
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.45 waktunya Akira melakukan penerbangan, namun namun nampak Afnan belum bersiap untuk mengantar keberangkatan sang adik, ia nampak sangat khawatir dan bingung kala tahu sang istri belum juga kembali
"Bang kau kenapa?" tanya Akira yang heran melihat Afnan mondar-mandir diruang tengah
"Kakak mu masih belum pulang" jawabnya cemas tanpa menoleh kearah Akira "Kau sidah siap?" tanyanya saat melihat Akira sudah membawa kopernya
"Iya, kau jadi akan mengantarku?" tanya Akira
"Akira maafkan aku, sepertinya aku tak bisa mengantarmu sampai ke Swiss malam ini, aku harus mencari Kayra, aku khawatir suatu hal yang buruk menimpanya" ujar Afnan penuh penyesalan, ada raut wajah kecewa diwajah Akira kala mendengar Afnan tak bisa mengantarnya
"Sepertinya kau mulai terbiasa dengan kehadiran Kakak ku dihidupmu, kau juga nampak sangat khawatir padanya" batin Akira
"Tapi aku akan mengantarmu ke bandara, jet pribadi tadi sedang diservis, aku juga sudah mengatur segalanya ini" ujarnya sambil menyerahkan pasword pada Akira, Akira mengambil alih pasword itu dari tangan Afnan "Baiklah ayo!" ujarnya sambil berjalan mendahului Akira
"Salahkah aku mengambil keputusan ini? tidak tidak! yang kau lakukan ini sudah sangat benar Akira!" tegasnya dalam hati, Akira pun berjalan mengikuti langkah Afnan dan berangkat kebandara bersamanya, sesampainya dibandara, Akira langsung pamit pada Afnan
"Jaga dirimu baik-baik ya, semoga kamu cepat lulus" ujar Afnan sambil memeluk tubuh Akira dan menepuk punggungnya, setetes demi tetesan air mata keluar dari manik mata indah Akira kala merasakan pelukan hangat dari sang kakak iparnya itu, namun segera ia hapus air mata itu saat Afnan hendak melepas pelukannya
"Baiklah, aku pergi dulu, jaga dirimu bang, dan kuharap kau tetap sabar menghadapi kak Kay" ujar Akira dengan senyum getir
"Apapun yang terjadi aku akan tetap bersama kakakmu, aku tidak akan pernah berniat meninggalkannya, sekarang ia adalah tanggung jawabku" balas Afnan
"Baiklah, terimakasih sudah mengantarku, aku pamit" pamit Akira, sambil melangkahkan kakinya memasuki bandara itu, setelah dirasa Akira tak terlihat, Afnan pun masuk kedalam mobilnya dan melajukannya untuk mencari Kayra yang tak kunjung pulang.
***
Kayra kini tengah berada diapartemen Allan kekasihnya, kini ia baru saja menyelesaikan makan malam bersamanya
"Sayang, bukankah adikmu hari ini akan berangkat ke Swiss ya?" tanya Allan
"Heem" balas Kayra
"Lalu kau tak mengantarnya?" tanya Allan lagi
"Untuk apa? paling dia juga sudah melakukan penerbangan" ujar Kayra cuek "Sudahlah aku tak ingin membahas masalah rumah, ini sudah larut mari kita tidur" lanjutnya
"Tapi sayang, kamarku hanya satu disini"
"Tak apa, kita tidur bersama saja" ujar Kayra dengan senyumnya
"Kau yakin?" tanya Allan
"Tentu sayang" balasnya sambil membelai lembut Pipi Allan
"Baiklah kalau begitu mari" ujar Allan sambil menggiring Kayra kekamarnya, setelah sampai dikamar, mereka langsung merebahkan tubuh mereka dikasur dengan posisi saling berhadapan, Kayra menatap manik mata Allan lekat, sambil membelai rambutnya, sementara Allan memeluk pinggang Kayra
"Mengapa kau memandangku begitu? aku tahu aku tampan" ujar Allan jahil
"Ya tentu, kau memang sangat tampan, sayang, apakah kau benar-benar mencintaiku?" tanya Akira
__ADS_1
"Tentu sayang, aku sangat sangat mencintaimu" jawab Allan sambil mencium kening Kayra
"Jika benar maka nikahi aku" pintanya
"Bagaimana mungkin? kau masih menjadi istri orang" tolak Allan halus
"Tapi aku ingin hidup bersamamu bukan dengan lelaki itu" rengek Kayra
"Sudahlah, nanti akan tiba saatnya kita bersatu, sekarang lebih baik jika kita tidur saja" ujar Allan sambil membawa Kayra kedalam pelukannya dan menciumi leher Kayra sampai Kayra tertidur pulas "Tentu aku mencintaimu sayang, sangaat mencintaimu, kau adalah segalanya bagiku" bisik Allan dengan senyum sinis nya sambil membelai lembut rambut Kayra, dan membuatnya menggeliat merasakan sentuhannya "Oh shit! sial dia banyak gerak sekali!" umpatnya saat merasakan sesuatu miliknya menegang, ia pun pergi kekamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.
