Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
Kedatangan Allan


__ADS_3

"Aku pulang!" teriaknya sambil membuka pintu dengan keras, tangannya menggandeng mesra lengan pria yang begitu dicintainya dengan senyum bahagia, Afnan tertegun melihat pemandangan itu, jauh dilubuk hatinya ia merasa sangat sakit melihat sang istri dengan beraninya menggandeng lengan pria lain dihadapannya, senyum licik terpancar diwajah tampan Allan


"Sayang, Siapa dia?" tanya Allan dengan senyum meledek


"Oh dia? dia hanya anak PUNGUT dari ayah dan ibuku" jawabnya dengan menekankan kata PUNGUT sambil menatap Afnan sinis


"Oh aku kira dia.." ujar Allan lagi, sambil menaik turunkan kedua alisnya


"Sudahlah sayang, kau lapar kan? kita makan saja mari" ajak Kayra lembut sambil menggiring lengan Allan menuju meja makan


"Kau tak ingin memperkenalkanku?" tanya Allan seraya berhenti didepan Afnan, Afnan menatapnya bingung


"Oh ya tentu, Kak Afnan perkenalkan ini Allan, CALON SUAMIKU" ujar Kayra tegas, Afnan tersentak mendengar oenuturan Kayra bagaimana bisa dia mengatakan itu, sedangkan saat ini ia masih menjadi istri dari oria lain? fikir Afnan


"Allan" ujar Allan sambil menjulurkan tangannya, dengan berat hati Afnan membalas uluran tangan Allan


"Afnan" balasnya lirih


"Sudahkan mari kita makan" ujarnya sambil membelai lembut pipi Allan agar menatapnya, Allan tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut Kayra gemas, Afnan merasa sangat sakit melihat adegan itu didepan matanya, bagaimana tidak, istrinya sendiri mengatakan bahwa lelaki yang bersamanya saat ini adalah calon suaminya?


"Yatuhan Kuatkan aku" batin Afnan lirih, ia pun berjalan kemeja makan untuk menyelesaikan sarapannya, kini ia duduk berhadapan dengan Kayra dan Allan


"Kau mau apa sayang?" tanya Kayra


"Aku nasi goreng saja" jawab Allan sambil menatap kilas kearah Afnan yang juga menatap kemesraan mereka, Kayra dengan telaten mengambilkan sepiring nasi goreng untuk lelakinya itu, setelah itu baru untuknya


"Kau melakukan itu padanya, tapi tidak padaku, padahal akulah suami sah mu Kay" lirih Afnan


"Ada apa?" tanya Kayra ketus saat ia tahu nahwa Afnan tengah memperhatukannya


"Apa?" tanya Afnan kikuk


"Kenapa kau memperhatikan kami?" tanyanya


"Kay, sudahlah sayang" ujar Allan menenangkan sambil menyentuh bahu kekasihnya itu


"Kau syirik ya?" tanya Kayra


"Kay sudah" ujar Allan


"Untuk apa?" tanya Afnan


"Sudahlah! habiskan saja makananmu, setelah itu ceoatlah oergi bekerja!" tegas Kayra


"Aku tidak bekerja hari ini" jawab Afnan datar


"Bagus! aku bisa mengumbar kemesraan didepannya, dengan begitu dia akan muak dan menceraikanku" batin Kayra


"Terserah jau saja" balasnya datar "Sayang, cepatlah selesaikan sarapanmu, setelah itu kita pergi kekamarku" ujar Kayra sambil menatap sinis kearah Afnan


"Uhuk uhuk..." batuk Afnan tersedak saat mendengar Kayra mengajak lelaki itu kekamarnya, ia menatap kearah Kayra dengan tatapan memohon

__ADS_1


"Sudahlah sayang mari" ujarnya sambil.melorik kearah Afnan lalu menggandeng tangan Allan dan berlalu keatas meninggalkan meja makan itu, Afnan menatao punggung Kayra dan Lelaki itu yang bahkan sudah tak terlihat


"Kenapa kau begini? kau tak menganggap keberadaan ku disini Kay, apa yang harus aku lakukan tuhan" lirihnya


"Den" ujar asisten rumah tangga, membuat Afnan tersentak


"Ah? bibi" ujarnya kikuk


"Aden yang sabar ya, bibi paham kok, pasti sulit untuk Aden bertahan dengan istri seperti non Kay" ujar asisten rumah tangga itu menyenangati, sambil menyentuh punggung Ardan


"Tak apa bik, walau bagaimana pun Kay istriku, dia tanggung jawabku, aku yakin suatu hari tuhan akan membalikkan hatinya, aku akan tetap menghadapinya bi, bagaimanapun sikapnya padaku, dulu aku sudah terlalu banyak menyusahkan ayah Malik, kini hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalasnya" balas Afnan getir


"Bibi do'akan semoga kelak ada bahagia yang menanti Aden" ujar asisten rumah tangganya


"Semoga saja" lirihnya


"Baiklah Den bibi permisi kebelakang" pamitnya sambil berlalu kedapur, Afnan pun beranjak untuk kekamarnya, saat ia melalui depan kamar Kayra, ia memberhentikkan langkahnya kala mendengar erangan dari Kayra, begitu hancur hatinya, bahkan ia sebagai suaminya tak pernah menyentuhnya sama sekali fikirnya, hatinya saat ini begitu tersayat


"Sudah sayang, sudah hentikkan aku lelah, nanti kita lanjutkan oke" ujar Kayra didalam kamar dengan nafas tersengal-sengal


Afnan sangat marah dan kesal, tapi ia tak tahu harus berbuat apa ia oun segera melangkahkan kakinya pergi kekamarnya untuk mengambil kunci mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.


