
Tania terus mendesak ku aku sulit untuk beralasan , apa lagi melihat Tania terus memohon .
" Tania kayaknya mbak cuma bisa penjamin separuh uangnya , karena keperluan rumah kan banyak .
" Ya udah deh mbak ng papa ...
Nanti secepatnya aku bayar uangnya .
" ya terserah kamu , cuma mbak harap uangnya benar-benar kamu gunakan untuk biaya kuliah kamu bukan yang lain .
Sambil mengambil uang yang aku pinjam Tania mengambil sebuah dompet dan pergi begitu saja .
Bukannya ngomong terima kasih malah pergi begitu saja , dasar anak jaman sekarang tidak ada sopan santunnya .
" Bu , uang sekolah ku belum di bayar ...?
Arza berdiri sambil merengek di hadapan ku .
" ya ampun ibu lupa nak, kamu sabar ya ibu akan bayar secepatnya dan besok ibu akan ke sekolah kamu .
Aku bingung membagikan uang yang di berikan Bimo , apa cukup untuk sebulan .
Seandainya Tania tidak mengembalikan uang itu aku harus ngomong apa ke Bimo soal uang itu , mana aku takut jika Bimo memarahi Tania .
" Bu Aku mau ngomong ,,,
" ia nak ada apa?
" Aku tidak suka Tante Tania di sini ...
Arza mengungkapkan perasaannya kalau dia tidak menyukai Tania tinggal di bersama kami.
" kamu ng boleh begitu , Tania itu saudara ayah Bimo dia Ng punya siapa-siapa selain kita .
" Tapi aku tidak suka dia di sini .
Biasanya Arza tidak pernah membenci seseorang entah ada firasat apa dalam pikiran Arza sehingga sangat membenci Tania .
" Tante Tania kan baik dia saudara ayah Bimo dan juga saudara kita kamu tidak boleh membenci Tante Tania seperti itu .
Bagai mana pun juga aku harus mengajarkan yang baik untuk Arza supaya menghargai orang yang lebih tua darinya .
" Sayang , ibu harap kamu bisa menjaga sikap di depan Tante Tania .
" Baik Bu .
Aku tau perasaan Arza pasti ada sesuatu yang di sembunyikannya namun aku tidak ingin memaksa Arza untuk bercerita .
"Tok...Tok...Tok...
Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu
" Sebentar nak sepertinya ada orang di luar .
Aku membuka pintu dan melihat siapa yang datang .
" Tania ...
Kamu kenapa ?
Tania tiba-tiba pulang dengan seorang temannya .
__ADS_1
" Tadi Tania tiba-tiba pingsan , jadi aku bawa pulang mbak .
" Makasih ya kamu udah nganterin Tania pulang .
" iya mbak , saya pamit ya ...
Gadis mungil yang mengantar Tania pamit untuk pulang , namun aku tidak sempat menanyakan namanya .
" Mbak anterin kamu ke rumah sakit ya ...
" Ng usah mbak aku baik-baik aja , cuma butuh istirahat aja .
Aku mengantar Tania ke kamarnya , aku melihat wajah Tania yang semakin pucat tangannya terasa dingin .
" Kalau kamu sakit , kita ke dokter biar kamu di periksa .
" Aku cuma masuk angin mbak , besok juga sembuh .
Aku tidak mungkin memaksa Tania , tapi aku merasa ada hal yang berbeda dari Tania .
Melihat aku begitu memperhatikan Tania , raut wajah Arza mulai berubah .
Begitu jelas Arza sangat membenci Tania .
" Arza ...
Aku memanggil Arza untuk duduk bersama ku di samping Tania , namun Arza menolak dan pergi meninggalkan kami berdua.
" Jangan di paksakan mbak , anak kecil memang begitu .
" maafin Arza ya Tania , mungkin dia belum mengenal kamu lebih dekat .
" Mbak Aku ...
Tania berlari menuju ke toilet ...
" Tania , Tania ...
Mbak siapin mobil kita ke rumah sakit sekarang .
Tania belum juga menjawab panggilan ku
" Tania , Tania ...
Beberapa menit kemudian pintu toilet di buka oleh Tania .
" Kamu baik-baik aja kan .
" ya mbak aku baik-baik aja ...
setelah menjawab pertanyaan ku Tania pun pingsan .
Aku kaget dan segera memanggil ibu dan ayah untuk membantu ku membawa Tania ke kamarnya .
Dengan perasaan panik aku pun menelpon dokter .
Hampir satu jam Tania belum sadarkan diri .
ketika dokter datang dan memeriksa , tania belum juga sadar .
" Bagai mana dok , apa Tania baik-baik saja .
__ADS_1
" Saya sarankan untuk segera ke rumah sakit , agar keadaannya tidak semakin memburuk .
" Sebenarnya Tania sakit apa dok .
Aku semakin bingung sebab dokter tidak menjelaskan apa penyakit Tania .
" Apa dia sudah bersuami .
" Belum dok ,
dengan polos aku menjawab pertanyaan dokter tersebut .
" kalau begitu biar pihak rumah sakit yang memberikan penjelasan , saya permisi Karena masih ada pasien yang lain .
Aku bertambah bingung penyakit apa yang di derita Tania sehingga dokter tidak mau memberikan penjelasan kepada ku .
" Kamu tenang nak , ibu yakin Tania kuat dan menghadapi penyakitnya .
" ia Bu , semoga saja bukan penyakit yang serius .
tapi perasaan ku benar-benar tidak enak .
" Kamu banyak berdoa semoga Tania segera sembuh.
Aku juga berharap seperti itu Tania kembali ceria seperti dulu.
Aku menunggu Tania sampai dia sadar dan membujuknya untuk di bawa ke rumah sakit , agar secepatnya mendapatkan pertolongan dari pihak rumah sakit .
*Dua jam berlalu *
"Mbak ...
Aku , aku ...
" Tania kamu sudah sadar ...
lamunan ku kembali terhenti ketika mendengar suara tania memanggil ku.
" jangan banyak bergerak , kalau perlu apa bilang aja .
Tania kembali diam , tiba-tiba air matanya mengalir deras .
" Kamu kenapa , kok nangis .
Tania tak menjawab sepatah kata pun .
" Tania ...
" Ia mbak ..
Aku baik-baik aja .
jawaban itu yang selalu terdengar di telinga ku meski aku sendiri melihat Tania dalam keadaan kurang baik .
" Cerita ke mbak , apa yang kamu rasakan sekarang .
mbak siap dengerin cerita kamu .
Tania menggelengkan kepalanya , tatapannya kosong .
Aku tidka tahu harus berbuat apa lagi , aku sendiri tidak bisa membaca pikiran seseorang .
__ADS_1