Sementara itu dilain tempat, waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 namun nampak Afnan masih saja berada diluar mencari keberadaan Kayra yang tak kunjung ada, ia sudah menanyakan keberadaan Kayra pada semua teman yang Kayra miliki, bahkan tempat yang belum pernah ia pijaki sebelumnya pun sudah ia datangi, namun Kayra tak ada disana
"Kau dimana Kayra? jangan membuatku khawatir, setidaknya kabari aku" lirihnya sambil memeberhentikkan mobilnya
Drtt....drt...drttt...
Handphone Afnan berdering menandakan ada panggilan masuk, dengan segera Afnan menggeser tombol hijau, sampai tersambunglah telepon tersebut
"Hallo bi" ujar Afnan
"...."
"Sepertinya tidak bi, Afnan masih mencari Kayra"
"...."
"....."
Tut....
sambungan telepon terputus, Afnan menatap layar depan ponselnya dimana ada foto pernikahannya bersama Kayra saat di rumah sakit hari itu, ada rasa sedih dihati Afnan kala menatap foto itu
"Dimana kamu sekarang sayang?" lirihnya ia pun melajukan kembali mobilnya untuk mencari Kayra, bahkan ia sampai melewatkan makan malamnya, waktu terus berjalan, namun masih tak ada tanda-tanda Kayra ditemukan "Aku harus mencarinya kemana lagi?" gumamnya sambil memegang setir dan memperhatikan jalan sekitar, karena lelah, ia menepikan mobilnya dipinggir jalan yang sepi dan menyandarkan kepalanya pada jok mobilnya tangannya bergerak memijit pelipisnya yang terasa berat, sampai tanpa sadar ia pun tertidur
***
Mentari muncul dengan sinarnya menyinaru dua insan yang nampak tertidu lelap dengan saling berpelukan, karena sinar yang menyilaukan, kedua insan itu menggeliat dan terbangun dari tidurnya, Kayra tersenyum bahagua kala melihat apa yang pertama kali ia lihat, wajah tamoan dari yang mekasih yang juga sedang tersenyum manis kearahnya
"Selamat pagi sayang" sapa Allan sambil mencium kening Kayra
"Kembali" balasnya sambil mencium pipi Allan
"Kau akan pulang kan pagi ini?" tanya Allan
"Memang kenapa?" sahut Kayra
"Tidak apa, aku ingin ikut bersamamu aoa boleh?" tanya Allan penuh harap
"Tentu saja boleh sayang, sekalian aku akan memperkenalkan mu pada suami bodoh ku itu" ujar Kayra dengan senyum licik yang merekah diwajahnya
__ADS_1
"Yasudah, apa kau akan terus menempel begini padaku?" goda Allan sambil melirik kearah dada mereka yang tak ada jarak barang satu centi pun, Kayra tersenyum jahil
"Tentu aku nyaman seperti ini" ujarnya sambil mengusap dada bidang Allan yang tanpa pakaian
"Pagi begini kau akan menggodaku?" tanya Allan, Kayra menyentuh sesuatu milik allan, dan ia pun segera bangkit dari tidurnya dan langsung berlari kekamar mandi dengan senyum penuh kemenanga
"Awas kau ya!" ancam Allan "Shit! dia bangun!" umpatnya
Sementara dilain tempat, Afnan menggeliat kala merasakan sakit dibadannya
"Oh sial! aku ketiduran!" umpatnya, ia menggerak-gerakkan tubuhnya yang pegal karena tidur dimobil, "Kayra" gumamnya, ia segera meraih ponselnya yang berada di dashboard mobilnya dan hendak menelpon istrinya itu, namun...
"Oh shit! baterai hp ku low!" umpatnya kesal sambil membanting Handphonenya ke jok sampingnya "Apa mungkin dia sudah pulang ya?" gumamnya, tanpa berfikir Afnan pun segera melajukan mobilnya pulanh kerumah, berharap saat ia pulang ada Kayra yang menyambutnya.
Sesampainya dirumah ia segera masuk dengan berlari kecil kedalam rumahnya
"Aden sudah pulang" ujar Asisten rumah tangganya yang bernama Marni
"Bi, apa Kayra sudah pulang?" tanya Afnan penasaran
"Belum den, non Kay belum pulang" ujar bi Marni sedih
"Belum pulang juga?" batin Afnan "Ah baiklah bi, terima kasih" ujar Afnan dengan senyum ramah
"Iya, den, Aden mau bibi maskin pa?" tanya bi Marni
"Apa aja bi!" sahut Afnan lalu melangkah menaiki tangga untuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya, setelah selesai ia pun turun kebawah untuk melakukan sarapan, dan kembali mencari Kayra namun tiba-tiba......
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Penasaran gak apa yang terjadi selanjutnya? jangan lupa Like, Vote, sama Komen juga ya pendapat kalian tentang novel aku, aku yakin kalian semua berhati baik, jadi aku mohoon bangett kalian like yang sebanyak-banyaknya buat aku, rate sama vote nya jugašš
Selamat membaca untuk para readers yang baik hati dan tidak sombongā¤
__ADS_1