Padahal yang sebenarnya terjadi..


Flash Back


"Kau lihat ekspresi Suami bodohku tadi sayang?" ujar Kay dengan senyum oenuh kemenangan


"Bagaimana aktingku tadi? meyakinkan bukan?" tanyanya sambil mengubah posisinya menghadap kearah Allan, lalu mencium pipinya spontan, dan langsung lari setelah ia menarik sesuatu milik Allan


"Sayaang! kau menggodaku ya?!" pekik Allan sambil mengejar Kayra


"Tidak aku tidak sengaja" balasnya dengan tawa bahagia


Brukk


"Awhh mphh" pekiknya terantuk meja "Sudah, sudah sayang aku lelah, sakit ini, nanti kita lanjut kejar-kejarannya" hela Kayra sambil mendudukkan dirinya dikasur.


Flash back on


Afnan melajukan mobilnya dengan kencang, entah kemana ia ingin pergi, saat ini suasana hatinya begitu kacau sejak ia mendengar erangan dari kayra tadi, ia tak ingin melampiaskan amarahnya pada Kayra jadi ia memilih pergi menenangkan diri, perlahan air mata yang ia tahan mengucur dengan derasnya


"Arrrghhh" pekiknya frustasi sambil memukul-mukul stir mobilnya


"Kenapa kau begitu tega padaku Kay? aku sebagai suami sah mu saja tidak pernah berani dan tidak pernah kau izinkan menyentuhmu, tapi dia? yang jelas hanya kekasihmu? kenapa kenapa Kay hiks" lirihnya ia memberhentikkan mobilnya disebuah gedung apartemen yang sangat besar dan luas, ia memasukkan dirinya kesana, para staff yang tak sengaja berpapasan dengannya menyapa nya dengan sopan, namun tak digubris oleh Afnan, ia memasuki lift dan menekan tombol 20


Tring..


Pintu lift terbuka, ia langsung memasuki ruang orivat diapartemen itu, dimana hanya dikhususkan untuk sang pemilik, ia merebahkan dirinya diatas kasur fikirannya saat ini sungguh kacau


"Apa yang harus aku lakukan? sekarang ia tak lagi suci, ia bukan milikku, apa aku harus merelakannya?" lirih Afnan "Tidak! apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkannya, maafkan aku ayah, aku tak bisa menjaga putrimu" lanjutnya lirih, ia meraih ponselnya disaku celana lalu menekan tombol telepon

__ADS_1


"Hallo bawakan saya dua botol wine, cepat!" titahnya sambil langsung memutuskan panggilannya secara sepihak, tak lama kemudian datanglah dua botol Wine yang dipesannya, tanoa berfikirpanjang ia pun langsung menyambar botol Wine itu dan meneguknya dengan sekali tegukkan


"Kayra" racaunya yang mulai kehilangan kesadaran


Prank..


ia melempar botol Wine itu sampai oecah kelantai


"Kau jahat hiks! kenapa kau lakukan ini padaku?! kau bercumbu dengannya dideoan mataku sendiri jenaoa Kay kenapa?!" racaunya, pelayan yang mulai panik pun mencari keberadaan ponsel tuannya dan menekan tombol telepon entah siapa yang ua telpon


"Hallo Nan, ada apa kau menelponku?" tanya lelaki disebrang sana


"Hallo, tuan Andre? saya pelayan disini, harap tuan segera datang kesini, tuan muda Afnan sekarang sedang mabuk parah diapartemennya" ujarnya panik


"AAPA?!" pekik lelaki yang bernama Andre "Baik saya segera kesana!" lanjutnya lalu memutuskan sambungan teleponnya dan segera melajukan mobilnya menuju apartemen tempat Afnan berada


"Afnan ceroboh" gumamnya


#Sekilas tentang Andre


Andre merupakan sahabat Afnan sejak kecil sejak ia masih menjadi pengamen jalanan, Andre selalu menemani Afnan dalam keadaan susah maupun senang, bahkan saat Afnan sudah menjadi anak dari orang kaya pun Afnan tidak pernah berubah pada Andre, ia sangat berhutang budi pada Afnan, karena berkatnya dulu ibunya terselamatkan, dan kehidupannya pun berubah.


Sesampainya diapartemen, Andre langsumg saja pergi menuju kelantai 20 para pegawai yang lain pun sudah akrab betul dengan Andre, karena dulu ia sering diajak Afnan menginap disana


"AFNAN!" pekiknya kaget kala melihat Afnan terkurai tak berdaya, dengan cekatan ia membopong tubuh Afnan menuju kasur king size nya dan menidurkannya


"Kenapa bisa seperti ini?!" tanya Andre panik


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Semoga kalian syuka sama kisahnya ya:)


jangan lupa like, komen, vote, and rate😚

__ADS_1


Happy Readingg😊


__ADS_2