkan kecurigaan ku ' biar nanti akan ku cari tahu sendiri .


Baru saja , jawab Bimo singkat " aku ingin melihat ayah mu ...


oh ...ayah keadaannya sudah membaik , mudah-mudahan ayah sehat seperti dulu amin...


dengan penuh harapan aku memohon atas kesembuhan ayah kepada Allah SWT .


aku juga berharap seperti itu Rania...


oh ia bagai mana rencana kita selanjutnya apa di lanjutkan atau bagai mana .


rencana Mita itu kan ...aku hampir lupa apa yang di maksud perkataan Bimo tadi .


ia Rania...menurut mu bagai mana , apa kita lanjutkan saja laporannya .


terserah kamu saja Bim...kamu tau sendiri kan aku tidak mengerti masalah seperti itu , makanya aku perlu bantu mu .


jika seperti itu , aku akan melanjutkan laporan ini dan menyelidiki kebenaran surat ini " takutnya ada kendala nantinya .


kita harus meyakinkan bukti yang kita temukan ini benar-benar tidak di rekayasa .

__ADS_1


namun...yang menjadi masalahnya sekarang ini , aku melihat tanda tangan surat yang ada pada Mita sekarang ini sama persis dengan surat wasiat yang di tujukan Arda ke anaknya arza .


aku takut tanggal dan tahun surat itu pun sama ...


ini yang membuat masalah semakin rumit .


kalau begitu surat yang ada pada Mita itu berarti surat rekayasa yang di buat Mita sendiri , masalah tanda tangan itu bisa di tiru Bim.


kamu benar Rania , tapi bagai mana dengan saksi-saksi yang ada di surat itu jika mereka membenarkan surat tersebut maka yang bersalah di sini adalah kita ' karena apa ? kita tidak bisa membawa saksi-saksi yang ada pada surat wasiat Arda yang ditujukan kepada arza tersebut .


bagai mana kita mencari orang yang menjadi saksi di dalam surat wasiat arza itu , kita pastikan dulu kebenarannya .


aku akan meminta bantuan Dianri untuk menemukan saksi yang akan kita bawa ke pengadilan nanti .


kali ini aku setuju dengan mu rania...kita coba dulu sebelum kita melanjutkan laporan kita selanjutnya ,


aku saat berharap Dianri bisa membantu kita kali ini .


dulu Dianri juga pernah berjanji akan membantu ku mengambil hak arza kembali dari tangan Mita , aku rasa Dianri pasti bisa membantu ku untuk menuntaskan masalah ini Bim .


Rania...


aku harap kamu juga harus tegas dan jangan mau kalah jika menghadapi Mita , perjuangkan demi anak mu .


jangan biarkan orang lain menikmati kesenangan di atas penderitaan anak mu .


sebenarnya aku ingin sekali menyelidiki siapa Bimo sebenarnya dan dari mana dia mendapatkan uang banyak untuk melunasi hutang ayah ku .


tapi kali ini rasanya tidak enak , apa lagi Bimo bersusah payah memperjuangkan masa depan anak ku .


rasanya aku tidak sopan jika harus bertanya langsung kepada Bimo .


ia sudah nanti saja , pasti akan ada waktunya aku akan mengetahui semua yang di sembunyikan Bimo saat ini .


RAN...?


kamu kenapa ? seperti memikirkan sesuatu , ada yang kamu khawatirkan .


oh tidak bim...


aku hanya heran saja , mengapa masalah ini begitu rumit ...


aku ingin semuanya cepat selesai .


aku berusaha mencari alasan agar Bimo tidak bertanya banyak dengan ku .

__ADS_1


__ADS_2